Ditengah kegaduhan di ruang rapat, Harpa memijiti kepalanya yang terasa sakit. Dia hanya satu-satunya wanita di sana. Sementara lelaki di ruangan ini pintar bicara melebihi emak-emak yang tengah menggosipkan tetangga. Adras lekas memutar rekaman percakapan Zuri dan Gera di ruangan sebelumnya. Para Direktur menatap rekaman itu sambil menelaah apa yang kedua orang itu bicarakan. Gera langsung menunduk malu dan Zuri hanya bisa berbisik menanyakan kejelasan tentang rekaman itu pada Gera. Harpa berdiri dan bertepuk tangan. "Proyek yang rugi berasal dari proyek Tuan Gera, masalah di perusahaan ini pun berasal dari masalah Tuan Gera. Sejak awal dari rekaman ini Tuan Gera tahu putra Tuan Zuri bermasalah. Pun Tuan Zuri sendiri. Artinya kerugian ini disengaja oleh Anda berdua," tunjuk Harpa pada k

