Harpa berguling ke sisi kanan dan kiri. Sesekali dia melihat ke langit-langit, kemudian ke jendela. Kamar agak gelap. Hanya lampu tidur yang menemani. Harpa menghirup wangi segar dari parfum yang Adras kenakan. Sesekali Harpa menarik selimut. Dia bingung bagaimana melewati malam ini. Kemarin-kemarin dia pun sulit tertidur pulas. Mungkin karena tempat baru, atau pikiran yang menguasai ketenangan jiwa. Masalah datang bertubi-tubi dan berasal dari sumber yang sama, Gera. Adras bisa merasakan gerakan istrinya hingga membuat kasur ikut bergetar. Pria itu terbangun dan berbalik. "Kamu belum tidur juga?" tanya Adras. Harpa menggelengkan kelapa. "Kemarin di kamar Mama juga gak bisa tidur," keluh Harpa. "Kenapa?" Adras merentangkan lengan agar Harpa datang ke pelukan. Wanita itu menurut. Dia be

