"Dios!" panggil Harpa sambil membuka pintu ruangan rawat inap. Dios tengah duduk dengan kaki berselonjor. Harpa peluk pria itu dan membuat Dios berteriak kesakitan. "Maaf, aku lupa kalau perut kamu lagi sakit," ucap Harpa. "Makanya jadi wanita jangan gatel!" omel Adras yang mengikuti Harpa dari belakang. Harpa manyun. "Aku cuman gitu doang juga. Cemburuan!" omel Harpa. Dios terkekeh pelan sambil menahan rasa sakitnya. Bibirnya terlihat kering. Kulitnya juga masih pucat. "Kalian apa kabar. Kayaknya lama banget aku gak bangun," tanya Dios. "Berhari-hari sampai Isla punya pacar baru lagi," canda Harpa membuat Adras menyikut lengannya. "Benarkah?" Dios terbelalak. Pria itu mudah sekali termakan ucapan sang CEO. Adras menggeleng. "Tolong lain kali, kalau orang ini ngomong apa jangan dita

