98. Keputusan Bulat

1520 Kata

Mereka berdua sudah mengambil keputusan. Keduanya menghadap Berlian pun Thyon. Duduk di ruang tamu, Adras dan Harpa sudah merasakan aura menakutkan meski Thyon dan Berlian masih terlihat santai. "Memang kalian ingin menanyakan apa?" tanya Thyon. Harpa dan Adras sama-sama saling tatap. Keduanya merasa bingung bagaimana harus memulai. Harpa turun dan berlutut di lantai, kemudian diikuti Adras. "Kami mohon ampun atas semua kesalahanan kami," ucap Harpa. "Maaf, selama ini kami membohongi Mama dan Papa untuk keuntungan kami sendiri," tambah Adras. Berlian mengalihkan pandangan pada suaminya. Thyon yang paling merasa tidak enak hati. "Jelaskan secara perlahan, sebenarnya ada apa ini?" tanya pria itu sekali lagi berharap mendapat jawaban yang jelas. "Sebenarnya, selama ini Harpa tidak hamil,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN