Chapter 8 - Aldiansyah atau Gerald?

1844 Kata
Alexa terbangun ketika mendengar nada dering panggilan dari ponselnya. Derrrt..dert... Buru-buru Alexa mengambil ponsel yang Ia letakkan di atas meja persis di samping tempat tidurnya. Tertera nama Aldiansyah di layar ponsel. Panggilan video call. Alexa bergegas beranjak menuju ke kamar mandi untuk mengaca. Tidak mungkin Ia langsung main angkat sedangkan penampilannya masih seperti beruang kutub baru bangun tidur. "Halo Al, kenapa eh tiba-tiba video call", sapa Alexa. Terlihat dari layar ponsel sepertinya Aldiansyah sedang berada di luar. Tepatnya di Airport. "Xa, gue udah sampe nih di Bali. Lo nginep di daerah mana? Gue mau pesen villa yang deket-deket lo. Jadi biar nanti gue sewa mobil terus buat ngajak-ngajak makan gampang", tuturnya antusias. "Ha? Bali? Al... lo nyusulin gue kesini? Ya ampun kesambet apa lo? Segitu gabutnya?" ejek Alexa. "Ya nggak sendiri dong, ini Deon, Sarah, Angga juga ikut. Mangkanya kita mau nyewa villa yang deketan sama lo, jadi bisa hangout bareng. Lumayan Sabtu - Senin", lanjut Aldiansyah. Alexa senang sekali teman-temannya menyusul Alexa ke Bali. Liburan kali ini benar-benar asik. Namun, bagaimanapun Ia harus tetap izin terlebih dahulu dengan Tante Ira dan mamahnya. Secara Alexa ke Bali dengan rencana liburan bareng dengan Tante Ira. "Gue di daerah Seminyak nih Al. Untuk lengkapnya sebentar gue tanya Gerald atau Tante Ira dulu yahh.." ucap Alexa polos. Masih dengan telepon yang tersambung, Alexa turun dari anak tanggal bergegas ke kamar Tante Ira. Tokk..Tok..Tok, "Tante Ira...", panggil Alexa. "Iya sayang sebentar.." teriak Tante Ira dari dalam. "Kenapa nak?" tanyanya. "Gini tante, jadi teman-teman aku di kampus nelfon aku, mereka juga lagi liburan ke Bali Tante. Nah terus mereka nanya alamat villa kita, katanya biar bisa sewa villa yang deketan juga. Kira-kira boleh ga tante kalau nanti aku juga main bareng sama mereka dan mereka stay yg di dekat villa kita?" tanya Alexa sedikit cemas. "Yaa boleh dong sayang. Bilang aja Villa Bunga Seminyak," ucap Tante Ira. "Villa yang namanya Villa Bunga di Seminyak cuma ini aja kok", lanjutnya. "Okeh tante", tutup Alexa sambil melangkah kembali ke ruangannya. Terdengar suara ramai dari kamar Alexa, sepertinya Alexa sedang berbicara dengan temannya di telefon. Tapi siapa orang yang menghubungi Alexa pag-pagi begini. Batin Gerald, seraya beranjak bangun dari tempat tidurnya melangkahkan kaki ke connecting room. Krek... "Berisik, ngobrol sama siapa si kamu?" ucap Gerald sebal. Yap, Gerald sebal karena terganggu tidur pulasnya oleh Alexa. "Oh ini, Aldiansyah dan Sarah. Mereka udah sampai di Bali, mau nginap di dekat villa kita jugaa Rald. Nanti anterin aku kesana yaa Rald", Alexa bersemangat. "Nggak siapa yang mau nganteri kamu kesana? Minta jemput aja sana sama temen-temen kamu itu", ungkap Gerald dengan nada kesal sambil meninggalkan ruangan. Kenapa sosok Aldiansyah selalu berada di samping Alexa. *** Alexapun telah selesai mandi dan berdandan karena hari ini Ia akan hangout bersama Aldiansyah dan teman-teman lainnya. Ketika Alexa menuruni anak tanggal terlihat Gerald sedang duduk di meja makan sambil mengecek handphone di genggamannya. Alexa berlajan mendekati kamar Tante Ira dan berpamitan. Alexa sama sekali tidak menegur Gerald, karena Ia sudah terlalu malas untuk berdebat dan marah-marah. Sebelumnya Alexa sudah menghubungi Aldiansyah, meminta agar Ia di jemput saja. Secara Gerald tidak mau untuk mengantarnya. Sambil sesekali melihat jam, Alexa menunggu Aldiansyah dan teman-temannya di kursi duduk yang berada di teras villa yang Gerald sewa. Tidak beberapa lama, mobil yang dikendarai Aldiansyah telah sampai ke lokasi. Terlihat senyum lebar di wajah Aldiansyah seraya memanggil sahabatnya tersebut. "Alexa.. Xa.. ayoo kita cus hangout", ungkapnya girang setelah melihat wajah wanita yang Ia sayangi tersebut. Tanpa menunggu lama, Sarah ikut memanggilnya juga. Alexa mengambil tas yang Ia taruh di sofa ruang tamu, sebelum melangkahkan kaki lebih jauh terdengar suara Gerald " Gue ikut dong, bosen daripada sendirian", ucapnya. "Emm.. sebenarnya si gapapa, cuma aku tanya ke temen-temen yang lain dulu ya. Takut pada kikuk ada dosen yang ikutan ngumpul hahaha", ejek Alexa. Alexa menghampiri kaca mobil Aldiansyah dan menanyakan apakah Gerald boleh ikut bergabung. Aldiansyah yang memag sudah tahu bahwa Gerald dan Alexa saling kenal tidak heran lagi, namun hanya sedikit kesal karena selalu diganggu. Sedangkan Sarah dan teman-teman lainnya dengan mata yang kaget, langsung bertanya "Gerald? Gerald dosen yang super ganteng di kelas kita itu xa? Jadi Lo sama dia lagi honeymoon?" "Bukan honeymoon sar, enak aja lo. Alexa sama si Pak Gerald emang udah saling kenal lama karena mamah mereka sahabatan", ucap Aldiansyah agar tidak ada kesalahpahaman di antara teman-temannya itu, "Yaudah jadi gimana nih? boleh ga dia ikutt?" ucap Alexa memastikan. "Tentunya boleh dong! duduk di samping gue juga boleh banget!" Sarah bersemangat. Tidak beberapa lama Deon yang melihat pacarnya itu kecentilan hanya menatap Sarah dan memberi isyarat bete. "Hehehe.. ngga bercanda. Aku kan udah cinta banget sama kamu, Pak Gerald duduk samping Alexa aja tuh di belakang", imbuh Sarah menambahkan agar Deon tidak jadi marah. Mereka pun akhirnya pergi bersama. Mereka berkeliling Bali, menikmati makan siang di salah satu restaurant sate lilit terkenal di Bali. Sesekali Aldiansyah memperhatikan gerakan Gerald yang terlalu perhatian untuk sekedar dosen dan mahasiswa. Bahkan sebagai yang katanya seorang kakak bagi Alexa selama di Malang, Gerald terlihat terlalu ikut campur. Aldiansyah merasakan rasa cemburu yang memburu di hatinya. Sepertinya Aldiansyah mulai mengerti kenapa setiap ada laki-laki lain yang berada di dekat Alexa Ia seperti tidak suka. Seperti saat dulu masa sekolah, Aldiansyah lah yang melarang laki-laki lain untuk dekat dengan Alexa. Setiap ada laki-laki yang berusa mendekati Alexa, Aldiansyah akan menakut-nakutinya. Padahal selama ini Alexa sedih karena merasa tidak ada laki-laki yang menyukainya. Yap, Aldiansyah mengerti, Ia sebenarnya sudah dari lama mencintai Alexa. Namun kenapa baru sekarang Ia sadar, batinnya. Tidak terlalu berbeda dengan Aldiansyah, Angga yang diam-diam memperhatikan Alexa juga merasa cemburu. Sesekali Angga berusaha mendekati Alexa, namun belum sempat mengobrol lama Gerald sudah berada di samping Alexa lagi. Bercanda dengan Alexa hingga membuatnya kesal. "Kemana lagi nih kita sekarang? tanya Sarah. "Kuta aja yuk Kuta, kita sunsetan di sana", tambah Deon. Semua orang setuju dan mereka pun berangkat ke Kuta. Kali ini Deon yang menyetir, sedangkan bangku kedua diisi oleh Alexa dan Aldiansyah. Sengaja, buru-buru Aldiansyah menduduki bangku di sebelah Alexa. Sepanjang perjalanan Alexa merasa mengantuk, tanpa disadari kepala Alexa sudah berada di pundak Aldiansyah. Gerald yang memperhatikan kejadian tersebut berusaha menahan kepala Alexa agar tidak bersandar dengan alasan agar kepala Alexa tidak sakit karena posisi tidur yang salah. Padahal Gerald melakukan hal tersebut karena tidak mau wanita yang Ia cintai tersebut bersentuhan dengan laki-laki lain selain dirinya. Aldiansyah semakin merasa risih. Sampai di Pantai Kuta, Aldiansyah berencana untuk mengutarakan isi hatinya kepada Alexa. Aldiansyah mengetik pesan di ponselnya yang mengatakan bahwa Ia ingin mengajak Alexa berjalan-jalan sebentar dipinggir pantai. Alexa yang melihat pesan dari Aldiansyah menyetujuinya dengan perasaan senang. Alexa beranjak dari setumpukan pasir di Pantai Kuta, dan bergegas menyusul Aldiansyah yang sudah berjalan terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan, mereka saling tertawa, mengingat dan bercerita tentang lalu. "Xa, gue mau ngomong, tapi tolong ini lo pikirin dulu aja baik-baik jawabannya. Gue gak maksa lo jawab sekarang dan gue gak maksa lo harus jawab Iya. Intinya gue mau cerita kenapa dari dulu gak pernah ada cowok yang ngajak lo kencan waktu sekolah dulu? Itu sebenarnya karena gue Xa, gue yang selalu nakut-nakutin cowo-cowok yang mau ngedeketin lo itu, karena gue gamau kebersamaan kita kebagi. Gue dulu egois, gue pengen lo selalu deket dan jadi sahabat gue, sedangkan gue aja jadian sama cewek-cewek lain. Terus waktu lo nyatain perasaan lo ke gue, disitu gue bingung Xa. Gue belum tahu pasti perasaan gue ke elo tuh sebenarnya gimana, gue takut kalau gue terima nanti gue jahatin lo karena lo tau sendiri gue gampang bosenan orangnya. Terus pas lo hilang, hati gue hampa banget xa sumpah suwer, gue ga pernah ngerasaan yang kayak gitu ketika putus sama mantan-mantan gue. Sama lo doang Xa. Mangkanya pas gue liat lo lagi di Malang, gue seneng banget. Semakin hari semakin gue yakin gue sayang sama lo xa! Bukan karena perubahaan lo yang sekarang, tapi gue emang udah sayang sama lo dari dulu! Xa, mau gak kalau lo coba pacaran dulu sama gue? Kita coba jalanin ini sebagai sepasang kekasih Xa" ucap Aldiansyah sambil menggenggam kedua tangan Alexa dan menatapnya dengan penuh kasih sayang. *** Gerald yang beru selesai beli burger tidak melihat sosok Alexa di antara teman-temannya tersebut. Bukan hanya Alexa, namun Aldiansyah juga. Hati Gerald tidak karuan, Gerald hanya meletakkan burger yang sudah Ia beli di dekat Sarah dan meninggalkannya. Mencari Alexa. Gerald menelusuri tepi Pantai Kuta, hingga bayangan Alexa dan Aldiansyah terlihat. Sedang apa laki-laki itu disana. Berdiri sambil menggenggam tangan orang yang Ia cintai. Gerald tidak bisa menahan amarahnya, Ia berjalan cepat dan menarik tangan Alexa. Alexa tertegun mendengar pernyataan cinta dari laki-laki yang menjadi cinta pertamanya tersebut. Ia tidak menyangka cintanya akhirnya terbalaskan. Bertahun-tahun Alexa berusaha growup dan memperhatikan penampilannya agar Ia tidak diledek melainkan dicintai. Namun ternyata, Aldiansyahlah alasan dibalik tidak adanya laki-laki yang mendekatinya di waktu sekolah dulu. Alexa bingung harus merespon apa karena Alexa sadar, Ia memang sayang dengan Aldiansyah, namun Ia ragu rasa sayang apa yang sebenarnya ada di hatinya. Apalagi semenjak kejadian-kejadian yang terjadi di antara Ia dan Gerald. Dulu, Alexa memang berharap agar cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, namun makin kesini, perasaan cintanya terhadap Aldiansyah menjadi abu-abu. Alexa terbenam dalam pikirannya hingga sosok lengan kekar menarik tangannya dan pingganya hingga Ia berada di dekapan laki-laki tersebut. "Gerald?" tanya Alexa bingung. Kok Gerald tiba-tiba ada di sampingnya. "Ngapain Rald? tadi bukannya lagi beli burger?" ucap Alexa dengan raut wajah bingung. "Lo siapa berani pegang-pegang tangan Alexa, hah? Ngapain lo ajak Alexa ngejauh dari yang lain? Mau apa-apain Alexa lo? Hah??" ucap Gerald dengan wajah penuh amarah. Rahangnya yang terbentuk indah seketika mengeras. Aldiansyah tidak terima dengan pertanyaan Gerald yang seakan-akan Aldiansyah akan memanfaatkan kesempatan untuk berbuat yang tidak-tidak dengan Alexa. "Gue cuma mau ajak Alexa jalan-jalan di pinggir pantai, sama ada hal yang gue abis sampain ke dia. Respon lo bisa biasa aja gak?" ucap Aldiansyah tidak kalah emosi. "Gak bisa, karena Alexa milik gue!" ketus Gerald tanpa berpikir. "Alexa bukan barang! Dosen kayak lo harusnya tau, manusia itu bukan barang!" Aldiansyah semakin membesarkan suaranya tidak terima dengan statement Gerald yang mengatakan bahwa Alexa adalah miliknya. "Ikut gue sekarang Xa, kita pulang! Naik taksi!" tegas Gerald sambil menarik lengan Alexa. "Rald, apa-apaan si reaksi lo, berlebihan banget udah kayak gue di culik. Lepasi ih!!" teriak Alexa kesal. Sampai akhirnya dengan kekuatan penuh Alexa berhasil melepaskan genggaman tangan kekar Gerald darinya. "Gue bukan peliharaan lo yang bisa lo paksa-paksa ya! Gue belum selesai bicara sama Aldiansyah." tegas Alexa. Alexa semakin jengkel dengan Gerald. Mau cowok ini apa sih. Dia bilang semua kejadian yang mereka lakukan sebelumnya hanya karena Ia iseng, namun sekarang responnya sangat berlebihan ketika Alexa berada di samping laki-laki lain. Semakin Alexa memikirkan ketidakjelasan Gerald, semakin Alexa ingin membuktikan ke Gerald bahwa memang tidak ada apa-apa diantara mereka. Semua respon yang diberikan Alexa ya sama, karena Alexa juga merasa bosan. Alexa berjalan mendekati Aldiansyah. Gerald menatap penuh amarah masih diposisinya. "Al, makasih buat pengutaraan cintanya. Gue mau Al pacaran sama lo", ucap Alexa tersenyum sambil memalingkan wajahnya agar dapat melihat reaksi Gerald. Gerald mengepalkan tangannya sambil menatap Alexa tidak percaya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN