Chapter 15 - Salah Paham

1207 Kata
Alexa sudah berada di kamar kostnya sambil berusaha merangkai kata-kata mengajak Aldiansyah untuk bertemu. Yap, hari ini Alexa harus jujur dan mengalah dengan perasaannya sendiri. Rasa yang dulu terlalu dalam untuk Aldiansyah memang sudah tidak sama. Semuanya telah berubah dengan hadirnya Gerald. Gerald membuat perasaan Alexa jungkir balik, mulai kesal, benci, hingga jatuh cinta. Siapa yang menyangka Ia akan jatuh cinta dengan dosen menyebalkan yang juga anak dari sahabat mamahnya. Siapa yang menyangka jika ciuman pertama dan hal istimewa dari dirinya, malah Ia berikan kepada Gerald. Gerald memang telah membuat Alexa mabuk kepayang. Merasakan rasa cemburu. Al... nanti boleh gak makan malem bareng? Ada yang mau gue bilangin. - Alexa Jatung Alexa berdegub kencang menunggu balasan dari Aldiansyah. Sesekali Alexa mengalihkan perhatiannya ke tayangan film yang sedang di putar di Tvnya. Dert... Dengan cepat Alexa meraih ponselnya. Boleh Xa, gue jemput ya nanti jam 7an. Gue ada futsal dulu. - Aldiansyah Kegelisahan dan rasa tidak enak Alexa semakin jadi. Ia takut apa yang akan Ia katakan akan menyakiti perasaan Aldiansyah, sahabatnya itu. Untuk mengurangi kegelisahannya, Alexa berusaha untuk merilekskan badannya hingga ketiduran. Suara alarm ponselnya membangunkan Alexa yang sudah terlelap. Buru-buru Alexa melihat jam yang tergantung di kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. Buru-buru Alexa mencuci muka dan bersiap-siap. Rasa takut melihat kesedihan di mata sahabatnya itu kembali menyelimuti perasaan Alexa. Alexa berdoa agar tidak ada drama setelah Ia jujur tetang perasaanya kepada Aldiansyah. Tok..Tok.. Aldiansyah terdengar memanggil Alexa. Alexa menarik napas panjang sambil membuka pintu kamarnya dan berjalan pergi. Alexa masih mencoba ceria, bercengkrama sambil membicarakan banyak hal. Mulai dari film, music, kejadian lucu di masa lalu yang pernah mereka lalui bersama. Mobil Aldiansyah akhirnya sampai ke cafe yang terlihat cukup ramai dengan anak muda. Mereka pun memilih menu makanan, Alexa seketika buntu harus mulai pembicaraan darimana. "Kenapa Xa tumben banget lo duluan yang ngajak gue ngedate?" tanya Aldiansyah santai. "Al, sebenarnya gue mau jujur sama lo tentang hubungan kita...", belum sempat Alexa menyelesaikan kata-katanya Aldiansyah sudah menjawab. "Iya Xa gue tau kok, hati lo sekarang gak ke gue lagi kan? Siapa Xa yang lagi deket sama lo? Anak mana? Baik gak? gue gak mau lo salah pilih pasangan Xa", Aldiansyah ternyata sudah berlapang d**a dan sadar bahwa hal inilah yang ingin Alexa sampaikan. "Al.. maaafin gue banget ya. Gue gak ada maksud buat coba-coba. Gue dulu emang sayang banget sama lo, dan beberapa minggu ini tuh gue bingung soal perasaan gue sama lo", tutur Alexa dengan wajah tidak enak. "Tenang Xa, gue sudah menerima dengan lapang d**a. Emang dari awal guenya aja yang telat buat bisa bareng lo", ucap Aldiansyah. Lalu mereka pun tertawa-tawa, mereka berjanji pertemanan diantara mereka tidak akan pernah berubah. "Jadi, sekarang siapa nih yang bisa buat hati lo berpaling dari gue?" tanya Aldiansyah usil. "Rahasia lah.. nanti lo ledekin gue", ucap Alexa membuat penasaran Aldiansyah. "Bukan Angga kan? Wah awas aja kalau itu anak?" tanya Aldiansyah curiga. Baru saja Alexa ingin mengucapkan bukan, namun sosok Gerald muncul. Ternyata tanpa Alexa sadari, Gerald mengaktifkan penanda lokasi yang menghubungkan antara dirinya dan Alexa. Jadi dimanapun Alexa berada Gerald dapat memantaunya. Gerald menatap Alexa dengan tatapan marah. Gerald paling tidak suka jika melihat Alexa bersama laki-laki lain selain dirinya. Tatapan Gerald seperti memberitahukan Alexa untuk datang ke padanya. Namun, bukan Alexa jika tidak membuat kesabaran Gerald hilang. Alexa malah tetap diam di kursinya sambil meminum jusnya. Tentu saja Alexa tahu bahwa Gerald pasti salah paham setelah melihatnya berdua dengan Aldiansyah sambil tertawa-tertawa. Namun Alexa benar-benar tidak suka jika Gerald sudah terlalu mengintimidasi dirinya. Seperti seluruh isi dunia harus memahaminya. Alexa dengan tenang menyerupu jus yang Ia pesan. Aldiansyah melihat kejadian tersebut tersenyum, "astaga kenapa gue baru sadar ternyata orang yang bisa merebut hati Alexa adalah dosennya itu, yang dibilang sedingin air laut, pak Gerald Gerald sudah tidak sabar, Ia melangkah dengan cepat mendekati Alexa. "Kamu ngapain disini? Malem-malem keluar? Ngapain?" tanyanya dengan nada kesal. " Ya terserah aku bukan urusan kamu, tau dari mana lagi kamu aku disini. Jelas kan gamungkin gak sengaja ketemu!" gerutu Alexa kesal. "Aku selalu tau lokasi kamu dimanapun, gak bisa kamu bohong-bohongin aku, selingkuhin aku. Aku tuh bakal jadi suami kamu. Mamah kamu tuh nitipin kamu ke aku!" ucap Gerald sengaja memberikan penekanan pada kalimat suami. Aldiansyah sudah tidak kaget lagi, karena Aldiansyah memang menyangka Geraldlah alasan yang membuat perasaan Alexa kepadanya hilang. "Kamu bukannya udah gak ada hubungan lagi sama dia ya?" lanjutnya bertanya kepada Alexa. "Ya emang udah nggak, ini juga ketemu sebagai temen sekarang. Udah dijelasin juga ke Aldiansyah", kesal Alexa dituduh, Ia menjawab pertanyaan Gerald dengan malas. Gerald masih tidak percaya, mungkin karena pengalamannya yang pernah diselingkuhi oleh wanita yang Ia cintai. Sejujurnya Gerald benar-benar ingin percaya Alexa, namun Ia terlalu takut kehilang Alexa. Gerald memutuskan menunggu Alexa di meja yang sama. Alexa masih dengan santai menghabiskan makanannya. Ia sangat kesal melihat respon Alexa yang sangat acuh. Gerald bekerja dari ponselnya sambil sesekali mengecek situasi apakah Alexa sudah selesai makan atau belum. "Yuk, pulang", ucap Gerald sambil menarik tangan Alexa. Alexa yang malas berdebat mengikuti arah tarikan Gerald. "Al, makasih banyak ya.. ati-ati di jalan Al. Sampai ketemu besok", ucap Alexa sambil melambaikan tangan mengucapkan pisah ke Aldiansyah. Aldiansyah hanya tertawa melihat tingkah Gerald dan Alexa. Sepertinya memang sudah tidak ada celah baginya. Gerald membukakan pintu mobilnya untuk Alexa dan mengarahkannya agar masuk ke mobil. Kemudian Gerald menyusul masuk. Di sepanjang perjalanan Gerald mengeluh karena kesal kenapa Alexa selalu bersama Aldiansyah, sedangkan harusnya Alexa sadar bahwa Ia milik Gerald. "Kamu kenapa si, Aldiansyah mulu Aldiansyah mulu. Kamu pengen buat aku kayak orang gila? Bentar lagi aku ributin yaa itu si Aldiansyah!" ucap Gerald kesal. "Yaa gue kan ngajak dia ketemu dengan maksud baik, gue bilang kalau sekarang gue emang udah gabisa sama dia, emang harusnya sahabatan aja karena gue udh jatuh cinta sama..", Alexa menyadari dia hampir berterus terang pada Gerald tentang perasaannya. Gerald yang mendengar Alexa jujur sedang jatuh cinta semakin kesal. "Sama siapa kamu jatuh cinta? siapa cowok yang diam-diam deketin kamu?" sentaknya sambil mengarahkan mobilnya ke ruas kiri jalan agar dapat berhenti. Alexa tidak habis pikir, kenapa respon yang dikeluarkan laki-laki di hadapannya ini selalu berlebihan jika menyangkut laki-laki lain. "Jatuh cinta sama kamu!!"bentak Alexa kesal. Gerald menatap Alexa. Wajahnya yang tadinya kesal perlahan berubah menjadi hangat. Senyum manis Gerald mempertegas lesung pipinya dan rahangnya. Gerald sangat senang sampai rasanya hatinya ingin meledak. Ia menarik wajah Alexa dengan lembut, mendekatkan ke wajahnya. Mencium Alexa dengan ganas. Alexa diam sesaat sampai akhirnya ciuman tersebut di balas dengan intensitas yang sama. Gerald mencoba menarik dirinya, namun upaya tersebut gagal. Gerald menarik Alexa kepangkuannya. Mereka berdua masih sama-sama di mobil. Kebetulan jalan yang mereka lewati memang sangat sepi. Tanpa lama-lama Gerald mulai menjelajahi tubuh Alexa dengan kedua tangannya. Membantu Alexa membuka pakaian bawahnya. Tidak lama, Gerald pun membuka celana yang Ia kenakan. Sesuatu yang keras telah menyentuh bagian terhangat pada Alexa. Sesekali Alexa menggeram keenakan, sampai akhirnya mereka berdua sampai pada puncaknya. Gerald buru-buru mencabut miliknya dari tubuh Alexa, Ia ingin menikahi Alexa terlebih dahulu sebelum merencanakan mempunyai anak. Mereka tersenyum bersamaan, sesekali Gerald mencium kening Alexa sambil bersandar di d**a Alexa. Merekapun bercanda gurau, sambil membetulkan pakaian dan kembali ke posisi semula. Setelah semuanya selesai, Geraldpun menancapkan gas mobilnya yang membawa Alexa ke rumahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN