Chapter 13 - Misi Merebut Gerald

1137 Kata
Luna mengendarai mobilnya dengan kesal, bagaimana tidak kesempatan Ia agar bisa kembali dengan Gerald semakin kecil. Di tambah Tante Ira sudah tidak mendukungnya. Siapa pula gadis pendek di samping Gerald tersebut. Jika dibandingkan dengan kecantikan dirinya, tentunya Luna merasa jauh lebih cantik. Secara badan Luna yang tinggi dan tubuh yang sempurna. Sedangkan wanita munggil yang menjadi tunangannya Gerald paling tingginya hanya 155 cm. Yaa memang lumayan cantik sih, cuma jika dibandingkan dirinya yang trendi, jelas Alexa sangat kalah. Luna memang tidak pernah berubah, tujuannya bertemu Gerald hari ini karena ingin membuat Gerald kembali bersamanya, agar ATM berjalan dia tidak hilang. Luna baru saja di campakkan oleh tunangannya yang dulu lebih Ia pilih daripada Gerald karena lebih kaya. Sepanjang mengendarai mobilnya Luna memikirkan cara agar mendapat dukungan Tante Ira kembali. *** Alexa sedang membereskan tasnya ketika mendengar ketokan pintu kamar kostnya. Tok..Tok.. "Alexa.." terdengar suara laki-laki yang tidak asing. Aldiansyah sedang menunggu Alexa membukakan pintunya. Tujuan Aldiansyah datang adalah ingin mengajak Alexa sarapan bersama. "Yaampun Al, pagi-pagi ngapain ke kostan? Gue bahkan belum mandi!" ucap Alexa. "Mau ngajak sarapan bareng dong, biar romansa cintanya berasa", canda Aldiansyah. "Yee.. bisa aja lo Al. Yaudah tunggu di depan dulu ya, gue mandi dulu sebentar", pinta Alexa. Aldiansyah menunggu di bangku dekat kostan Alexa sambil memainkan ponsel. Aldiansyah melirik ke arah mobil sedan yang baru saja masuk. "Seperti tidak asing", batinnya. Betul saja, sosok Gerald keluar dari mobil tersebut. Terlihat ekspresi Gerald seperti tidak senang melihat ada Aldiansyah di hadapannya. "Eh Pak Gerald, Pagi Pak", sapa Aldiansyah mencoba ramah. "Kamu ngapain di kostan Alexa pagi-pagi gini?" tanya Gerald sewot. "Oh.. biasa pak, urusan anak muda. Mau sarapan bareng", candanya. "Urusan anak muda, emang saya tua banget apa!" kesal dengan candaan Aldiansyah. Gerald lalu mengirimkan sebuah pesan ke Alexa. ngapain kok dia masih jemput-jemput kamu ngajak makan bareng? - Gerald Alexa yang beru saja selesai mandi mendengar notifikasi ponselnya segera menghampiri dan melihat pesan masuk. "Duh... Gerald kok bisa dateng pagi-pagi gini sih", batinnya. Bergegas Alexa berpakaian dan ke halaman tengah. Gerald melihat layar ponselnya, belum ada balasan dari Alexa. Baru saja Gerald ingin menghampiri Alexa ke kamarnya, tiba-tiba sosok Alexa sudah terlihat sedang berjalan menghampiri mereka dengan terburu-buru. Alexa berusaha tersenyum baik kepada Gerald berhadap Gerald tidak marah dan mengatakan yang tidak-tidak kepada Aldiansyah. "Eh Pak Gerald, pagi-pagi udah rapih aja pak? Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Alexa berusaha ramah agar tidak terlihat ada yang aneh di antara mereka oleh Aldiansyah. "Kamu mau saarapan sama dia?" tanya Gerald sambil melirik Aldiansyah ketika mengatakan dia. "Oh iya pak, namanya juga sahabatan, ya wajar kan sahabat ngajak makan temennya", ucap Alexa sambil melirik Aldiansyah dan memberikan kode. Aldiansyah sempat heran, kenapa harus Alexa menjelaskan status mereka ke Pak Gerald. Kalaupun ingin menjelaskan bukannya mereka sekarang statusnya sudah sepasang kekasih? "Saya ikut", pinta Gerald mendadak. Membuat Alexa dan Aldiansyah saling lihat. "Yah pak.. Bapak emang lagi gak sibuk? Bapak gak ke rumah sakit pak?" tanya Alexa hati-hati. " Ya saya mau sarapan dulu emang gakboleh dokter juga sarapan? Kalau maagh saya kambuh gimana?" elak Gerald. Dertt...Dert...Dert... Suara ponsel Gerald berbunyi. "Ya Halo? Oh ada yang urgent ya? Yasudah saya ke sana sekarang", ucap Gerald sambil menyelesaikan panggilan telefonnya. Alexa lega bukan main. Gerald terlihat agak kesal karena mau tidak mau Ia tidak jadi ikut mereka. "Saya gak jadi ikut, seneng kan kalian", ucapnya. "Yah.. nggak kok pak. Cuma gimana ya pak, namanya seorang tanpa tanda jasa, jadi kalau ada pasien yang membutuhkan mau gak mau harus siap sedia kan ya pak", ucap Aldiansyah memberikan alasan. Gerald hanya menatap Alexa sambil menyipitkan kedua matanya tanda curiga. Alexa hanya tersenyum lembar sambil mengatakan Dadah. *** Lega bukan main Alexa setelah mobil Gerald pergi. Alexa dan Aldiansyah sontak tertawa, entah apa yang mereka tertawakan. Aldiansyah memberikan helm yang sudah dia sediakan untuk Alexa, dan mereka pun berangkat ke tempat makan. Lokasi tempat makan searah Batu, tempat yang dingin dan rimbun. Sesekali Aldiansyah melihat Alexa dari kaca spionnya. "Dingin gak xa?"tanyanya khawatir. "Tangan lo masukin aja ke saku jaket gue, biar sekalian peluk-peluk dikit", candanya. Alexa hanya memukul Aldiansyah pelan "Yee.. emang lo maunya!" celetuk Alexa. Mereka telah sampai ke tempat sarapan soto yang terkenal di Malang. Alexa segera memesan soto ayam dengan telur puyuh dan minum teh manis panas. Aldiansyah juga ikut memesan menu yang sama. "Xa, Pak Gerald kenapa sama lo posesif banget yah? Kalah gue yang pacar lo sama dia" tanya Aldiansyah polos karena memang tidak tahu ada apa diantara Alexa dan Gerald. "Hahahha. yaa biasa ngerasa superior, namanya juga lebih tua yakan dari gue. Ditambah nyokap gue kan nitipin gue ke dia, jadi ngerasa kayak kakak gue ya mungkin", Alexa beralasan. Aldiansyah percaya-percaya saja dengan penjelasan Alexa tersebut, namun masih ada yang mengganjal di hatinya. Makanan yang mereka pesan telah sampai. Sesekali mereka mengobrol. " Xa, masuk jam 10 kan?" tanya Aldiansyah. "Iyaaah.. aman kok", balas Alexa. Tiba-tiba ponsel yang digunakan Alexa berbunyi. Satu pesan masuk dari Gerald. Awas jangan macem-macem ya kamu sama dia. Gaboleh pegangan tangan. Gak boleh sentuhan sama sekali!!!! - Gerald. "Yap.. masih saja superior itu cowok. Pacar juga bukan", batin Alexa. *** Gerald baru saja menyelesaikan operasi salah satu pasiennya, sampai akhirnya panggilan masuk dari ponselnya. Luna. Gerald sebenarnya malas untuk merespon Luna, namun Ia tidak tega, jika ada wanita yang menangis-nangis dan depresi. "Halo Lun, Ya ada apa?" tanya Gerald tanpa berbasa basi. "Hiks... Rald... hiks... aku belum bisa moveon, aku stress banget dengan gagalnya pernikahan itu. Bisa dengerin aku cerita gak rald? Luna berpura-pura sedih. Padahal Luna sendiri mempunyai rencana untuk mendapatkan hati Gerald kembali. "Yaudah, tapi gue ada jadwal ngajar sore nanti jam 4", ucap Gerald. "Gapapa Rald, aku ke kampus kamu aja ya?" tanya Luna. Gerald sebenarnya paling males jika Luna akan ke kampus, karena selain Ia tidak enak dengan dosen lainnya, Ia juga takut Alexa salah paham. "Emm.. gimana yaa Lun, yaudah deh", tutup Gerald. Gerald memasuki ruangannya dan bersiap menuju ke kampus. Sesampai di kampus Gerald mengetik pesan untuk Alexa, memintanya untuk ke ruangannya. Entah mengapa Gerald merasa rindu dan ingin tanya-tanya soal Breakfast datenya dia dan laki-laki itu. Namun Gerald mulai lega setelah mengingat-ingat statement yang telah Alexa katakan tadi pagi terkait hubungannya dengan Aldiansyah. Hanya teman. Kamu dimana? Keruangan aku ya. - Gerald Pesan Gerald membuat Alexa merasa sebal, karena seperti disuruh-suruh terus. Kelas Alexa baru saja selesai. Hari ini Sarah tidak masuk, dan Ayu pamit untuk langsung pulang. Sedangkan Alexa sedang bosan-bosannya untuk di kostannya. Apakah Ia harus izin untuk menginap di rumah Tante Ira ya? Setidaknya di rumah Tante Ira, Alexa bisa mengobrol dan bercanda gurau dengan Mbok Iyem kalau Tante Ira lagi sibuk. Alexa melangkahkan kaki menuju ruangan Gerald dengan malas. Sampai di satu titik Alexa berhenti ketika melihat sosok Luna masuk ke ruangan Gerald. "Hah ngapain itu kok dia dateng lagi sih?" batin Alexa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN