Pukul sudah menunjukkan jam tiga sore, Alexa dan Sarah bergegas meninggalkan kelas setelah dosen matapelajaran hari ini sudah lebih dulu menutup sesi kelas. "Xa langsung ke kostan?" tanya Sarah sambil berjalan beriringan menelusuri koridor kampus.
"Nggak Sar, gue mau nemenin Tante Ira dulu ke Malang Town Square, katanya mau belanja baju buat dia pake pas nemenin Om jadi pembicara ke luar kota", jawab Alexa. "Cie.. udah akrab banget sama mertua!" ledeknya. Alexa hanya menyikut Sarah sambil ikut terkekeh.
Mereka pun berpisah. Sarah menyusul Deon yang sedang berada di perpustakaan kampus sedangkan Alexa bergegas memesan ojek online dan ke lobby kampus. Alexa terbawa oleh lamunannya, memikirkan apa yang harus Ia katakan kepada Aldiansyah. Bagaimana tidak, Gerald sudah sangat menyebalkan, mendesaknya untuk memutuskan Aldiansyah.
"Mbak.. Mbak Alexa", suara laki-laki paruh baya membuyarkan lamunannya. Ojek online yang Ia pesan sebelumnya, ternyata sudah sampai. Alexa bergegas menggunakan helm yang diberikan bapak tersebut dan mulai menaiki. Belum sampai keluar dari area kampus, Alexa melihat mobil sedan Gerald yang baru keluar dari parkiran mobil. Pemandangan tersebut bukanlah hal yang aneh, namun yang membuat Alexa tidak memalingkan wajahnya karena ada sosok wanita yang duduk disamping Gerald. "Siapa wanita itu? Ngapain kok dia ada di samping Gerald? Apakah dosen di kampus ini?" batinnya. Namun wanita tersebut tampak tidak asing, Alexa seperti pernah melihatnya. Mungkin tidak secara langsung, melainkan di foto. Alexa terus memperhatikannya hingga mobil sedan tersebut melaju dan hilang di arah yang berbeda.
Di sepanjang perjalanan Alexa terganggu dengan apa yang baru saja Ia lihat. "Awas aja kalau si Gerald nyebelin itu punya cewek. Dia aja nyuruh gue putus sama Aldiansyah eh tapi dia malah boncengan sama cewek lain", batin Alexa sebelum ojek online yang Ia naikin berhenti tepat di halaman depan Malang Town Square. Niat Alexa sebelumnya adalah hari ini Ia akan benar-benar memutuskan Aldiansyah, namun setelah melihat kejadian tersebut Alexa langsung mengurungkan niatnya.
Setelah selesai memilih beberapa baju yang akan Tante Ira beli, Alexa ditawari Tante Ira untuk mengambil beberapa pakaian. Katanya sebagai ucapan terima kasih karena telah ditemani oleh Alexa. Alexa pun mulai melihat-lihat beberapa brand pakaian yang tergantung dan menetapkan pilihan pada dress berwarna peach dengan pendek selutut. Seteleh Tante Ira selesai membayar, Tante Ira mengajak Alexa untuk hangout di kafe sekitar rumahnya. Malas rasanya, namun Alexa terlalu segan untuk menolak permintaan sahabat mamahnya tersebut.
***
Mobil yang dikendarai pak udin sudah terparkir. Tante Ira dan Alexa bergegas turun dan dan masuk ke cafe tersebut. Baru saja membuka pintu, Tante Ira langsung mengoceh "Liat itu si Gerald sama si Luna ngapain coba ngopi berdua gitu", Tante Ira mencibir dengan tatapan jengkel. Alexa otomatis langsung melihat ke arah pandangan Tante Ira. Oh, ternyata itu yang Luna-Luna mantan terindahnya si Gerald itu, batin Alexa. Alexa memandang Luna dari ujung kepala hingga ujung kaki dan merasa minder. Cantik dan bertubuh model. Luna memang cantik, pantas Gerald begitu susah untuk membuka hati setelah putus dengannya. Info dari Tante Ira, Luna lah yang memutuskan hubungan dengan Gerald. Ia lebih memilih laki-laki lain yang lebih kayak dan sudah mapan. Lalu buat apa sekarang mereka bertemu? Siapa yang lebih dulu menghubungi? Astaga.. pasti wanita yang Ia lihat berdua dengan Gerald tadi, saat keluar dari kampus adalah Luna. Apakah Luna lah yang mendatangi Gerald? Atau Gerald lah yang mengundang Luna untuk bertemu? Pikira Alexa terus membuat tanda tanya.
Tanpa diduga-duga, Tante Ira melangkahkan kaki mendekati mereka. Gerald yang kaget melihat mamahnya bersama Alexa sontak berdiri. Alexa berusaha tenang, hanya diam memperhatikan Gerald dan mantan pacarnya itu. "Kamu ngapain disini nak? Mamah kira kamu abis dari kampus ke rumah sakit?" tanya Tante Ira sambil memperhatikan Luna dengan ketus.
Gerald masih terus memperhatikan Alexa, seraya ingin memberikan penjelasan. Luna yang menyadari bahwa ada wanita cantik yang usianya cukup jauh di bawah dia bertanya-tanya siapa kah Alexa. Yang Luna tau Gerald tidak mempunyai saudara. Luna dan Tante Ira dulunya sangat dekat, hingga akhirnya Tante Ira mengetahui kebusukan Luna yang selalu memanfaatkan uang Gerald dan akhirnya meninggalkan Gerald demi laki-laki tua yang lebih kaya.
"Ini mah, Luna tadi ke kampus dia cerita sedang ada masalah sama tunangannya", ucap Gerald menjelaskan. Alexa yang mendengar itu semakin tidak bisa membendung perasaan kesalnya dan sangat terlihat jelas dari raut wajahnya. Ia merasa Gerald terlalu baik pada Luna. Apakah Gerald masih mencintai Luna?
Gerald yang daritadi sudah memperhatikan reaksi Alexa, sadar betul, Alexa seperti jengkel melihat Luna. Namun yang Gerald tidak tahu apakah Alexa cemburu atau hanya ikut-ikutan mamahnya yang bersikap tidak suka dengan Luna. Gerald memang sudah memanfaakan Luna atas apa yang terjadi di masa lalu mereka, namun Gerald tidak ingin kembali pada Luna, karena Gerald sudah menetapkan hatinya dan menentukan pilihan. Awalnya Gerald juga kaget, bagaimana bisa Luna tahu kampus tempat Ia mengajar. Namun Gerald melihat Luna yang mendatanginya dengan menangis, membuat hatinya tidak tega. Gerald memang berhati dingin, namun Ia paling tidak bisa melihat wanita menangis. Alasan Luna mendatanginya karena Luna ingin meminta maaf kepada Gerald. Luna merasa apa yang terjadi padanya saat ini adalah karma akibat telah menyakiti Gerald berserta keluarganya.
Gerald sendiri membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa melupakan Luna, hingga Alexa datang ke kehidupannya yang membawa angin segar di hatinya.
"Alah, alasan aja. Paling dia abis ditinggalin sama laki-laki itu, terus dia pengen balik sama kamu. Mau manfaatin kamu lagi karena kan ATM berjalannya pergi", cibir Tante Ira.
"Bukan gitu Tante, saya memang tulus ingin meminta maaf atas apa yang pernah saya lakukan hingga menyakiti hati Gerald dan juga Tante", bela Luna. Terlihat wajah Luna penuh dengan penyesalan dan tulus.
"Yasudah, saya sudah lupakan juga kok yang dulu-dulu. Saya sudah maafkan. Gak usah berlama-lama, ini Gerald juga sekarang sudah mau tunangan. Ini tunangannya di samping saya. Anak saya", ucap Tante Ira sambil memperkenalkan Alexa sebagai tunangan Gerald.
Alexa yang sedang minum, hampir saja tersendak mendengar ucapan Tante Ira. Yaa memang Ia sudah sering mendengar dari Gerald bahwa Ia dan Gerald telah di jodohkan, namun, Ia tidak mengira hal tersebut benar sampai hari ini Tante Ira sendirilah yang berbicara.
Alexa merasa tersudutkan ketika Tante Ira terus menatapnya. Apa yang harus Ia lakukan? Apakah Ia harus berpura-pura marah-marah? Atau pura-pura mesra? Namun sebelum actingnya di mulai Tante Ira seperti memberikan sinyal agar Alexa mengakui bahwa Ia adalah tunangan Gerald ketika Luna menenggok ke arahnya.
Alexa terpaksa mengangguk dan mulai mendekati Gerald. "Sayang, jangan lama-lama ngobrol sama temen kamunya. Ayo makan malam sama aku sama mamah", ucap Alexa manja sambil menggandeng lengan Gerald, berusaha menunjukkan hubungan mereka di depan Luna. Hati Alexa berderu dengan cepat. Gerald menoleh ke arah Alexa. Matanya menatap Alexa lembut sambil tersenyum memperhatikan. Gandengan Alexa berubah menjadi genggaman yang ditautkan oleh Gerald. Gerald lalu mencium tangan Alexa memperlihatkan bahwa Alexalah orang yang Ia cintai.
Tentu saja Gerald melakukan hal tersebut bukan karena di sengaja, melainkan spontanitas Gerald yang memang mencintai Alexa. Tidak lama Luna berpamitan pulang.
"Yaudah Rald, terima kasih untuk hari ini. Aku pamit pulang dulu. Makasih Tante Ira, senang berjumpa dengan tante lagi dan Salam kenal ya Alexa", ucap Luna berusaha ramah. Tante Ira hanya mengangguk masih dengan wajah yang menunjukkan ketidaksukaan. Sedangkan Alexa tersenyum ramah.
"Iya hati-hati ya Lun", ucap Gerald.
***
Saat makan malam bersama, Gerald memilih duduk di samping Alexa. Tante Ira beranjak untuk ke ke kamar mandi. Gerald tiba-tiba yang tadinya cool berubah manja. "Ciee, tadi cemburu ya liat aku sama Luna?" tanyanya sambil mencubit-cubit lembut lengan Alexa.
"Apa sih, nggak tuh! Tadi kan Tante Ira yang kode-kode ke aku", ucap Alexa sebal di ledek. Yaa memang si tadi dia kesal, tapi apakah itu cemburu?
Dengan cepat, Gerald mencium gemas pipi Alexa yang sontak membuat Alexa kaget dan memandang Gerald. Lengan Alexa berusaha mencubit Gerald yang sedang tertawa gemas. "Gerald emang ganteng banget yaampun", batin Alexa yang terkesima dengan lesung pipi yang ditunjukkan Gerald. Tiba-tiba Alexa merasa minder. Orang seperti Gerald memang sepertinya lebih cocok dengan sosok Luna, jika dibandingkan dengan dirinya.
Tante Ira yang telah kembali dari kamar mandi tersenyum-senyum dari jauh melihat tingkah kedua anaknya tersebut. Yap, Alexa sudah dianggap anak tentunya oleh Tante Ira. Mereka bertigapun melanjutkan makan malam dan setelah selesai bergegas pulang.