Chapter 11 - Dipaksa Putus!

1253 Kata
Tok..Tok..Tok.. Suara ketukan kamar terdengar dari kamar Alexa. Alexa yang masih malas-malasan untuk bangun terpaksa harus melangkahkan kakinya meraih gagang pintu. Sekilas, Alexa melihat jam dindin yang berada di atas pintu kamarnya. Waktu masih menunjukkan pukul 09.00 pagi. Kebetulan di setiap hari selasa Alexa memang masuk jam satu siang. "Alexa...... gue masuk yah. Pengen cerita nih sama lo soal kejadian di Bali.. hihihi gue sama Deon udah hihihih", ucap Sarah malu-malu. "Aduh.. masuk dulu deh kalau mau cerita vulgar gaenak nanti di denger rakyat kostan", ucap Alexa sambil menyuruh temannya tersebut untuk bercerita di dalam kamar. Secara suara Sarah super menggelegar. "Xa.. hihihi gue abis hihii", belum sempat Sarah melanjutkan ceritanya Alexa sudah paham betul apa yang telah terjadi antara temannya dan Deon tersebut. "Yeee dasar c***l lo, pagi-pagi ceritanya erotis.." ucap Alexa. Sebetulnya apa yang terjadi dengan Sarah juga terjadi pada dirinya. Namun Alexa terlalu malas untuk membahasnya, yang pertama karena mungkin hal tersebut terjadi karena Alexa terlalu khilaf, kedua yaa karena Alexa merasa hal tersebut tidak didasari rasa suka. Oke, mungkin hanya Alexa yang mulai tertarik dengannya, sedangkan Gerald tidak. "Xa.. respon dong.. gue udah cerita panjang lebar ya Xa..." colekan Sarah menyadarkan Alexa yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. "Iya-iya gue denger kok.."balas Alexa. "Coba apa aja yang gue udah omongin tadi?" tanya Sarah sebal. "Hehehe... maaff gue dengernya cuma sampai lo abis kayak gitu sama Deon", Alexa jujur. "Tuhkan... emang dasar ya lo! Bodo ah gue gamau ngulang ceritanya.. Eh Xa, lo mandi dong, kita duduk-duduk cantik di kantin kampus dulu yuk sekalian makan siang disana", pinta Sarah. "Ah gamau ah, gila lo ya Sar, ini tuh masih jam 09.00 pagi. Gamau ah.. masih bisa nih tidur satu jam. Lo mah enak kemarin pulang naik pesawat, lah gue mobilan", tuturnya. "Ya tapi kan walaupun gue naik pesawat, tapi elo lebih enak. Semobil sama Pak Gerald yang kegantengannya super layak dipertontonkan. Ditambah semobil sama keluarganya lagi, udah berasa jadi menantu kan lo.." Sarah tidak mau kalah debat. "Eh Xa, btw, lo beneran tuh serius nerima Aldiansyah? lo ngelakuin hal itu karena kasian atau karena kesel sama Pak Gerald yang super protective sama lo?" lanjutnya. "Nah itu Sar.. kayaknya gue butuh advice lo deh", ucapan Sarah membuat Alexa seketika bangun dari kasurnya dan mulai duduk di sofa kecil dekat tv. "Jadi gini Sar, emm.. gue tuh emang dulu suka banget suka sama Aldiansyah, tapi perasaan gue sekarang gue juga gak ngerti. Gue sayang sama Aldiansyah, karena dia sahabat gue dari dulu kan.. ya walaupun sempet berantem lama, tapi... semenjak gue ketemu si Gerald gila, perasaan gue tuh jadi gimana gitu. Masa ya Sar, gue deg-degan kalau deket si Gerald sekarang. Dan lebih parahnya..." Alexa terhenti, membuat mata Sarah secepat kilat melotot memberikan isyarat agar Alexa melanjutkan ceritanya. "Em.. gue gak sengaja makingout sama Gerald Sar", belum selesai Alexa melanjutkan ucapannya Sarah sudah histeris melihat kegilaan temannya tersebut. Bagaimana tidak, untuk Alexa itu adalah pertama kalinya. "Wah gila lo Xa bisa tidur sama cowok seganteng, perfect kayak Pak Gerald!" teriak Sarah, membuat Alexa secepat kilat menutup mulutnya dan memberi isyarat agar tidak berisik. Yaa maklum namanya juga di kostan, dinding-dinding bisa berbicara. Apalagi kebanyakan yang kost di tempat Alexa adalah mahasiswa yang berkuliah di kampus yang sama dengannya. "Ih Sar, jangan teriak gitu. Malu tau gue, Gerald kan dosen di kampus kita, nanti kalau ada yang denger gimana", Alexa menasehati temannya. Sarah terlihat mulai tenang dan mengangguk-angguk. "Oke gue lanjutin ya.. Gue juga gatau kenapa bisa kejadian gitu Sar. Pertama mungkin karena Tante Ira sama Om lagi keluar ya.. Sedangkan Mbok Iyem mungkin lagi di kamarnya atau gatau kemana. Kedua, saat itu Gerald lagi super annoying tiba-tiba masuk ke kamar gue, ngomel-ngomel nasehatian abc buat nyuruh gue putus sama Aldiansyah. Dia bahas-bahas soal perjodohan gue sama dia yang gatau kapan dan apa bener." ucap Alexa. "Wait jadi lo sama Gerald di jodohin Xa? Wah pantesan aja Pak Gerald segitunya sama lo, yaa walaupun elo bukan tipenya yaa.. tapi mungkin dia udah keburu nerima buat jadi jodoh lo dan janji buat jagain lo", ucap Sarah mengambil kesimpulan. "Nah itu dia, gue juga gatau. Terus karena gue males berdebat sama dia, pas dia tanya gue udah putusin Aldiansyah atau belum gue jawab aja udah. Gimana dong Sar kalau dia tau gue belum putus.. Gue juga gaenak kali sama Aldiansyah belum juga seminggu jadian masa gue harus putus si Sar", renggek Alexa. "Aduh Xa, gimana ya.. Backstreet aja kali Xa tiap di depan Pak Gerald?" usul Sarah. "Hmm.. backstreet gimana ya? Tapi boleh di coba si saran lo. At least gue udah bener-bener coba jalanin hubungannya ini sama dia ya Sar. Kalau emang pada akhirnya perasaan gue semakin jelas gue akan cut off hubungan ini dan minta tetep jadi teman kayak biasa aja. Toh dia juga bilang gapapa buat coba dulu aja", Alexa meyakinkan hatinya. Setelah perbincangan kecil tersebut, Alexa memtuskan untuk bersiap-siap ke kampus. Sementar Sarah, sibuk dengan tayangan yang sedang di putar di Tv. *** Dert... Kamu dimana? Kelas jam 1 ya? Ke ruangan aku dulu. - Gerald Pesan dari Gerald sontak membuat Alexa sedikit tersendak. "Sar.. duh... belum juga gimana-gimana si Gerald udah nyuruh gue ke ruangan dia lagi", curhat Alexa sambil menunjukkan layar ponselnya. "Sebentar.. Aldiansyah lagi jalan kesini nih Xa. Kita chatan aja ya", ucap Sarah sambil melihat keberadaan Aldiansyah yang sudah duduk di samping Alexa. Yaudah sekarang lo bilang sama Aldiansyah kalau lo mau ke toilet dulu. Biar gue yang nemenin dia dulu sambil nunggu ayang beb gue - Sarah Setelah membaca pesan dari Sarah, Alexa bergegas memberi isyarat akan ke toilet. Alexa mempercepat langkah kakinya dan menjauh. Tok..tok..tok.. Alexa mengetuk pintu ruangan Gerald. "Masuk", terdengar suara dari dalam. Alexa melangkah masuk sambil menarik nafas panjang. Pasti akan berakhir dengan perdebatan, batinnya. "Kenapa Pak manggil saya?" tanya Alexa. "Kamu belum putus juga sama si Aldiansyah? Kamu tuh kok bisa-bisanya si bohongin saya? Mamah kamu tau kamu tukang boong gini?" suara Gerald meninggi sambil menatap Alexa dengan tajam. "Udah kok pak udah putus", Alexa masih berusaha menutupi. "Bohong!" kelakar Gerald sambil mengetuk meja di hadapannya. Tidak lama Gerald berdiri mendekatkan diri kepada Alexa. "Xa, kan udah aku bilang kamu itu jodoh aku. Kenapa si Xa susah banget putus sama dia? Kamu juga baru jadian, sedangkan kita sudah sampai" ucapan Gerald terhenti ketika tangan Alexa berusaha menutup mulutnya. "Pak, bisa gak kalau di kampus jangan bahas urusan pribadi? Bapak kalau kayak gini kayak gaada profesionalnya", Alexa kesal mendengar Gerald yang terus mengungkit kejadian cinta satu malamnya tersebut. "Saya gak bisa kalau harus lihat kamu deket sama dia. Sama SEMUA COWOK DI KAMPUS INI", ucap Gerald menekankan suaranya. Alexa merasa tidak enak, pertama dia tahu dia salah karena berbohong. Tapi bagaimana bisa laki-laki ini begitu mudahnya tahu kalau Ia sedang berbohong. "Kamu harus putusin dia hari ini Xa, atau aku yang akan ngomong sama dia langsung!" ancam Gerald. Melihat keseriusan Gerald Alexa buru-buru menganggukan kepalanya. "Yaudah kamu boleh keluar, udah mau mulai tuh jam pelajaran kamu", ucapnya. Tanpa basa basi Alexa langsung melangkahkan kakinya keluar. Berlari ke arah kantin duduk di samping Aldiansyah dan menatapnya dengan tatapan tidak enak. Melihat reaksi Alexa, Sarah tahu pasti, bahwa Gerald berbicara sesuatu terkait masalah pribadi mereka. Ketauan ya Xa kalau lo belom putus sama Aldiansyah? - Sarah Alexa yang sudah melihat pesan masuk dari Sarah hanya bisa mengangguk. Ayu yang tidak tahu masalah apa yang sedang terjadi hanya memperhatikan kedua temannya tersebut. Pukul sudah menunjukkan jam 1 siang. Mereka bertigapun bergegas meninggalkan kantin. Berpamitan dengan Aldiansyah dan Deon yang masih sedang asik makan sambil berbincang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN