Chapter 20. Ditolak dan Menolak

1155 Kata

Rani baru saja keluar dari ruang kerja menuju pantry, tapi langkahnya terhenti, saat dari ujung koridor, ia melihat Arka berdiri menunggu. Tatapan pria itu langsung mengunci dirinya, seolah sengaja menunggu momen itu datang. “Ran, berhenti sebentar!” Arka mendekat, menahan langkah Rani yang ingin menghindar. “Aku mau ngomong empat mata sama kamu.” "Apaan sih, Ar?" Rani mendengus pelan. “Minggir lah, jangan di sini! Sekarang ini lagi jam ker—” “Tolong, sebentar aja!” Arka mencondongkan tubuh, suaranya lebih pelan. “Ran, gimana kalau kamu hamil anak aku? Pikirin soal itu! Aku beneran akan tanggung jawab.” "Kamu apaan sih, Ar!" Rani menoleh tajam. "Aku nggak akan hamil anak kamu," bisiknya tegas. "Apa?" Arka mengernyit, lalu menggeleng. “Nggak, kamu bisa hamil anak aku, Ran. Malam tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN