Khusus untuk Ren

1611 Kata

Suasana di meja makan malam itu terasa sunyi dan canggung. Yang terdengar hanyalah suara sendok yang beberapa kali mengenai piring. Papa dan Mama juga tampak ragu untuk menyapa Kaito, takut akan mendengar kalimat tak mengenakkan lagi dari laki-laki yang kini mulai berubah menjadi judes itu. “Jadi, apa yang mau Papa sama Mama kasih tau ke aku? Tadi Mama bilang itu akan buat aku seneng. Yuk, kita buktiin apakah itu emang bener berhasil buat aku seneng,” ucap Kaito setelah mengunyah lalu menelan makanannya. Mama langsung tersenyum lebar, senang karena Kaito yang lebih dulu membuka obrolan di ruangan yang sejak tadi senyi senyap itu. “Sebentar lagi Ren akan lulus.” Ren tersentak dan spontan berhenti mengunyah makanannya yang masih cukup kasar. Kedua matanya hanya menyorot sendu pada piri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN