Tentang Pengakuan Cinta Lagi

1673 Kata

Sore itu, Mama tengah menyirami tanaman yang ada di halaman rumah. Dia tersenyum, manis sekali. Entah senyuman itu karena memang dia sangat menyukai aktivitas menyiram tanaman, atau karena Kaito tidak marah lagi padanya. Beberapa kali Mama bersenandung karena saking senangnya dan menikmati aktivitasnya saat ini. Beberapa kali juga dia mengamati bangunan mewah yang berada di sisi kirinya, rumahnya. Sebentar lagi rumah itu hanya akan ditinggali oleh tiga orang yang memang adalah keluarga Sanjaya yang sebenarnya. Sebentar wajah Ren tidak akan terlihat di sana. Ah, membayangkannya saja sudah sangat membuat Mama senang. “Selamat sore, Dek Sarah,” salam seseorang. Mama langsung menghentikan aktivitasnya kemudian menengok ke sisi kanannya. Di sana, tampak Nenek sedang berdiri dengan jarak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN