Kaito kembali menatap langit. Tangannya bergeser sedikit untuk menggenggam tangan kanan Ren dan tangan kiri Minami. Tangan Minami telah berhasil dia genggam, tetapi tidak dengan Ren. Kaito menoleh ke arah kakaknya itu dan mendapati tangan yang dia incar sedang menjadi bantal. Ren ikut menoleh dan tersenyum, kemudian mengangkat kepalanya sedikit dan memberikan tangan kirinya pada Kaito. Kepalanya kini tak lagi menatap langit, melainkan terus tertuju pada Kaito. Alasannya bukan hanya agar tak terasa sakit, tetapi visual Kaito adalah pemandangan terindah baginya. “Ayo, kita saling membahagiakan satu sama lain,” ajak Kaito. Jantung Minami berdetak semakin tidak karuan. Jadi, apakah dia siap menggenggam tangan Ren? Lalu, tiba-tiba matanya membelalak. Jika masih bisa semakin membelalak, mung

