“Maksud Kak Ren?” “Aku nangkepnya dia pingin putus dan kembali bersahabat kayak dulu. Yah, sebenarnya aku nggak mau ikut campur soal ini. Tapi, aku pingin kamu punya hubungan asmara yang baik, di mana kamu dan pasangan kamu sama-sama bahagia.” Kaito menggigit bibir bawahnya. Bola matanya bergerak ke samping, memikirkan perkataan Ren. “Tapi kalo kamu emang cinta sama dia dan pingin perjuangin cinta itu, ya jangan putus.” Kaito kembali melihat pada Ren. “Aku nggak cinta sama Minami. Sebenarnya cukup mengherankan juga, dia yang cantik, pinter, baik dan tenang itu masih nggak berhasil buat aku jatuh cinta.” Senyum Kaito mengembang. “Aku akan omongin ini sama Minami.” *** Hujan deras mengguyur hampir seluruh kota. Atap-atap rumah yang ditimpa oleh layaknya air terjun itu menciptakan suar

