Perlahan mata Kaito terbuka. Penampakan langit-langit kamar adalah yang pertama masuk dalam pandangannya. Dia tersenyum tipis. Tidurnya selalu nyenyak jika bersama Ren. Namun, kali ini rasanya jauh lebih nyenyak lagi. Rasanya benar-benar nyaman dan menenangkan. Ren yang tadi malam mengusap-usap kepala Kaito seolah melakukannya hingga pagi hari. Entah itu benar atau tidak, pikir Kaito. Masih dengan posisi berbaring, kepala Kaito menengok ke sisi kanannya, tempat Ren tidur. Sayangnya tak ada Ren di sana. Ini adalah salah satu yang tidak Kaito sukai. Dia selalu menginginkan bahwa Ren adalah orang pertama yang dilihatnya saat membuka mata dan menjadi yang terakhir saat dia akan menutup mata. Kaito beranjak dari posisi tidurnya. Bokongnya masih betah menempel di atas tempat tidur. Dia lalu

