“Kemarin kejatuhan batu.” Akhirnya Ren mau menjawab pertanyaan Minami. “Eh. Kok bisa? Gimana ceritanya? Aku tau kamu nggak ceroboh dan justru berhati-hati banget sama keadaan sekitar. Kejadiannya di mana? Sekolah? Di sekolah kita lagi ada renovasi gedung, ‘kan?” “Cerewet.” Minami tersentak. Setelah sering disebut berkepribadian kalem, kini untuk pertama kalinya ada yang menyebutnya cerewet. Ren berbalik badan untuk kembali menyebrang. “Ren!” Minami memegang pergelangan tangan Ren. Tentu dia tidak sadar melakukan itu. Itu adalah gerakan refleks karena dia tidak ingin hanya memiliki waktu sesingkat itu bersama Ren. Ren menoleh dengan posisi tubuh membelakangi Minami. Dia sendiri juga cukup terkejut. “Biarin aku obatin luka itu.” “Nggak.” Minami melepas genggaman tangannya lalu

