“Aku lupa, Ma. Gara-gara kaget plus seneng banget pas liat ada Kak Ren di sana.” Senyum Mama memudar sedetik. Muak sekali rasanya mendengar Kaito yang tak henti-hentinya berbicara tentang Ren. “Oh iya, Kai. Malam ini Papa lembur. Kamu tidur sama Mama, ya?” “Hah? Em, nggak mau.” “Lho, kenapa?” “Malam ini aku tidur sama Kak Ren.” Ren menoleh sedikit pada pada Kaito yang berada di atas punggungnya. “Mau aja, Kai.” “Aaah .… Aku nggak mau, Kak Ren. Cuma bareng Kak Ren aku bisa tidur nyenyak.” “Ck. Mana ada kayak gitu.” “Ih. Beneran, Kak Ren.” “Udah. Tidur sama Mama aja. Tempat tidur aku terlalu sempit untuk kita berdua.” “Kak Ren ngerasa sempit? Kok baru bilang sekarang? Kalo gitu entar malam aku lebih ke pinggir tidurnya biar Kak Ren nggak ngerasa sempit lagi.” Ren menghela napas

