Satu kata itu keluar dengan cepat dari mulut Ren. Dia terkejut bukan main. Udara malam terasa dingin, akan tetapi entah mengapa atmosfer di sekitar Ren terasa begitu panas. Kalimat Papa yang begitu menghujam jantungnya itu juga sanggup memberikan kancingan yang begitu kuat di pangkal tenggorakan Ren. Jika diperhatikan dengan jelas, hampir tak terlihat pergerakan pada tampak luar d**a Ren yang biasanya kembang-kempis karena bernapas. Ren terkekeh. Entahlah. Dia sendiri bingung bagaimana bisa kekehan itu tiba-tiba keluar dari mulutnya. “Ren, kamu ngerti ‘kan maksud kami?” tanya Mama yang takut jika Ren tak berhasil menangkap maksud mereka setelah melihat responnya yang hemat bicara, terdiam sejenak hingga akhirnya ditutup dengan kekehan. Sebenarnya cukup mustahil jika Ren tidak mengert

