Sorakan itu kian riuh terdengar. Bahkan kebisingannya bisa tiga kali lipat dari yang biasa Binar dengar saat bekerja di jam siang. "Gimana?! Seru kan?!" Menolehkan kepala, ia dapati Tara yang melempar cengiran padanya. Mengangguk, Binar yang baru saja mengantar minuman untuk wanita itu kembali menjatuhkan pandangan ke arah ring pertandingan. Ternganga saat tubuh besar seorang pria diangkat tinggi, sebelum kemudian dibanting seperti sebuah benda. Astaga! Ini benar-benar jauh lebih mengerik*n dari pertandingan yang pernah dilihatnya. "Santai Bi, lo juga bakal terbiasa kalau nanti udah legal masuk shift malam." Terkekeh, Tara meneguk minumannya. Merasa terhibur dengan raut wajah Binar yang terkejut. Membuat gadis itu tampak lebih ekspresif. "Kak Tara ada keperluan apa memangnya?" Saat m

