"Lo yakin? Apa ini nggak terlalu cepat—aduh! Oy! Sakit!" Ares mengerang kesal saat Alden menggeplak kepala bagian belakangnya. "Maaf, gatel tangan gue dengerin lo ragu-ragu begitu." "Tau, aneh lo, Res. Malah tanya kita, kan lo yang jalanin." "Ck! Bukan begitu," mengela napas panjang, Ares menyandarkan tubuh pada sandaran sofa yang berada di belakangnya dengan kaki bersilang. "Gue nggak ragu, justru, sempat kepikiran untuk bawa hubungan gue sama Patricia ke jenjang yang lebih serius. Cuma ... Ya, gitu," mengedikkan bahu, Ares mengacak rambut, "dia masih semangat kejar karir. Gue jadi bimbang. Nggak mau jadi penghalang." Bersedekap tangan, Nathan mengangguk samar, "gue paham maksud baik lo. Tapi, meskipun kalian menikah, Patricia masih bisa mempertahankan karirnya gue rasa. Toh, ada bany

