Ares yang baru saja mengambil segelas air, hendak kembali memasuki kamar. Setelah perjalanan tanpa tujuan yang dilakukannya bersama Binar, cukup meredakan sesak dari patah hati atas penolakan yang Patricia lakukan. Sekarang, yang diinginkan Ares adalah mengistirahatkan tubuh serta pikiran. Tapi suara bel tanpa henti yang tak sabaran mengusiknya. Melarikan pandangan pada penunjuk waktu yang tergantung di dinding ruang tengah. Jarum jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Lalu, siapa yang bertamu tak tau waktu di luar sana? Ah, apa mungkin ... Binar? Ck! Mau apalagi gadis itu? Apa dia tidak lelah? Jangan bilang, berniat menginap di apartemennya. Kalau memaksa, sekitar dapur mungkin cukup untuk gadis itu tidur. Kej*m? Astaga, tidak. Ares baik, dia hanya sedikit tak suka berbagi

