Seolah memilki radar akan keberadaan Ares, Binar yang sebelumnya nyaris terkantuk-kantuk, segera menegakkan tubuh sembari menolehkan kepala. Merekahkan senyuman, saat sosok yang ditunggu akhirnya datang. "Udah bal—aduh!" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tubuh Binar di dorong kasar oleh Ares. Membuat gadis itu menyingkir dari depan pintu apartemennya. Suasana hati tengah buruk, dia tak mau menambahkannya dengan keberadaan gadis itu. "Tunggu!" Membuka pintu cepat, Ares hendak menutupnya, tapi dengan sigap, Binar mengulurkan kaki sebagai penghalang, membuat Ares tak bisa menutup pintu. Hal itu dimanfaatkan oleh Binar, dengan segera, ia menyusup masuk ke dalam apartemen Ares. Mengabaikan seruan protes dari sang pemilik. Bodo amat! Binar menunggu hingga kakinya kesemutan, badan pegal d

