Luka Lama - 55

1918 Kata

Nicho tergesa membuka pintu, menatap pria paruh baya yang berbaring di tempat tidur, dengan sebuah infus yang terpasang di tangannya. Menelan ragu, Nicho memutuskan untuk melangkah masuk ke dalam. Setidaknya, dia memastikan jika kondisi sang Papa memang baik-baik saja. "Pa," panggilnya pelan, membuat Tony yang sebelumnya tenggelam dalam lamunan, sembari menatap langit-langit kamar, menolehkan kepala pada putra pertamanya. "Kamu sudah pulang?" Mengangguk singkat, Nicho meraih salah satu tangan Papanya yang tak terpasangi infus. "Kenapa tidak di rumah sakit saja? Papa bisa dapat perawatan lebih maksimal." Tony tersenyum hambar, "bosan jika harus di sana. Lagipula, Papa baik-baik saja, hanya butuh istirahat." Mengela napas, Nicho berusaha untuk tak memaksa. Walau sejujurnya, rasa khawat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN