Menutup pintu kamar, Binar memperbaiki tas selempang yang ia gunakan. Mengerutkan kening, gadis itu berderap menuju dapur saat mendengar suara batuk yang kian intens. "Nenek sakit?" Yuni yang baru saja meneguk minuman, meletakan gelas ke atas meja, menolehkan kepala, menatap sang cucu yang tampak rapi. "Mau kemana? Katanya masuk malam?" alih-alih menjawab, ia justru berbalik melempar tanya. Sejujurnya, saat Binar mengatakan jika hari ini masuk jam malam, ia merasa khawatir. Tapi seperti biasa, gadis itu selalu mencoba menenangkannya. Yuni tau Binar bisa menjaga diri, terlebih, cucunya memiliki kemampuan bela diri yang cukup mumpuni, tapi ... Hal itu masih belum cukup membuatnya tenang. Entah, nanti malam bisa memejamkan mata atau tidak. Karena memikirkan kepulangan Binar. "Tadi dapat

