Keesokan harinya, Leya terbangun agak siang. Ia sengaja tidak memasang alarm karena ingin menikmati hari liburnya. Ia hanya menyikat gigi dan membasuh wajah, lalu turun ke lantai satu. Salah satu kebiasaan buruk Leya ialah malas mandi pagi dan belum berubah meski ia sudah berumah tangga. Masih sama seperti biasanya, rumah itu sepi seolah tak berpenghuni. Paduan suara alat dapur pun sudah tidak terdengar karena waktu sudah menunjukkan pukul 09.43. Leya celingukan di ujung tangga dan melihat pintu kamar Vian tertutup seperti biasa. “Pagi, Non Leya. Mau sarapan sekarang?” tanya asistennya yang baru muncul dari dapur. “Pagi, Bi. Nanti aja sarapannya, belum pengen makan,” tolak Leya dengan sopan. “Baik kalau begitu,” jawab asisten itu seraya mengangguk pelan. “Mmm... Bi, Kak

