Malam pukul 23.25, kebetulan Leya belum tidur karena baru saja selesai menonton drama Korea. Karena persediaan minuman di kamar sudah habis, ia harus ke dapur untuk mengambil minum sendiri. Bisa saja ia memanggil asistennya, namun tentu ia tak ingin merepotkan. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Leya celingukan mencari sumber suara tersebut. Satu persatu pintu ia perhatikan. Namun, tak ada tanda-tanda pintu yang terbuka. Ia mulai bergidik ngeri. Tak ingin berlama-lama di dapur, Leya tidak menuang air ke dalam gelas, ia justru membawa botol yang baru diambil dari dalam kulkas dan membawanya ke kamar dengan setengah berlari. Sesampainya di kamar, rasa takutnya justru semakin bertambah. Ia melirik ke arah pintu ruang gantinya, tempat pertama kali ia dikerjai oleh Vian. Bukannya

