Part 10

968 Kata
Pagi yang cerah, tepatnya pada pukul 6.15 Fanya sudah menginjakkan kaki di sekolah. Tidak ada angin ataupun hujan, hari ini Fanya memang berniat sekali untuk berangkat sepagi itu. Koridor sekolah pun masih sangat kosong, tidak ada tanda-tanda murid yang berlalu lalang. Yang terlihat hanyalah bapak-bapak cleaning service di sekolah yang sedang membersihkan lantai. Fanya melangkahkan kakinya secara perlahan namun pasti untuk menuju kelasnya, karena ia tahu betul dikelas pasti masih kosong, dan mana mungkin ada siswa yang berniat berangkat sepagi ini, yang ia tahu biasanya sekolahan yang ia tempati akan ramai pada akhir bel tanda masuk, yaaa sekitar jam 07.00 lah. Sesampainya di kelas, Fanya langsung menaruh tas dan duduk di bangkunya lalu mengeluarkan benda pipih serta earphone kemudian memasangkan earphone tersebut di kedua telinganya. Bad Things- Machine Gun Kelly ft Camila Cabello Dengan mata terpejam, Fanya mulai menikmati alunan musik yang ia dengarkan. Rasanya sangat tenang sekali, mendengar kan musik tanpa ada yang menggangu ketenangan nya. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 06.59, Fanya yang baru menyadari sahabat seperjuangan nya itu sudah ada di samping tempat duduknya langsung melepaskan earphone yang ia gunakan tadi. "Eh Nad, kapan nyampe?" Tanya Fanya . "2 jam lalu, pas upin-ipin selesai cukur rambut." " Upin-ipin mana ada rambut." "Upin punya satu kok" "Semerdeka lo deh." Fanya pun memasangkan kembali earphone ke kedua telinga nya itu. Namun ditahan oleh tangan Nada yang langsung mengambil earphone milik Fanya. "Balikin Nad!" Teriak Fanya. Namun Nada tak menggubris ucapan Fanya, yang sudah menyuekinya kurang lebih 30 menitan, ia terus memegang earphone Fanya dengan erat agar si pemilik earphone tersebut tidak dapat mengambil nya. "Nada balikin kagaa!!" Ujarnya sambil berusaha mengambil earphone di genggaman Nada. Nada pun tak tinggal diam, dia semakin mempererat genggaman nya. "Nad! Apa-apaan si!" "Lo yang apa-apaan, dari tadi gue dicuekin!" Ketusnya, "nih." ia pun mengembalikan earphone itu kembali kepada pemilik nya. "Uluh-uluhh jadi gara-gara dicuekin toh. Maaf dehh" Fanya mencubit kedua pipi sahabatnya gemas. "Pipi gue sakit!" keluhnya yang langsung menepis kedua tangan Fanya agar berhenti mencubit pipinya. Fanya pun menghentikan cubitannya.  "Maafin gue yaa. Nanti gue traktir mie ayam plus minumnya deh." Bujuk Fanya, sambil mengalungkan tangannya dileher Nada. "Iya gue maafin. Tapi janji lo bakalan traktir gue." Tanya Nada memastikan. Fanya melepaskan tangannya dari leher Nada. "Giliran ada embel-embel traktiran aja baru mau di maafin." "Mau di maafin ga nih?" "Iya iya gue traktir, kalo perlu kantinnya gue beli buat lo." Nada hanya terkekeh mendengar balasan Fanya. ******** "Fanya kantin yuk, Lo kan udah janji mau traktir gue." "Iya ayo." Sahutnya. Sesampainya di kantin, Nada dan Fanya pun langsung mencari tempat duduk yang masih kosong untuk mereka berdua tempati. Mereka pun akhirnya dapat menemukan tempat duduk yang masih kosong. "Fanya gue pesen makanan nya dulu ya." Fanya hanya berdeham menanggapi nya .Nada pun beranjak dari tempat duduk nya untuk memesan makanan. "Bu mie ayam 2 sama es jeruk 2 ya. GPL." Pesan Nada yang menekankan kata akhir nya yaitu "GPL". 15 menit kemudian, Nada sudah kembali dengan membawa dua mangkok mie ayam dan dua es jeruk. Pake panampan yaa, soalnya kalo gak dibawa pake panampan bakalan ribet urusan nya "Nih, punya lo." Fanya pun menerima dan langsung memakan mie ayamnya dengan cepat. "Perasaan gue yang laper. Kenapa jadi lo yang lahap banget. Kaya orang baru ketemu makanan aja." Sindir Nada sambil menyeruput es jeruk nya. Dilain sisi  ternyata sudah ada seseorang yang sedang memperhatikan tingkah Fanya dari jauh. Ia sangat gemas dengan perempuan yang sedari tadi tidak bisa membuat pandangannya beralih kepada yang lain. Padahal siswi di sekolahnya itu sangat banyak yang lebih cantik dan mayoritas perempuan sangat mengagumi Devan. Ya... Seseorang yang memperhatikan Fanya itu adalah Devan. "Ohok ohok"  Saking lahapnya Fanya makan, ia sampai tersedak tulang yang ada di mie ayamnya. Dengan segera ia pun langsung mengambil es jeruk dan meminumnya. "Tulang sialan! Pake buat gue keselek lagi." "Tulangnya lebih sial gara-gara lo makan tuh." Timpal Nada, yang hanya dibalas tatapan benci oleh Fanya. Dan ini adalah kesekian kalinya, Devan dibuat tersenyum oleh tingkah lucu Fanya. Ia tak tahan ingin menghampiri Fanya untuk sekedar mengobrol dan bercanda dengannya. Karena setiap ia bertemu dengan Fanya, pasti selalu saja bertengkar. Nada yang baru menyadari Devan memperhatikan Fanya, langsung menyenggol lengan Fanya pelan. "Eh lo lagi di liatin tuh sama ka Devan." Fanya memicingkan matanya. "Palingan juga lagi ngeliatin Lo." "Bisa jadi tuh." Tanpa Nada sadari, Fanya kini sedang mencuri-curi pandangan Devan dengan sangat hati-hati agar sahabatnya itu tidak mengetahui apa yang Fanya lakukan. Dilihatnya Devan sedang mengobrol dengan teman-temannya, sesekali Fanya melihat Devan tertawa yang membuat jantung Fanya berdetak lebih kencang. "Fanya..." Panggil Nada, Fanya pun langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, asalkan jangan ke arah Devan agar  Nada tidak heboh karena Fanya ketahuan memandangi Devan. "Apa si?" "Ke kelas yu." ajaknya. "Hmm." *** Bel pulang sekolah pun berbunyi, seluruh siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang. "Fanya ayok pulang." Pinta Nada "Lo keluar duluan, gue nyusul." "Okedeh." Nada pun keluar kelasnya duluan dan meninggalkan Fanya yang sudah sendirian di kelasnya. Fanya mengambil handphone nya di saku rok seragamnya dan mengetik sesuatu dengan cepat, kemudian ia masukkan kembali benda pipih ke dalam rok nya itu. Dan bergegas menyusul Nada yang sudah mendahului nya. "Ayo cuss." Mereka berdua pun pulang ke rumahnya dengan menggunakan mobil Nada. Di perjalanan, tak henti-hentinya Fanya tersenyum sendiri sambil menatap handphonenya yang selalu ada di genggam nya. Sementara itu, seseorang sudah menunggu hampir 30 menit di taman sekolahnya itu untuk bertemu dengan perempuan yang membuatnya rela menunggu seperti ini. Seseorang itu kembali membuka aplikasi w******p dan jarinya mengetikkan pesan kepada perempuan yang sudah membuatnya menunggu lama. 6282******** Woy lo dimana? Gue nunggu hampir mau sejam di taman!  (14.00) Fanyazhr 1-1 (15.00) Devan membulat kan matanya ketika pesan itu masuk, dia baru sadar ternyata ini hanya akal-akalan Fanya untuk balas dendam padanya karena kemarin Devan juga mengerjai Fanya. Deva kesal di buatnya, ia langsung meninggalkan taman kemudian mengendarai motornya untuk pulang kerumah. Chat Fanyazhr Gue tunggu di taman. (13.40) 6282***** Ngapain? Mojok? Fanyazhr Ngembaliin jaket. 6282******** Oke (13.45) 6282******** Woy lo dimana? Gue nunggu hampir mau sejam di taman!  (14.00) Fanyazhr 1-1 (15.00) Fanya yang tak bosan membaca chatnya dengan Devan tak kuat menahan gelak tawanya, rupanya tampang Devan saja yang ganteng tapi otaknya tidak berfungsi sama sekali. Fanya tertawa puas! Dendamnya kini sudah terbalaskan!!   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN