"BAA!" Cia sontak berhenti serta memejamkan matanya. Mengelus dadanya yang jantungnya berdetak begitu kencang. Lalu, membuka matanya dan menatap tajam seorang cowok di depannya, yang nyengir tanpa rasa dosanya. "Bintang! Kaget tahu!" Cia kesal. Setiap bertemu dengan cowok di depannya ini, pembawaannya ingin selalu emosi. "Mau ke mana, cantik? Mau bolos, ya?" Bintang bertanya dengan bermaksud menggoda. Lantas, gadis itu membulatkan matanya dan menggeleng cepat. "Suudzon aja. Cia mau ke toilet. Bintang sendiri mau ngapain? Mau turun kelas ke kelas sepuluh?" tanya Cia. Pasalnya, Bintang kelas dua belas. Tapi berkeliaran di kelas sepuluh. Sungguh, Cia benar-benar kesal dengan cowok modelan seperti Bintang ini. "Iya mau. Asal satu kelas plus satu kursi sama lo." Bintang menaik-turunkan al

