35. CHOICE

1867 Kata

Sesuai permintaan gadis itu semalam yang katanya hanya ingin mengobrol. Revan dan Cia duduk di salah satu cafe yang sering Revan serta para sahabatnya kunjungi. Revan menatapi wajah Cia yang terlihat begitu lesu di depannya. Tidak seperti biasanya. Rasanya, ia kehilangan setengah jiwanya. Karena sekarang, separuh jiwanya berada di Cia. Yang nggak bucin, diem, ya. "Lo mau ngomong apa?" Revan akhirnya bertanya. Dari awal mereka duduk, Cia sama sekali tidak membuka suaranya. Revan pun demikian. Cia memundurkan gelas berisikan jus alpukat yang ada di depannya. Lalu, menatap lurus mengarah Revan. Terlihat, cowok itu menampilkan raut wajah serius. Seakan siap mendengarkan apa yang akan Cia katakan. "Kemarin Cia ketemu Kak Amanda." Revan cukup terkejut. Pasalnya, nama Amanda sudah lumayan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN