Revan menghentikan mobilnya tepat di hadapan gedung bertingkat itu. Cia menatap ke atas. Melihat betapa tingginya bangunan itu. Lalu, beralih menatap Revan yang tengah melepaskan seatbelt-nya. "Kita ngapain ke sini, Kak?" tanya Cia. "Kan udah gue bilang, acara penting," jawab Revan menekankan di kata terkahir. Cia menganggukan kepalanya. Lalu membuka pintu mobil pada saat Revan juga membuka pintu dan keluar dari mobil. Cia terpaku saat Revan tiba-tiba saja ada di hadapannya. Cowok itu mengulurkan tangannya, membuat Cia mengerjapkan matanya speechless. "Ayo, kita udah di tunggu." Revan semakin mengulurkan tangannya saat Cia tidak menggapai tangannya. Lalu sedetik kemudian, gadis itu tersenyum senang. Menggapai tangan hangat itu dan menggenggamnya erat. "Ayo!" ----- Cia mengedarka

