"Kak Revan mau kuliah di Jerman? Kenapa jauh banget?" Setelah membaca selembar kertas berisi bahwa Revan diterima di salah satu universitas ternama di Jerman, tentu Cia merasa sangat sedih serta kecewa. Mengetahui bahwa dirinya sebentar lagi akan ditinggal pergi, dan akan menyandang status LDR. Tidak tahu Cia bisa menanggung itu semua. Secara ia sudah cinta mati dengan cowok itu. Namun, Cia ingin berpikiran dewasa. Sekali lagi, ia tidak ingin menjadi pacar yang begitu merepotkan untuk Revan. Sebisa mungkin ia menyamakan pola pemikiran Revan. Walau terkadang, itu sangat sulit untuknya. "Tapi kalo lo nggak mau, bisa gue tolak." Mendengar Revan berkata seperti itu, Cia langsung menggeleng cepat. "Nggak, Cia nggak larang kok. Lagian, pendidikan itu penting. Kalo Kak Revan sukses, yang

