45. DON'T CRY

479 Kata

Sangat tidak terasa. Tepat pada hari ini, Cia akan berpisah dengan pangerannya. Kenapa akhir-akhir ini waktu rasanya berjalan begitu cepat? Padahal dulu, ia sempat mengeluh karena waktu berjalan begitu lambat. Ingin cepat bertemu dengan hari esok. "Cia nggak mau ikut ke bandara. Ntar nangis," cicit Cia kepada Mila yang sudah lelah membujuk gadis galau itu. "Lo bakal nyesal kalo nggak ikut. Gue berani tanggung jawab. Gue sama Daffa bakalan putus kalo lo nggak nyesel," ucap Mila. Ia berani mengatakan itu karena sangat tahu bagaiamana Cia. Mungkin belum saja Revan naik pesawat, gadis itu sudah uring-uringan penuh penyesalan. "Jadi, Cia harus ikut?" "Yaiyalah! Ya Allah, kenapa gue harus punya temen se-telmi ini sih." Cia menggerutu. Tega sekali Mila mengatainya pada saat hatinya sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN