Cia duduk di depan TV menonton drama kesukaannya dengan beberapa cemilan berserakan di sebelahnya. Bukan hanya cemilan, tetapi juga sekotak tisu untuk persiapan jika adegan mengharukan akan mengaduk-aduk hati lembutnya. "Kayanya kalo Kak Revan ke Jerman. Nasib Cia mungkin kayak Kapten Ri." Cia bergumam sendiri. Menempatkan dirinya seperti Kapten Ri yang ditinggal pergi oleh Yoon Se-Ri. Ia yang menonton saja menangis. Apalagi merasakannya. Cia mengambil sehelai tisu. Menyeka air matanya yang akan kembali turun. Mungkin, saat keluarganya datang nanti. Mereka semua akan bertanya-tanya mengapa mata Cia begitu bengkak. Gadis itu berdiri dari duduknya untuk mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja kecil. Memeriksa, berharap ada notif dari Revan setelah setengah hari lamanya ia tinggal

