Setelah bersiap, Cia dan Mila keluar dari kamar. Lalu terkejut melihat Rayhan yang duduk di depan TV dengan pakaian yang sudah sangat rapi. Pertanyaan mereka, kakak Cia itu ingin pergi ke mana? "Kak Rayhan mau ke mana?" tanya Cia. Mila mengangguk, "Iyanih. Udah ganteng aja malem-malem." Rayhan berdiri, seraya tersenyum menatap adik serta sahabat adiknya itu. "Kakak mau antar kalian. Mau kan?" Seketika mata Mila berbinar. Ia mengangguk antusias membuat wajah sumringah Rayhan semakin terlihat. Cia tersenyum kikuk. Ia takut, jika Revan mengetahui ini, pacarnya itu akan berpikiran macam-macam. Memang benar, semalam Rayhan sudah mengatakan bahwa ia hanya bercanda alias mengerjainya. Namun, siapa tahu? Pikiran Revan selalu saja negatif semenjak kedatangan Rayhan. "Ayo, Cia! Bengong aja."

