DIRUMAH SAKIT …
“hallo nak kevin…ini om sama tante mau mengabarkan , kalau besok keadaan RARA semakin membaik, RARA boleh pulang”
“oh ,..bagus itu om,…semoga rara cepat sehat ya om, sekali lagi kevin mohon maaf hari ini mungkin kevin tidak bisa datang dulu ya om, maaf saya tidak menepati janji saya untuk datang siang ini, tapi bukannya tidak mw datang, saya sedang ada meeting dadakan saat ini, saya mohon maaf ya om,…”
“ia, gk pa-pa nak, tadi pagi kan kamu udah datang, mungkin karena terburu-buru ya, makanya kamu gak sempat permisi sama om dan tante”
“oh ia om, tante….”
“ya udah kalau begitu besok saja datang nya”
“ia om, titip salam sama tante dan rara ya”
“ia nak”
Tut…tut…tuutt….
Telpon itu terputus
“nak, kevin,…nak kevin kamu sangat anak yang baik, takut saja menyakiti perasaan orang lain, memang kali ini mungkin aku tidak salah memilih calon mantu dan buktinya rara juga bersedia…”(gumam papa rara dalam hatinya)
*******************************
· KEVIN
“PASTI TADI PAGI DEVIN KESANA, DAN ORANG TUA RARA JADI SALAH PAHAM, MEREKA MENGIRA ITU AKU,….YA AMPUN,…PANTAS RARA TIDAK MENOLAK,…DIA PASTI MENGIRA, AKU DEVIN, WAJAH KAMI KAN SAMA, TAPI
KALAU RARA MELIHAT AKU, PASTI RARA AKAN MENGENALI MANA DEVIN DAN
MANA AKU, KARENA PEMBEDA KAMI CUMA DI BEKAS LUKA INI, (KEVIN MENYAPU BEKAS LUKA YANG ADA DI TANGAN KANANNYA)
BEKAS LUKA AKIBAT DULU AKU HARUS BEKERJA KERAS DEMI MEMBESARKAN ADIKKU DEVIN, AKU RELA MENJADI KULI BANGUNAN, DAN LUKA INI SAAT AKU JATUH TERTIMPA BATU , AH…MASA LALU YANG SANGAT MENYEDIHKAN, APA YANG HARUS AKU LAKUKAN, AKU TAKUT ORANG TUA RARA AKAN MENYADARI HAL INI, APAKAH RARA TAU KALAU DEVIN PUNYA KEMBARAN?, YA TUHAN KALAU SEMPAT ITU TERJADI, KACAU JADINYA NANTI RENCANA INI”
HATI DEVIN KACAU BALAU, EA GELISAH…..SAMBIL MENUNGGU APA KABAR DARI DEVIN TENTANG MASALAHNYA INI
*******************************
DEVIN SUDAH BERADA DI DEPAN KANTOR DITA …, TAK BERAPA LAMA, DITA PUN KELUAR
“sayang,….kita ke restoran di seberang jalan ini yuk…!”
“ayuk, ada yang mau aku bicarakan padamu dita”
“aku juga ada mau di bicarakan sama mu sayang”
“ok, kita kesana sekarang”
Dalam beberapa menit DITA dan KEVIN sudah sampai ke restoran itu…
“sayang kamu pesan makanan yang mana?”
“terserah kamu aja”
“ok,…mbak yang ini dua y”( sambil menunjuk menu makanan kepada pelayan restoran itu)
“ia mbak,…tunggu sebentar ya mbak”
“ia…”
“dita kata mu tadi ada yang mau di bicarakan,…apa?”
“kamu, juga, y udah kamu aja duluan!”
“ngak usah, kamu aja!”( suruh devin)
“bener ni gak pa-pa aku duluan?”
“ia sayang”
“kamu jangan terkejut ya”
“ia apa sayang”
Rara meletakkan sebuah kotak kecil kehadapan devin
“apa ini sayang?”
“buka aja”
DEVIN PUN MEMBUKA KOTAK ITU, BEGITU TERKEJUTNYA DEVIN KETIKA ISI KOTAK ITU ADALAH SEBUAH ALAT PEMERIKSA TES KEHAMILAN (TESPEC) , DAN ADA GARIS DUA DI SANA
“MAKSUDNYA INI APA SAYANG?”
“AKU HAMIL SAYANG,…DAN INI ANAK KAMU”
“APAaaaaaa?????” (DEVIN TERKEJUT SEKALI, PADAHAL HARI INI DIA INGIN
MENGATAKAN PADA DITA , BAHWA DIA INGIN MENIKAHI RARA, TAPI MALAH SEBALIKNYA, KENYATAAN NYA, MALAH DITA HAMIL, DAN TENTUNYA DIA INGIN PERTANGGUNG JAWABAN DARI DEVIN)
“Kamu kenapa sayang, apa kamu meragukan anak ini, apa kamu lupa apa yang sudah kita lakukan waktu di bali”
SPONTAN DEVIN MENGINGAT MASA-MASA INDAH ITU BERSAMA DENGAN DITA WAKTU DI BALI , DITA DAN DEVIN, PERGI KEPANTAI,…MEREKA SAMA-SAMA
MABUK SAAT ITU, TANPA ADA RASA RAGU, KARENA MEREKA BERDUA SEDANG
DI MABUK CINTA, HAL YANG TIDAK DI INGINKAN ITU PUN TIBA-TIBA SAJA TERJADI, DEVIN MENGAMBIL KESUCIAN DITA DENGAN TANPA PAKSAAN, SEBAB SAAT ITU DITA JUGA SAMA-SAMA SEDANG DI MABUK CINTA,…..
SEKETIKA DEVIN TERSENTAK DARI LAMUNANNYA
“sayang,,,,sayang…kamu kenapa?”
“ti..ti..tidak sayang, aku percaya bahwa ini anak ku, sudah berapa bulan sayang?”
“aku juga baru mengetahuinya semalam, tiba-tiba aku merasa pusing, dan aku memanggil dokter ke rumah, dan ternyata kata dokter aku hamil . dan rencana hari ini aku mau mengajak kamu untuk ke rumah sakit, agar kita tahu, usia kandungan ku ini sudah berapa bulan, kamu mau kan, menemani aku?”
“ia sayang (devin menggenggam tangan dita erat), aku akan menemanimu sayang, aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku”
DITA TERSENYUM BAHAGIA , EA MENYANDARKAN KEPALANYA DI BAHU DEVIN
“MAKASI ya sayang “
“ia…aku mencintaimu”
HATI DEVIN SAAT INI SANGAT KACAU, DI SATU SISI DIA HARUS MENYAKITI PERASAAN RARA DAN ORANGTUANYA, DAN DI SISI LAIN, DIA TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN DITA YANG SAAT INI SEDANG MENGANDUNG ANAKNYA.
***************************
SELESAI MENGANTAR DITA KE RUMAH SAKIT , DEVIN PUN PULANG KE RUMAH
“devin….bagaimana?”
Devin hanya terdiam,….dia tidak menjawab apapun atas pertanyaan kevin
“devin, apa yang terjadi?, devin….jawab aku “(teriak kevin)
“bang….. dita hamil” (teriak devin)
“apaaa?”
“ia bg, aku tidak bisa meninggalkannya……aku harus menanggung jawapi nya”
“apa kamu yakin itu anak mu?”
“ia aku yakin “
“berapa kali kamu sudah melakukannya sama dita?”
“satu kali bang”
“kapan?”
“ waktu aku di Bali bang”
“jadi usia kandungannya sekarang sudah berapa lama?”
“4 minggu bang, tadi aku membawanya untuk melakukan pemeriksaan ke rumah sakit”
“devin,….apa yang sudah kamu lakukan,….apa yang akan terjadi pada RARA nantinya”
“ia bang, aku tau, tapi apa yang harus aku lakukan,…aku bingung, kita harus bicara dengan rara , kamu harus bertemu dengan nya bang, agar semua nya jelas”
“ia, kamu benar, bagaimana kalau malam ini kita menemui RARA, tapi aku harap orangtua RARA jangan sampai mengetahui masalah ini,…apakah kamu bisa mengatur nya devin?”
“ia bang , bentar aku telpon RARA dulu”
DEVIN PUN MENELPON RARA
“hallo ra, “
“hallo sayang, “
“bagaimana keadaan kamu”
“baik, sayang”
“oya, aku mau ke sana, apa orangtuamu ada d sana?”
“oh PAPA dan MAMA lagi pulang sayang,…sebentar , tu barusan aja pergi”
“oh…aku mau kesana sayang”
“ooh,..kamu mau ngomongin rencana pernikahan kita ya,…jangan buru-buru sayang, besok aku sudah pulang kok, kita bicarakan itu di rumah saja ya..”
“bukan itu sayang, ada masalah lain, aku ke sana ya”
“ok kalau begitu sayang”
Telpon itu devin tutup..
“bang, sekarang kita kesana , selagi orangtua rara tidak ada di sana, ayo bang”
“ia, ayo”
KEVIN DAN DEVIN PUN BERANGKAT KE RUMAH SAKIT SESAMPAINYA DI SANA, DEVIN DULUAN MASUK KE DALAM RUANGAN RARA
“SAYANG…..”
“RARA,……….,ada yang mau aku bicarakan padamu”
“apa sayang?”
“sebelumnya aku mau mengenalkan seseorang dulu padamu”
“siapa?”
“masuk bang”
TIBA-TIBA KEVIN MASUK, BETAPA TERKEJUTNYA RARA , MELIHAT KEMIRIPAN MEREKA, RARA HAMPIR TIDAK BISA MEMBEDAKAN MANA PACARNYA, CUMA YANG MEMBEDAKAN HANYALAH PENAMPILAN RAMBUT NYA, DEVIN SEDIKIT PANJANG, SEDANGKAN KEVIN, BEGITU RAPI, BAK SEPERTI PRIA ELEGAN, YANG MEMILIKI KEPRIBADIAN YANG CUKUP DEWASA.
“DIA……DIA….”
“dia kevin, dia kembaran aku, dialah abang ku”
“hai mas kevin,( rara mengulurkan tangannya, dan kevin menyambutnya
dengan wajah yang begitu dingin tanpa ekspresi)
“benar kata devin , mas kevin ini sangat dingin orangnya”(gumam rara dalam hati)
“ada yang mau aku bicarakan rara”
“apa sayang, ceritakan saja”
“aku harap kamu mengerti dan menerima kenyataan ini”
“apa cepat katakan”
“SAYANG sebenarnya, …yang menabrak kamu itu bukan aku, tapi bang kevin”
“apa?””””
“ia, RARA…. Benar, aku yang telah menabrak mu”
“benar rara, dan bang kevin jugalah yang telah berjanji pada papa dan mama mu, agar menikah dengan mu”
“apa?(rara terkejut bukan main)”
“ia rara, papa mu yang memaksa aku untuk bertanggung jawab dengan mu, ia ingin aku menikahimu”
“tidak, tidak mungkin,….kenapa mas kevin menerimanya?, mas kevin jahat, mas kan tau aku pacarnya adik mas”
“maafkan aku rara, awalnya aku tidak mengetahui bahwa rara, yang menelpon devin malam itu adalah rara kamu,…jadi aku tidak tahu bahwa kamu itu rara pacarnya devin”
“aku benci kamu mas,….kenapa kamu dengan mudahnya menerima tawaran papa itu”
“aku terpaksa RARA, karena aku merasa sangat bersalah telah membuatmu seperti ini”
“mas kevin tidak perlu bertanggung jawab, aku yakin ini bukan sengaja,…jadi untuk apa mas merasa bersalah”
“karena waktu itu kamu dalam kondisi kritis RARA, aku tidak bisa menolak”
“pergi….pergi dari sini…aku benci kamu mas kevin,….aku benci….!”
“tapi rara,…kalau kamu menolak juga tidak apa-apa…”
“pergi aku bilang,..aku tidak mau mendengar apapun lagi dari mas kevin, pergi..!”
“tapi rara…”
“cukup bang,…kamu pergi dulu , biarkan aku bicara sendiri dulu dengan rara”
“baik lah kalau begitu, rara aku pamit”
KEVIN PUN KELUAR DENGAN RASA SANGAT BERSALAH……SEKALI
“SAYANG, tolong jangan marah sama bang kevin, dia melakukan ini semata-mata ingin menyelamatkan nyawamu”
“tapi dia tidak perlu menjanjikan apapun”
“ia terpaksa sayang”
“ok , aku bisa menerima, tapi bagaimana papa dan mama, mereka akan tetap menginginkan kita menikah, kamu tahu….”
“ia aku tahu, hal inilah yang ingin aku katakan, maaf mungkin ini menyakitkan buatmu, tapi aku tidak bisa menikah dengan mu RARA”
“apa…..kenapa sayang, apa aku tidak pantas jadi istrimu, apa kamu tidak mencintaiku?”
“rara , aku bukan lelaki yang baik buatmu, aku laki-laki b***t , aku yang tidak pantas berada di sisimu, dan tidak pantas jadi suamimu”
“kenapa sayang” (rara menangis, air matanya terus membasahi pipinya, ea tidak sanggup mendengar kenyataan pahit yang begitu bertubi-tubi harus dia dengar)
“aku salah selama ini , telah membohongimu”
“maksud kamu apa?”
“sebenarnya, DITA teman sekantormu itu adalah pacarku, bukan pacar bang kevin”
“apa…..?, kamu tega devin sama aku, kamu selingkuhin aku,…..sakit devin hati ini”
“RARA , sekali lagi maafkan aku, tapi bukan aku menyelingkuhi dirimu, tapi dirimulah selingkuhanku”
“ya tuhan,…ternyata selama ini aku selingkuhan kamu”
“ia , maafin aku rara”
“berarti dita juga kamu bohongi devin….kamu jahat, laki-laki b******n….aku benci kamu, “
“aku mohon maaf rara, aku tidak bisa menikah dengan mu, karena aku memilih dita, karena aku mencintainya”
Kalian berdua sama jahatnya,…adik kakak, sama-sama b***t,…pergi kamu dari sini, pergiiiii…!”(teriak rara)
“baik,..aku pergi rara,….maafin aku, kalau aku salah, …tapi bang kevin tidak salah rara, dia ingin menolongmu,….”
“pergi, aku bilang, pergi (rara teriak histeris)
Sehingga suster datang melihat nya..
Kevin dan devin pun keluar,…dari rumah sakit itu
“bang, semua sudah selesai, aku sudah mengatakan semuanya pada rara”
“tapi bagaimana nanti orang tua rara kalau sempat mengetahui masalah ini?”
“aku tidak tau bang, mungkin mereka akan membenci kita”
“ya tuhan…..apa yang harus aku lakukan”
Kevin sangat kwatir, dia mengkwatirkan rara dan juga orangtuanya.
**********************