Sudah dua hari rara belum juga sadarkan diri, papa dan mama mulai kwatir, begitu juga dengan kevin.
“kevin apa yang harus kita lakukan nak,…rara juga belum siuman”
Kevin tiba-tiba datang mendekati rara, kemudian ea memberanikan diri, di elusnya rambut rara, sambil menangis ya, tentunya tangis penyesalan.
“rara, maafkan aku , aku sudah buat kamu begini, sadarlah rara, aku siap bertanggung jawab atas apa yang sudah terjadi padamu , bagunlah, orangtuamu, dan juga aku sangat mengkwatirkan mu, aku berjanji kalau kamu sadar, aku akan bersedia menjadi suamimu, aku berjanji, aku akan menepati janjiku pada papamu, sadarlah…rara, ini semua salahku,…..bangunlah “ (sambil menangis ,…kevin sudah tak malu lagi menangis di depan orangtua rara, ea sungguh merasa bersalah)
“kevin, kamu jangan menyalahkan dirimu terus,..nak…” papa rara menyemangati kevin
Tiba-tiba sesuatu keajaiban terjadi….tangan rara bergerak, seperti memberi respon atas ucapan kevin
“pa,…tangan rara bergerak lihat!”
“ia, ma, cepat panggil dokter”
“ia om ,tante”
Setelah beberapa kali di periksa dokter, papa dan mama rara jadi penasaran,
“dok, bagaimana rara?”
“itu respon yang baik , pak, buk… ada kemungkinan rara akan segera siuman, kita tunggu saja dalam beberapa jam ke depan, bapak dan ibu terus berdoa ya”
“ia dok, terima kasih”
“saya permisi dulu ya”
“ia dokter”
“alhamdulillah ya ayah,….semoga rara cepat sadar”
“ia buk”
*************************
*RARA
DALAM KETIDAK SADARAN KU, AKU SEPERTI SEDANG BERADA DALAM SEBUAH RUANGAN , TIBA-TIBA AKU MELIHAT DEVIN DATANG KEARAHKU, TAPI PANDANGANKU KENAPA ANEH, DEVIN TERLIHAT ADA DUA , SATU DATANG DENGAN MEMBAWA BUNGA MAWAR MERAH, DAN SATUNYA LAGI MEMBAWA BUNGA MAWAR PUTIH. AKU BINGUNG HARUS MEMILIH BUNGA YANG MANA,….DAN YANG MANA DEVIN YANG KU CINTA, AKU BINGUNG…TIBA-TIBA SOSOK PAPA KU DATANG DAN MEMBERIKAN TANGAN DEVIN YANG MEMBAWA MAWAR PUTIH UNTUK KU, AKU ANEH…KENAPA PAPA MELAKUKAN ITU UNTUK KU, DAN AKU HANYA DIAM, TERUS MENGIKUTI PERINTAH PAPA. DEVIN YANG MEMBAWA MAWAR PUTIH ITU MEMBAWA AKU PERGI JAUH MENINGGALKAN DEVIN DENGAN MAWAR MERAHNYA.
HINGGA BAYANGANNYA TAK KU LIHAT, TIBA -TIBA MATAKU TERBUKA, AKU TERSADAR DARI PINGSANKU, YANG SUDAH ENTAH BEBERAPA HARI LAMANYA.
*****************
“RARA……kamu udah sadar sayang,,,,,,,,?, PAPA dan MAMA sangat kwatir sekali”
“ma, rara kenapa?”
“kamu kecelakaan sayang”
“udah berapa hari rara pingsan ma?”
“dua hari sayang”
“ma,…hanphone rara mana?”
“sayang kamu jangan mikirin yang lain dulu…kesehatanmu yang lebih penting nak,….”
“tapi ma?”
“papa udah nelpon bos kamu semalam, papa udah permisikan kamu kok sayang”
“ia pa….”
****************
RARA
“DEVIN, KEMANA KAMU, KOK KAMU GAK PERNAH HUBUNGI AKU SIH,…PADAHAL AKU SUDAH DUA HARI DI RUMAH SAKIT, APA KAMU TIDAK TAU AKU MENGALAMI KECELAKAAN SAAT INI, HATIKU SAKIT DEVIN, KAMU BERUBAH , TIDAK SEPERTI DULU, KAMU SEMAKIN TIDAK MEMPERDULIKAN AKU” (GUMAM RARA DALAM HATI NYA YANG SEDANG TERLUKA)
******************
“RARA kamu makan ya nak?”
“gak nafsu ma”
“sedikit saja sayang, rara kan mau minum obat”
“ia, nak, papa suapin ya”
“gak enak ma, rara gak suka bubur”
“coba aja sayang, dikit aja, enak kok..”
Rara pun dengan terpaksa memakan bubur itu agar dia bisa makan obat, dan bisa secepatnya sembuh.
· Devin
“rara kok gak nelpon-nelpon aku y,…biasanya dia selalu menghubungi aku,….dia kenapa ya,…kok aku kwatir banget, aku kenapa ya,..kenapa tiba-tiba perasaan aku begini. Apa aku masih mencintainya?, ya tuhan…..apa yang harus aku lakukan,….apa aku harus menghubunginya?, “
devin pun menghubungi no rara, tapi sayang hp rara tidak aktif.
“tidak aktif,…rara kenapa ya, aku kok kwatir sekali padanya, ya ampun perasaan ini, ingat devin kamu juga punya Dita, kamu cinta padanya, apakah kalau rara sudah tidak menghubungimu, apakah ini jalan terbaik buat hubungan mu dengan Dita, kan bagus , kamu tidak perlu repot-repot menjauhi dirinya, dia gak akan terluka lebih parah nantinya, atas kebohonganku” (gumam devin dalam hati)
Tiba-tiba telpon devin berdering, secepat mungkin devin melihat handpone nya, ea melihat nama yang muncul, mungkin devin berharap yang menelpon adalah rara, tapi bukan, yang menelpon adalah dita.
“ya sayang ada apa?”
“sayang kamu di mana?”
“masih di rumah , kenapa?”
“sayang, kamu tau gak, tapi pas aku di kantor, orang-orang pada sibuk bicarain Rara lo”
“emank Rara kenapa sayang?”
“katanya Rara mengalami kecelakaan sayang”
“apa?””””” (devin kaget bukan kepalang)
“kamu kenapa sayang, kamu kasihan padanya, kamu masih cinta padanya ya?”
“ti..ti..tidak kok sayang, aku Cuma kaget saja”
“bener ni?”
“ia sayang, aku itu Cuma sayang dan cintanya sama kamu, kamu kan tahu, aku selingkuh dengan mu, karena aku lebih mencintaimu dari pada dirinya”
“ok, aku percaya kok sayang,….sama kamu”
“ea sayang, jadi sekarang kamu tau gak rara di rawat di mana?”
“kalau aku gak salah denger, di rumah sakit sejahtera deh sayang”
“ooh gitu ya,…”
“ia,…jangan bilang kamu mau datang ya sayang….., ingat ada aku di sini yang sangat marah dan cemburu kalau kamu datang menjenguk dia”
“ia sayang, aku berangkat kerja dulu ya, aku ada meeting hari ini sama bang kevin”
“ok, sayang, hati-hati ya”
Mendengar berita itu devin langsung bergegas pergi ke rumah sakit, entah kenapa hatinya seakan sakit mendengar berita itu, sakit rasanya, kwatirnya ea pada Rara. Mobil devin melaju secepat kilat menuju rumah sakit sejahtera.
************************
Dirumah sakit,….papa dan mama rara masih menunggu rara di ruangan,
“sayang apa sekarang keadaanmu sudah membaik?”
“sudah papa,..sekarang malah semakin membaik,…”
“kalau begitu ada yang mau papa omongin sama kamu”
“pa,…nanti aja la kalau rara sudah pulang ceritanya” (sambut mama)
“tidak ma, lebih cepat lebih baik,”
“emank ada apa pa?”
“rara kamu tahu orang yang sudah menabrak kamu, sangat bertanggung jawab sekali sama mu nak, dia selama 2 hari ini selalu menjaga kamu di sini,…dia ikut
merawat kamu, dia memang laki-laki yang sangat bertanggung jawab, bahkan dia sempat berjanji pada papa,…apabila sesuatu terjadi pada mu,…maka dia akan siap menikah dengan mu”
“apa….?””” (rara kaget bukan main)
“papa,….rara gak perlu dia tanggung jawabin, rara gak pa2 kok, rara sudah sembuh, ni…rara sudah kuat, bahkan mau berdiri pun rara sudah sanggup, mungkin besok akan pulang dari rumah sakit ini”
“tapi sayang, papa juga yang meminta untuk dia menanggung jawabi mu”
“tapi pa…rara punya pacar, rara gak mau menyakiti hatinya, dan Rara juga gk kenal dia, mana bisa rara mau menikah dengannya”
“rara kalau kamu punya pacar, kenapa dia gk pernah jenguk kamu ke sini?”
“ia, sayang…gak da jenguk kamu,..selain mama dan papa”
Rara hanya terdiam tertunduk, air matanya ingin rasanya keluar
(ia papa dan mama benar,…..kalau devin benar cinta dan sayang sama aku, seharusnya dia mencari ku, ini jangan kan mencariku, menelpon ku saja tidak) gumam rara dalam hati
“ kalau masalah belum kenal nak, kamu juga nanti akan kenal kok dengan nya, dia orangnya baik, sopan, ganteng lagi sayang, dan yang utama anaknya bertanggup jawab” (sambut mama rara)
“ ia sayang,….nanti siang dia bakalan datang kok, katanya pagi ini dia ada meeting”
“kamu istirahat saja ya sayang, jangan banyak bergerak dulu,…dan jangan banyak berfikir juga, paham nak?”
“ia pa…ma”
Tiba-tiba pintu ruangan rara di rawat di buka seseorang…..
“rara…..”
“sayang….” (rara tersenyum bahagia melihat kedatangan devin)
“kamu baik-baik saja kan?” (devin langsung datang mendekati rara)
“om tante …….”(devin menyapa orangtua rara)
Orangtua rara hanya tersenyum, karena mereka mengira bahwa itu adalah Kevin,….saudara kembar Devin.
“om tante , apa rara sudah baik-baik saja sekarang?”
“ia nak,…sudah, alhamdulillah sekarang sudah sangat membaik kondisinya “
Devin mengelus rambut rara..
Papa dan mama rara melihat adegan itu,…mereka tersenyum-senyum, mereka merasakan kebahagiaan, karena mereka yakin tidak salah memilihkan laki-laki yang baik untuk anak mereka
“sayang,..ini orang yang papa dan mama maksud tadi”
“apa …???, ini orangnya pa?”
“ia,…, jadi gimana kamu mau kan?”
“ya mau lah pa, ma…kalau ini yang mw ayah jodohin sama rara”
“maksudnya apa ini om tante?” (devin kaget mendengarkan ucapan keluarga ini)
“nak KEVIN kan udah janji sama saya,….kalau nak kevin akan bersedia menikahi rara apabila , Rara juga menyetujui nya,……dan sekarang rara juga menyetujui hal ini , jadi tunggu apa lagi, setelah rara sehat dan pulang ke rumah, kita bicarakan langsung rencana pernikahan kalian”
“Apa kevin?” (devin kaget bukan kepalang)
“ia nak,….kamu kok aneh nama sendiri kok lupa”
“pa, ma…ini devin…..”(tambah rara)
“kamu salah dengar sayang,…namanya kevin, ya udah pa,mending kita keluar yuk, pasti mereka mau bicara satu sama lain”
“yuk ma…, kami keluar dulu ya…..sayang”
Papa dan mama rara meninggalkan rara dan devin di ruangan itu
“sebenarnya apa yang terjadi devin?”
“aku juga tidak tahu, aku harus menanyakan ini semua pada bang kevin, pasti dia tau sesuatu, dan mungkin dia yang sudah membuat kekacauan ini”
“maksud kamu kekacauan apa sayang?”
“ini bukan kekacauan, walaupun bang kevin membuat ini, ini kan adalah hal baik buat kita,…apa kamu tidak mau menikahiku, apakah aku tidak pantas menjadi istrimu?”
“bukan begitu sayang, tapi….”
“jadi apa masalahnya,…kan bagus kita menikah, apa kamu tidak mencintaiku?”
“aaa…aaaaku mencintaimu sayang, tapi aku tidak mau ada kebohongan di awal pernikahan kita, aku mau papa dan mama tau bahwa aku Devin bukan Kevin”
“ia aku tahu sayang,….tapi kamu maukan menikah dengan ku,…seperti yang papa bilang tadi?”
“iii,..ia sayang aku mau,..tapi waktunya belum tepat, aku harus pergi dulu ya sayang, aku mau menjumpai bang Kevin dulu”
“ia,…kamu hati-hati ya sayang”
“ia,…aku pamit dulu ya…”
“ia sayang”
*************************
Devin pun menuju mobil dan terus pergi dengan terburu-buru, ea menuju ke kantor travel milik KEVIN yang baru ia buka satu bulan lalu disini.
Di dalam mobil devin , sangat marah
(kevin….lo abang seperti apa sih, kenapa kamu menjerumuskan aku ke dalam hal sesulit ini, mau kamu apa sih, kamu kan tahu, aku juga punya dita, aku juga sangat mencintainya, bagaimana mungkin kamu melakukan hal ini tanpa memberitahuku dulu,…aaaaaaaah ) devin memukul-mukul setir mobilnya
***************************
Di rumah sakit
“Rara kevin mana?”
“devin pa….”
“Ya terserah mu lah, dia mana nak?”
“dia pamit, karena buru-buru mau bertemu dengan abangnya pa…”
“ooh….kok gak pamit sama kita?”
“ooh mungkin dia buru-buru pa, nanti dia bakalan datang lagi kok ke sini”
“ooh ok kalau begitu, jadi gimana kamu maukan…..”
Rara tersenyum malu pada papanya…
“nah gitu donk…… baru anak papa”
*****************
Sesampainya di kantor ….. devin dengan marahnya tiba-tiba melutarkan sebuah bantal sopa yang ada di ruangn kevin tepat mengenai wajah kevin.
“kamu apa-apain sih “ (tanya kevin terkejut)
“kamu yang apa-apa?, apa yang sudah kamu janjikan pada orangtuanya rara ?”
“Rara siapa?” (tanya kevin kaget)
“Rara pacar aku, RARA SANJANI”
Mendengar ucapan DEVIN , KEVIN merasa terkejut….sekali
“apa RARA SANJANI”
“ia,…kenapa kamu membuat janji pada orangtua nya untuk menikahi anaknya?”
“aku…bukan bermaksud apa-apa devin,…aku bahkan tidak tahu, kalau RARA itu adalah pacarmu, sungguh”
“jadi kenapa kamu melakukan itu?”
“aku terpaksa devin”
“terpaksa kenapa,….?”
“aku yang sudah menabrak RARA”
“apa?””””
“ia, pada saat yang bersamaan, aku tidak tahu harus menghubungi keluarganya, dan disaat itu pula, RARA harus melakukan operasi, dan harus keluarga yang menandatangani surat keputusan melakukan operasi itu, maka dengan terpaksa aku mengakui kalau aku adalah tunangan rara,….itu semua ku lakukan adalah demi menyelamatkan nyawanya rara devin”
“apa kamu tidak berbohong?”
“tidak,…ini semua benar, jadi setelah orangtua rara berbicara dengan dokter, orangtua rara menjadi salah paham denganku, dan aku sudah berusaha menjelaskan nya kepada mereka,…dan mereka bisa menerima, semua kebohonganku adalah demi menyelamatkan nyawa anak mereka tidak lebih, tapi kenyataannya , ayah rara malah meminta aku, untuk menjadikan kebohongan ku itu menjadi sebuah kenyataan, dia meminta agar aku menikahi anaknya”
“jadi kamu menerimanya begitu saja?”
“aku terpaksa devin, saat itu keadaan rara sangat mengkwatirkan, dia masih belum siuman selama 2 hari, maka tanpa sengaja, aku sangat kwatir dengan keadaanya,…aku merasa bersalah karena sudah menabrak RARA, aku tidak sengaja menguapkan janjiku untuk bersedia menikahi rara, apabila rara juga bersedia menikahi ku”
“ya TUHAN kenapa ini semakin kacau”
“tapi kalau rara menolaknya kan ,…tidak akan terjadi apa-apa”
“kamu salah bang, rara sudah bersedia menerima pernikahan ini”
“aaapaa?”(kevin kaget bukan main)
“rara berfikir, kalau kamu itu adalah aku,..jadi tanpa berfikir panjang
di hadapan mama dan papa nya, ia langsung menerima pernikahan ini”
“apa yang membuat mu takut, RARA kan pacarmu, nikahi saja dia!”
“apa abang gila,…aku punya dita bang”
“jadi kenapa kamu tidak dari dulu melepaskan RARA?”
“itu , karena aku tidak sanggup menyakiti hatinya”
“kenapa?, apa kamu masih mencintainya?”
“ti..tidak , aku mencintai DITA, dita yang sudah mengisi hari-hari ku selama ini, dita yang selalu menjaga aku, bahkan dia rela pindah bekerja demi selalu berada di sampingku”
“lalu, kenapa kamu menyelingkuhinya?”
“aku khilaf bang,…itu kesalahan terbesarku,..saat itu aku sedang bertengkar dengan DITA , maka tiba-tiba aku berkenalan dengan rara, aku pikir, perkenalan itu hanya sebuah perkenalan, rara ternyata bisa membuat aku nyaman,
sehingga aku lupa akan pertengkaran ku dengan dita, setelah kami jadian, ternyata DIta datang kembali dan bersedia memaafkan kesalahanku, dan aku sudah terlanjur, berselingkuh dengan rara…”
“itu lah kesalahanmu devin, kenapa tidak jujur waktu hari itu”
“maafkan aku bang,…apa yang harus aku lakukan, aku bingung”
“aku mau nanya , apakah rara gadis, yang baik menurutmu?”
“ia, rara gadis baik, dia pengertian, penyayang, lembut, anaknya sopan, mandiri, dan yang paling utama dia adalah sosok wanita yang kuat bagi aku dan hal itu pula lah, yang akhirnya membuat aku jatuh cinta padanya dulu”
“jadi kalau demikian menurut mu dia wanita yang baik, apa salahnya kalau kamu menikahinya!”
“tapi DITA bagaimana bang, dia pasti akan terluka, “
“kamu harus menjelaskan kepadanya yang sebenarnya terjadi…, itu saja”
“apa dia akan menerimanya?”
“dia pasti menerimanya, abang akan menolong mu, abang janji”
“bener ?”
“ia sekarang pergi temui dia,..jelaskan semua nya, jangan lagi ada kebohongan, toh dita kan taunya , dirinyalah yang menjadi selingkuhan bukan rara”
“ia, abg benar, kalau begitu aku pamit”
“ia, hati-hati”
Devin pun berangkat , ke kantor dimana DITA bekerja.
*******************