Kenzo lagi

770 Kata
"dooor!" Dea tersentak saat Nia mengagetkannya dari belakang. "iiih, bikin kaget aja kamu nia." Dea mendelik menatap Nia. dirinya sedang duduk melamun di taman belakang sekolah, taman yang memang sepi tidak ada siswa ataupun siswi yang mau duduk di sana kalau bukan Dea dan Nia. "nih minuman dingin, biar pikiran kamu juga dingin." ucap Nia yang menyerahkan satu botol minuman dingin kepada dea. Dea lalu menerimanya, "makasih ya." "jangan lupa, nanti hari pertama kamu kerja. yang semangat, pasti di sana banyak cowok-cowok ganteng seperti kak Zidan." Nia terkikik geli setelah mengatakan itu karena melihat wajah kesal Dea. "hah, kerja nia. bukan untuk cari gebetan." ucap Dea yang hanya mendapat cengiran dari Nia. sejak tadi Dea hanya kepikiran tentang Kenzo yang tiba-tiba datang ke rumahnya hanya untuk menjemputnya, apalagi kedua orang tua Kenzo lah yang menyuruh dirinya untuk menemui Dea. dea tidak tahu apa yang terjadi sehingga bisa berurusan dengan keluarga kaya raya itu, padahal dia sudah melupakan kejadian itu karena memang di antara dirinya dan Kenzo tidak terjadi sesuatu apapun. "De, kamu melamun ya?" Dea langsung tersentak saat Nia menggoyangkan lengannya, "e-eh tidak kok, mana mungkin aku melamun." elaknya karena merasa belum saatnya Dia bercerita kepada nia. "kamu sedang ada masalah, de?" tanya Nia dengan tatapan penuh selidik, dari kemarin Dea sering melamun tidak seperti biasanya. "tidak ada Nia, masalahku hanya satu, yaitu harus mendapatkan uang yang banyak." dea menyengir menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi. mereka memang sudah lama berteman dan ber-sahabat, tapi ada pula yang dea batasi untuk Nia ketahui. karena memang baginya itu bukanlah hal yang harus orang lain tahu. bahkan bundanya sendiri tidak tahu jika Putrinya sudah dipecat. Brukkk tubuh dia terhuyung ke belakang ketika ditabrak oleh seseorang. "cih, dasar upik abu!" sasha menatap dea remeh. "sel, kasih tahu dia." sela yang disuruh pun maju menatap Dea penuh peringatan. "heh gadis miskin, jangan harap lo bisa mendekati kak Zidan ya, mentang-mentang namamu dipanggil oleh Kak Zidan. jangan ngarep lo bisa mendekati dia." ujar sela penuh ancaman, sela menepuk pipi dea tiga kali. tidak keras memang, tapi cukup membuat dia merasakannya. setelah memperingati Dea, Sasha dan sela pergi dengan menatap tajam Dea. Dea dan Nia berjalan meninggalkan taman berniat masuk ke dalam kelas, namun ternyata di depan pintu kelas berdiri seorang laki-laki yang tak lain pemilik Cafe tempat dia nanti bekerja. lelaki itu lah yang bernama Zidan, dan tujuannya kesana adalah hanya untuk mengingatkan jika hari ini dirinya sudah mulai bekerja. tentu saja menurut Dea itu sangatlah tidak penting, dan lihatlah sekarang dirinya malah mendapat masalah dengan kedatangan lelaki yang menurutnya tidak penting itu ke dalam kelasnya. "aargh, belum juga mulai bekerja. kenapa sudah bertemu ujiannya sih." gumam dea dengan kesal. tidak bisa kah dirinya mendapatkan pekerjaan yang aman dan nyaman untuknya mencari uang, setelah ketahuan identitasnya yang masih pelajar dan menjadi pekerja pengganti, dan sekarang pekerjaan yang baru dia dapat saja Dea sudah mendapat masalah. Dea hanya tidak ingin mendapat teguran atau pun hukuman di sekolah Jika dirinya membuat ulah, dirinya mencari uang dengan kerja keras agar bisa menyelesaikan sekolahnya dan agar bisa membuat bundanya bangga meskipun hanya lulusan SMA. siang hari pukul dua lewat sepuluh menit, kelas dea baru saja bubar dan para siswa bergegas pulang. Dea lebih memilih keluar belakangan, karena dirinya akan langsung berangkat ke kafe. sengaja Dea mengganti rok sekolahnya dulu sebelum keluar, setelah selesai menggantinya Dea berjalan keluar menuju gerbang sekolah. dan Dea merasa aneh melihat para murid yang kebanyakan siswi sedang berdiri di depan gerbang sekolah, karena biasanya jam segini sudah sepi. Dea semakin mendekati keramaian itu dan dirinya melihat ada mobil yang sangat dihafal sedang terparkir di depan sekolahnya, Dea hanya menatap acuh lalu memilih berjalan tanpa menghiraukan para siswi yang asik bergosip membicarakan pemilik mobil tersebut. bahkan Sasha dan gengnya juga ada di sana, di atas motor mahalnya. Bagi Dea mereka semua hanya membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting, dengan membicarakan orang yang sama sekali tidak ingin dea lihat. grebb tas yang di pakai Dea mendadak ada yang menariknya dari belakang, sontak saja hal itu membuat Dea kaget. dan mau tidak mau Dea harus menghentikan langkahnya untuk melihat siapa yang melakukan hal itu. "ikut aku!" Semua siswi yang ada di sana semakin ramai berbisik-bisik, mereka tidak menyangka jika donatur tampan yang hot itu mengenal Dea, yang terkenal dengan gadis miskin di sekolahnya. karena hanya dea sendiri yang dengan pedenya naik sepeda ketika pergi ke sekolah. Dea menatap tajam pria dewasa yang mengenakan jas dan kacamata, yang ada di hadapannya itu. "maaf tuan, saya tidak mengenal anda." Dea berusaha untuk menghindari pria itu, namun pria itu malah menarik tangannya dan segera membawanya masuk ke dalam mobil mewah miliknya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN