"Lee Joana ..." Joana terbelalak seketika. Dia ingin melarikan diri. Namun, Wooseok menahan tangannya cukup erat. Hingga dia tak bisa bergerak, "Kau mau apa?" tanya Wooseok lagi. Membuat Joana semakin gugup. "P-Panda ... kau belum tidur?" "Bagaimana aku bisa tidur, sementara seseorang memperhatikan aku? kau mau apa? mau membunuhku sementara aku tertidur?" "Dasar bodoh kau pikir aku pembunuh?" Joana ingin beranjak. Namun, Wooseok berdiri sambil menatap Joana lekat. "Nona, Lee Joana ..." "K-Kau ini kenapa? lepaskan aku." "Bagaimana bisa ..." "A-Apanya?" Wooseok melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Joana, lalu memeluk Joana erat. Joana terdiam, hatinya seketika membuncah dan seperti akan melompat keluar, "Bagaimana aku bisa berakhir mencintaimu? padahal.aku ..." Wooseok meng

