"Kok bengong aja? Gak ke kampus?" Rafli menyenggol kaki Raina. Membuatnya sadar dan tersenyum pada Rafli. Rain kembali diam, membuat Rafli curiga. Ia menatap wajah Raina dengan hati hati. Hatinya gusar merasa ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu. Mendadak rasa takut mengikuti gusarnya tersebut. Raflu langsung mencari hal agar Raina mau berbicara. Ia mengangkat cangkir kopinya dan langsung ditempelkan pada Raina, "Kamu mau ngajak aku bercanda?" Ia menatao mata Rafli. Hawa dingin apa ini? Rasanya ac sudah ia besarkan. Tapi...kenapa dingin sekali. Rafli diam menatap Raina. "Aku lagi gak bisa bercanda, yang. Aku bingung ngadepin situasi yang begini lagi. Padahal, berulang kali aku udah mikirin cara ngatasinnya kalo kejadian. Semudah itu untuk ambil pilihan aku tapi, kok engga kuat y

