A Letter

1054 Kata

"Lo mau bantuin gue gak?" "Gak mau. Males. Gue kalo bantuin lo yang ada malah sial. Ogah. Vibes gue lagi gak bagus buat dimintain tolong." Cerocos Gleen pada temannya. Ia menyeruput minuman yang bertopping keju parut serta coco chips, "Yakin gak mau nih?" Temannya mencoba merayu. Kepala Gleen otomatis menggeleng, membuat temannya itu terkekeh sejenak. "Yaudah gue kasih orang lain. Padahal, jadi asdos buat kelasan Raina lho." Ia berdiri di hadapan Gleen. Menggendong ranselnya ke punggung, "Berapa bayarannya?" Tanya Gleen sambil menunduk. "Bukannya gratis juga lo jabanin, Len kalo ngajat kelasannya Raina?" "Dihhhh, gue gak gitu si. Gue butuh duit,brooo." Jelas Gleen. "Lo ngapa si nunduk bae—yeuuu, setan!" Ia mengeplak kepala Gleen. "Gue kira lo malu sama gue gara gara ngambil job yg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN