MAKHLUK KECIL YANG SANGAT MERUGIKAN

1610 Kata
Haru berada di sebuah daerah, yang kebetulan di sana sedang terjadi hujan yang sangat deras. Haru berlari untuk berusaha mencari sebuah tempat berteduh, dari kejauhan dia melihat sebuah rumah. Lalu Haru mencoba datang ke rumah itu untuk numpang berteduh.   “Tok… Tok…” Haru mulai mengetuk pintu, dan tidak berapa lama kemudian pintu itu dibuka oleh seorang laki-laki.   “Boleh kah aku menumpang berteduh di sini?” Haru mencoba bertanya untuk menumpang berteduh di rumah itu, karena pakaiannya sudah basah kuyub.   “Oh boleh silahkan masuk.” Pria itu memperbolehkan Haru masuk, tanpa rasa curiga karena dia juga kasihan melihat Haru yang sudah basah kuyub.   Setelah Haru di bolehkan masuk, dia langsung mengganti pakaiannya. Kemudian menemui pria yang tadi sudah memperbolehkan dia menumpang di sana. Pria itu duduk di sebuah ruang tamu.   “Terimakasih! Karena kau sudah memperbolehkan ku untuk berteduh di sini.” Haru berkata seperti itu setelah dia mendekati pria itu dan duduk di depannya.   “Tidak masalah! Kau hendak ke mana, dari penampilan mu sepertinya kau hendak melakukan perjalanan yang jauh.” Pria itu tidak keberatan Haru untuk singgah di rumahnya, akan tetapi dia merasa penasaran dengan Haru yang membawa tas yang cukup besar.   “Aku Haru, pekerjaan ku biasanya berurusan dengan alam, mulai dari kehidupan ataupun fenomena alam yang tidak masuk akal. Biasanya orang seperti diriku disebut Dokter Alam.” Haru menjelaskan kepada pria itu siapa dirinya dan alasan kenapa dia harus membawa tas yang berukuran besar.   “Ohh… begitu rupanya, pasti sangat sulit harus menjelajahi alam yang penuh dengan bahaya!” ucap pria itu kepada Haru.   “Iya, kau benar, kau tinggal sendirian disini?” Haru bertanya kepada pria itu, Haru mengira dia tinggal sendirian karena suasana rumahnya yang sepi.   “Tidak, aku tinggal bersama istri ku,” ungkap pria itu.   “Uhukk… Uhukk…” setelah itu terdengar suara orang batuk, yang terdengar dari balik ruangan sebelah mereka, suara itu sedikit membuat Haru terkejut.   “Itu suara Istri mu?” Haru coba bertanya karena penasaran dengan suara itu.   “Iya kau benar itu adalah suara istri ku.” Pria itu berkata dengan wajah yang sedih, Haru jadi semakin penasaran kenapa pria itu tiba-tiba wajahnya menjadi sedih.   “Apakah istri mu sakit?” Haru langsung bertanya ke inti permasalahan yang seperti dihadapinya.   “… iya, dia terkena penyakit aneh, aku sudah mendatangkan Dokter tapi mereka tidak bisa menyembuhkannya.” Wajah pria itu semakin sedih, pandangannya menunduk itu artinya dia tidak sanggup melihat istrinya yang terkena penyakit aneh.   “Begitu rupanya, kalau boleh biarkan aku melihat kondisi istri mu. Mungkin aku bisa membantu menyembuhkannya!” Haru ingin membantu istri pria itu sebagai tanda terimakasih karena dia, sudah memperbolehkan dirinya berteduh di rumahnya.   “Baiklah. Ayo ikuti aku!” Lalu pria itu mengajak Haru ke kamar istrinya yang sedang sakit.   Di ruangan itu Haru melihat istri pria itu yang sedang terbaring, dan mengalami kondisi yang cukup aneh. Di tubuhnya tumbuh tanaman berwarna hijau.   “Suami ku siapa dia?” Wanita itu bertanya kepada suaminya, ketika dia melihat Haru.   “Dia Tuan Haru! Dia ingin melihat kondisi mu.” Pria itu coba untuk menyembunyikan wajah sedihnya di hadapan istrinya yang terbaring lemah.   “Kenapa dengan Wanita ini, kondisinya sangat aneh. Di tubuhnya tumbuh tanaman berwarna hijau,” ungkap Haru dalam hatinya ketika melihat wanita itu. “Sudah berapa lama kondisinya menjadi seperti ini?” Haru bertanya kepada pria yang merupakan suami wanita yang terkena kondisi aneh di depannya.   “Dia menjadi seperti ini sekitar satu minggu yang lalu?” jelas pria itu kepada Haru.   Lalu Haru memakai sarung tangan, dan coba menyentuh tangan wanita yang terbaring lemah itu. Dia mengambil sedikit tumbuhan hijau kecil, dan menggosokkan antara jari telunjuk dan jempolnya, untuk melihat reaksi dari tanaman hijau yang ada di tangannya.   Setelah Haru menggerakan jari-jarinya, tanaman itu bergerak-gerak. Haru menyadari bahwa yang mereka kira sebagai tumbuhan itu bukanlah tumbuhan melainkan makhluk kecil yang bernama Gerumahanfura, makhluk yang sering tinggal menempel di tubuh manusia, hewan, dan batang pohon.   “Hmm. Sepertinya makhluk hijau kecil ini bukanlah tumbuhan!” Haru mengatakan itu untuk memberitahu suami dari wanita yang terkena penyakit yang di akibatkan Gerumahanfura.   Pria itu cukup kaget dengan yang dikatakan Haru, “Lalu apa benda kecil berwana hijau itu, jika bukan tumbuhan.” Dia melemparkan pertanyaan kepada Haru untuk mengetahui apa yang dimaksud oleh Haru bahwa yang ada di tubuh istrinya bukanlah tumbuhan yang selama ini dia kira.   “Iya. Nama makhluk kecil ini adalah Gerumahanfura, makhluk kecil yang sangat aktif jika musim hujan. Mereka suka menempel di tubuh makhluk hidup seperti manusia dan hewan. Bahkan mereka juga suka melekat pada pohon. Gerumahanfura akan bergerak secara perlahan, dan biasanya tidak akan langsung menjadi banyak ketika menempel di tubuh. Mula-mulanya hanya satu atau dua ekor saja, lama-lama mereka akan berkembang biak dan membuat gerombolan hijau seperti lumut di tubuh yang mereka hinggapi.   “Dan makhluk yang dihinggapi Gerumahanfura akan menjadi lemas, karena energi mereka di hisap oleh Gerumahanfura.” Haru menjelaskan semua yang dia ketahui kepada pria itu.   Dari penjelasan Haru, pria yang merupakan suami dari wanita cukup kaget ketika mengetahui bahwa istrinya sudah menjadi inang dari Gerumahanfura.   “Apakah ada cara untuk menghilangkan makhluk hijau kecil itu Tuan Haru?” Pria itu berharap Haru bisa menghilangkan Gerumahanfura dari dalam tubuh istrinya.   Haru melihat istri pria itu lalu berkata, “Bisa siklus hidup Gerumahanfura sangat sederhana mereka tidak tahan dengan cuaca panas, maka dari itulah setiap musim panas atau musim semi Gerumahanfura akan pergi, mereka akan bersembunyi di tempat lembab.”   “Tetapi musim hujan baru saja datang, kalau menunggu musim semi atau panas itu sangat lama.” Pria itu menjadi tambah khawatir karena Haru menjelaskan Gerumahanfura hanya bisa hilang ketika musim hujan sudah berhenti.     “Tenanglah aku masih punya cara untuk menghilangkan mereka dari tubuh Istri mu. Aku akan membuatkan obat ramuan untuk membuat Gerumahanfura.” Haru berkata dengan wajah yang tenang karena Gerumahanfura salah satu makhluk yang mudah di atasi jika penanganannya tepat.   “Syukurlah kalau begitu.” Pria itu menjadi sedikit tenang karena Haru mengatakan dia bisa membuat obat untuk menyembuhkan istrinya.     Lalu Haru membuat ramuan salep yang bisa membuat Gerumahanfura, tidak lagi menempel pada tubuh istri pria itu. Ramuan salep itu terbuat dari tumbuhan yang bernama Coleomanatura, tumbuhan yang bisa membuat sensasi hangat dan jika dipakai berlebihan makan akan mengakibatkan luka bakar di kulit manusia ataupun hewan.   Setelah selesai membuat ramuan itu Haru, mendekati wanita yang tubuhnya di hinggapi Gerumahanfura.   “Aku akan mengoleskan ramuan ini pada kulit mu yang dihinggapi Gerumahanfura,” kata Haru.   Wanita itu hanya mengangguk. Lalu Haru mulai mengoleskan salep itu ke kulit yang di hinggapi Gerumahanfura.   “Bagaimana rasanya?” Haru menanyakan perasaan wanita itu setelah di olesi salep buatannya.   “Rasanya agak sedikit panas dan perih.” Wanita itu berkata sambil menahan rasa sakit ketika salep itu dioleskan ke kulitnya.   Haru mengoleskan ke seluruh bagian tubuh yang di hinggapi Gerumahanfura.   “Untuk sementara mari kita tunggu reaksi dari salep ini.” Haru berkata pada suami wanita itu.   “Baiklah Tuan Haru,” ucap pria itu.   “Lebih baik kita keluar biarkan Istri mu istirahat.” Haru dan suami dari wanita itu kemudian keluar dan menunggu di luar kamar.   Mereka menunggu diluar kamar selama satu jam, selama waktu itu Haru mengecek perlengkapannya. Tetapi pria yang merupakan suami dari wanita itu, terlihat gelisah.   Lalu Haru berkata, “Aku rasa sudah waktunya kita lihat lagi kondisi istri mu.” Untuk membuat pria itu berhenti gelisah, dan Haru juga merasa sudah cukup untuk melihat reaksi dari Gerumahanfura setelah di berikan salep buatannya.   “Benarkah kalau begitu ayo kita lihat kondisi istri ku lagi.” Pria itu terlihat bersemangat setelah Haru mengatakan, bahwa mereka bisa melihat kondisi dari istrinya sekarang.   Mereka kembali ke kamar itu lagi, di sana istri pria itu sedang memejamkan matanya. Lalu mereka mendekatinya.   “Bagaimana kondisi mu sekarang?” Pria itu bertanya kepada istrinya sambil menyentuh tangannya. Karena sentuhan tangan suaminya wanita itu membuka matanya.   “Sudah lebih baik,” Wanita itu menjawab dengan senyuman ke arah suaminya.   Lalu Gerumahanfura yang awalnya menempel pada kulit wanita itu, perlahan mulai lepas.   “Tuan Haru, makhluk hijau itu sekarang sudah lepas dari tubuh Istri ku.” Pria yang melihat itu menunjukan wajah yang senang.   “Iya kau benar!” Haru yang juga melihat itu cukup terkejut.   Kedua orang itu berpelukan bahagia di depan Haru, Haru merasa sedikit tidak enak ketika berada di sana. Haru memalingkan wajahnya ke arah Gerumahanfura, yang sudah jatuh dari kulit wanita itu, lalu Haru mengambil toples dan memasukan Gerumahanfura kedalamnya.   “Apa yang kau lakukan Tuan Haru.” Pria itu heran ketika melihat Haru sedang mengumpulkan Gerumahanfura kedalam toples.   “Ohh… Aku hanya mengambil Gerumahanfura untuk ku teliti nanti,” ungkap Haru sambil mengumpulkan Gerumahanfura.   Setelah mengobati istri pria itu dan menunggu beberapa saat. Hujan pun berhenti.   “Aku kira sudah waktunya aku pergi,” ucap Haru ketika melihat hujan sudah berhenti. “… Kau sudah mau pergi!” kata pria itu, yang sedikit terkejut karena dia tidak sadar kalau hujan sudah berhenti dan sudah waktunya Haru kembali melanjutkan perjalanannya.   “Iya dan jangan lupa oleskan obat yang kuberikan tadi kepada istri mu.” Haru memberitahu kepada pria itu untuk mengoleskan obatnya meskipun kondisi istrinya terlihat sudah membaik.   “Baiklah akan kulakukan,” ucap pria itu.   “Kalau begitu sampai jumpa,” kata Haru sambil berjalan menjauh dari rumah pria itu.   Kehidupan yang singkat untuk bertahan, meskipun itu harus merugikan makhluk lain. Kehidupan ini penuh dengan hal misteri di dalamnya. Ada yang di udara, laut, dan darat, kehidupan dari makhluk kecil pun tidak boleh kita remehkan.   Haru mulai melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang memiliki masalah lain dan mungkin lebih misterius dan berbahaya daripada ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN