Haru kembali melanjutkan perjalanannya, kali ini dia sedang berjalan di dalam hutan. Haru sudah terbiasa dengan keadaan hutan yang sunyi, terkadang bisa membuat orang yang tidak biasa pergi ke hutan akan merinding.
Di saat dia sedang berjalan, Haru mendengar suara seseorang dari kejauhan. “Hmm… Begitu rupanya tumbuhan ini unik sekali!” Haru mencoba mendekati sumber suara itu.
“Seperti ada seseorang yang sedang berbicara disana.” Haru berkata dalam hatinya sambil mendekati asal sumber suara itu. Semakin Haru dekati suara itu semakin jelas, suara itu terdengar dari balik pohon. Di saat Haru melihat di balik pohon dia melihat seorang perempuan yang sedang mengamati tumbuhan di hutan itu.
“Apa yang sedang kau lakukan.” Haru coba menyapa wanita yang sedang mengamati tumbuhan-tumbuhan itu.
“Jadi seperti itu.” Lalu wanita itu mendengar ucapan Haru dan menoleh ke arah belakang di sana sudah terlihat Haru yang sedang menatapnya.
“Tidak, aku sedang mengamati tumbuhan disini cuma itu saja tidak ada yang lain.” Wanita itu sedikit terkejut melihat Haru yang tiba-tiba ada di belakangnya.
Haru menatap wanita itu. Penampilan wanita itu berambut pirang dan memakai baju warna putih dengan celana panjang berwarna biru. Wanita itu kebingungan kenapa Haru menatapnya dengan tatapan heran.
“Hm… Kau siapa?” Wanita itu coba bertanya kepada Haru.
“Aku Haru dan biasa di panggil sebagai Dokter Alam.” Haru menjawabnya dengan wajah yang datar.
“Ehh… Haru! Jangan-jangan kau adalah Tuan Haru yang menjelajahi alam demi memenuhi hasrat mu yang sangat penasaran dengan alam yang ada di dunia ini.” Wanita itu sangat terkejut ketika bertemu dengan Haru.
“Iya aku adalah Haru, tetapi apa maksudnya memenuhi hasrat?” Haru merasa heran kenapa wanita itu bisa tau namanya padahal sekalipun mereka belum pernah bertemu.
“Hmm… Kenapa? Aku hanya tau dari seorang pedagang obat di pasar dia bilang, ‘Ada seorang laki-laki yang sangat hobby menjelajahi alam, bahkan dia itu bisa disebut maniac dan sangat tergila-gila dengan alam.’ Begitu yang dia bilang kepada ku.” Wanita itu begitu polosnya percaya kepada ucapan Takuma.
“Cih… s****n Takuma, dia bilang yang tidak-tidak tentang diriku.” Haru yang mendengar penjelasan tentang dirinya dari Takuma, membuat dirinya sedikit jengkel. “Begitu rupanya. Huh.”
Setelah berkata seperti itu Haru menghela napasnya, karena dia tidak menyangka bertemu dengan seorang gadis dan dia dikenal sebagai seorang maniac terhadap alam.
“Mmm… sepertinya penjelasan tentang dirimu yang di sampaikan pedagang obat itu salah ya. Kalau begitu aku minta maaf.” Wanita itu menundukan kepalanya untuk meminta maaf atas tuduhan yang tidak benar kepada Haru.
“… Kau tidak perlu seperti itu.” Haru merasa tidak enak karena wanita itu sampai menundukan kepalanya hanya untuk minta maaf. “Oh ya sedang apa kau di sini?” Haru coba bertanya kepada wanita itu.
“Aku sedang mengamati tumbuhan di hutan ini.” Wanita itu berkata dengan senyuman manis di wajahnya.
“Mengamati tumbuhan untuk apa?” Haru merasa heran kenapa wanita itu mengamati tumbuhan di hutan yang sepi seperti ini. “Apa kau seorang Dokter Alam!” Haru mengira dia adalah seorang Dokter Alam yang sama sepertinya menjelajahi alam liar.
“Ohh… Bukan! Aku bukan Dokter Alam. Maaf aku belum mengenalkan diriku. Namaku Olivia seorang Notaris.” Dengan begini Haru jadi tau siapa sebenarnya wanita yang ada di hadapannya.
“Begitu rupanya,” ucap Haru sambil memegang dagunya.
“Tuan Haru! Aku ada banyak hal yang ingin ku tanyakan?” Olivia berkata dengan senyuman menawan di wajahnya.
Olivia gadis muda yang berumur 21 tahun, dia merupakan gadis yang periang dan juga sangat bersemangat. Wajahnya yang cukup cantik di tambah lagi rambut berwarna kuning yang dimilikinya. Membuat dirinya tambah mempesona.
“… Apa yang ingin kau tanyakan.” Haru berkata kepada Olivia, dan Haru juga penasaran dengan Notaris.
“Iya! Aku ingin berta—“ Tiba-tiba Olivia jatuh sebelum dia selesai berbicara.
Haru yang melihat itu menjadi kaget dan panik. “Oi… kau tidak apa-apa.” Haru coba membangunkannya tetapi sayangnya dia sudah pingsan.
“Gawat ini, kenapa dia bisa pingsan! Mmm…” Di tengah kebingungan Haru melihat tangan Olivia seperti ada serbuk berwarna ungu yang menempel di telapak tangannya. “Begitu rupanya dia pingsan pasti gara-gara ini.” Haru berkata sambil memegang tangan Olivia.
Tak berapa lama kemudian Olivia bangun. “Aku dimana?” Dia berkata sambil memegangi kepalanya karena agak sedikit pusing. Terlihat di sekeliling Olivia banyak racikan obat. Tapi dia tidak melihat Haru.
Dari kejauhan Haru datang mendekati Olivia yang baru saja sadar. “Oh… kau tidak apa-apa.” Di tangan Haru terlihat dia sedang menggenggam sesuatu. Itu merupakan tanaman yang Olivia tadi amati.
“Iya aku tidak apa-apa, itu yang di tangan mu itu apa?” Olivia penasaran dengan benda yang di pegang Haru.
“Oh… ini adalah tanaman yang tadi kau amati.” Haru menunjukan tanaman yang di pegangnya kepada Olivia. “Nama tanaman ini Grezia Violea.” Haru juga memberitahu nama tanaman itu kepada Olivia.
“Nama bunganya indah sekali.” Olivia menyukai nama bunga itu. Memang bunga itu memiliki kelopak berwarna ungu yang membuatnya sangat indah.
“Iya. Memang namanya indah.” Haru berkata sambil tersenyum ke arah Olivia.
“Mau kau apakan bunga itu?” Olivia coba bertanya kepada Haru karena dia melihat Haru seperti menyiapkan beberapa barang.
“Aku ingin memeriksa bunga ini!” Sambil menyiapkan peralatan Haru menjawab pertanyaan dari Olivia.
Haru menyiapkan kaca mata pembesar dan mengamati bunga itu. Di saat yang bersamaan Olivia yang melihat Haru sedang sibuk, dia coba mendekati Haru lalu duduk di samping kanannya.
Haru sangat serius mengamati bunga itu, lalu Haru mengambil pisau kecil dari dalam tasnya.
“Apa yang akan kau lakukan?” Olivia kembali bertanya kepada Haru, karena dia penasaran kenapa Haru mengambil pisau kecil dari dalam tasnya.
“Aku akan coba mencoba membelah bunga ini!” Haru menjawab Olivia sambil mulai memotong tangkai bunga itu.
Setelah tangkai bunga itu di potong terlihat, banyak serbuk kecil berwarna ungu yang sangat indah.
“Wah… indah sekali!” Olivia sangat terkejut dengan serbuk yang dia lihat itu. Dia tidak bisa memalingkan pandangannya.
“Sebaiknya kau tidak menghirup serbuk-serbuk ini menggunakan hidung mu, karena sangat berbahaya.” Haru melirik ke arah Olivia untuk memastikan dia tidak terlalu dekat dengan bunga yang sedang di belahnya itu .
“Memangnya kenapa kalau aku menghirup serbuk-serbuk itu.” Olivia sangat penasaran dengan serbuk-serbuk itu.
“Kau akan mengalami kejadian seperti tadi, dan bahkan lebih parahnya kau akan mati jika terlalu banyak menghirupnya.” Haru mengatakan hal itu dengan nada serius.
Suasana menjadi hening seketika.
“M…mati ehh!” Olivia kaget dan ketakutan mendengar ucapan Haru itu.
“Iya, makannya lain kali hati-hati. Kalau kau menyentuh sesuatu, paling tidak gunakan sarung tangan!” Haru memperingati Olivia, dengan wajah yang serius.
Olivia hanya mengangguk.
Haru kemudian memasukan serbuk itu ke dalam toples kecil, dia berpikir mungkin nanti dia bisa menggunakannya.
Haru melihat ke arah Olivia, sejujurnya dia sedikit khawatir dengan kesehatan Olivia. Karena tadi dia baru saja terkena racun bunga Grezia Violea.
“Bagaimana keadaan mu?” Haru langsung menanyakan keadaan Olivia.
“Hmm… sepertinya keadaan ku sudah mulai membaik.” Olivia menjawab dengan senyuman di wajahnya.
“Begitu rupanya, untungnya kau cepat ku obati jika tidak mungkin kau tidak akan bisa di tolong lagi!” Haru berkata dengan nada yang serius. Dan akhirnya Olivia berpikir yang tidak-tidak ketika dia tadi jika tidak ada yang menolong dirinya.
Suasana menjadi hening. Olivia tertunduk dan merasa bersalah karena sudah merepotkan Haru.
”Oh ya Olivia! Tugas dari Notaris itu harus pergi ke alam juga?” Haru bertanya kepada Olivia supaya dia kembali lagi ceria.
“… Tidak juga, Notaris biasanya hanya mencari informasi dari pengembara atau Dokter Alam seperti dirimu. Tetapi sebagian juga biasanya pergi ke alam bebas untuk membuktikan apa yang mereka dengar dari orang-orang.” Olivia menjelaskan itu dengan wajah yang kembali ceria.
“Begitu rupanya, terus kenapa kau rela pergi ke alam bebas padahal kau bisa hanya mencari informasi dari pengembara atau dari Dokter Alam.” Haru sedikit penasaran apa alasan Olivia mau pergi ke alam liar hanya untuk membuktikan yang dia dengar dari orang-orang.
“Ya kau tau aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri apa yang di ceritakan orang-orang akhirnya aku pergi ke alam liar!” Haru sangat terkejut mendengar pernyataan dari Olivia.
Haru terdiam sambil berkata dalam hatinya, “Ah… Dia mirip seperti diriku yang penasaran dengan cerita dari Kakek atau dari buku yang diberikannya.” Haru sangat terkejut karena Olivia memiliki kesamaan dengannya yang selalu ingin mencari kebenaran dari apa yang di dengar maupun dibaca melalui buku.
“Begitu rupanya, tapi sepertinya kau masih harus banyak belajar sebelum kau pergi ke alam bebas.” Haru memberi tau Olivia yang masih belum berpengalaman dengan alam liar.
“Aku tau! Maka dari itulah aku mencari dirimu!” ungkapan yang sangat jelas terlihat di wajah Olivia bahwa dia ingin belajar dan mencari informasi dari Haru tentang alam liar.
“Kenapa kau mencari diriku?” Haru bertanya kepada Olivia meskipun dia tau alasan Olivia mencari dirinya untuk mencari informasi tentang alam.
“Sebelum ini aku pergi ke pasar, dan di sana ada seorang pedagang obat-obatan yang memiliki barang-barang unik. Dan dia bilang bahwa barang-barang itu berasal dari seorang Dokter Alam yang namanya adalah Haru.” Olivia menceritakan kejadian kenapa dia ingin bertemu dengan Haru.
“Maka dari itulah aku memutuskan untuk mencari dirimu,” ungkap Olivia.
“Pasti Takuma yang dia maksud pedagang obat, tetapi wanita ini sangat berharap sekali meskipun kami tidak pernah bertemu.” Seperti itulah kalimat dalam pikiran Haru. “Lalu ada urusan apa kau mencari ku?” ucap Haru kepada Olivia.
“Aku ingin mendengar cerita pengalaman mu sebagai seorang Dokter Alam.” Dengan semangat Olivia mengatakan itu.
“Pengalaman? Bukan kah Dokter Alam bukan diriku saja!” kata Haru sambil memegangi dagunya.
“Iya aku tau tetapi aku mendengar dari beberapa desa bahwa kau sudah membantu mereka menyelesaikan masalah-masalah penyakit aneh yang tidak bisa di sembuhkan oleh dokter biasa! Maka dari itulah aku ingin sekali bertemu dengan mu.” Ungkapan dari Olivia membuat Haru terkejut, karena dia tidak tau kenapa dia bisa jadi dikenal banyak orang.
Haru menghela napas, “Huh…” lalu berkata, “Tidak ada yang spesial dari diriku aku sama seperti Dokter Alam pada umumnya mencari solusi tentang masalah yang ada di hadapan kami!” Haru sedikit merasa heran kenapa dia harus menjadi terkenal.
Olivia membungkuk kan tubuhnya kepada Haru. “Tolong biarkan aku mencatat pengalaman unik mu selama menjadi Dokter Alam, catatan yang kutulis itu akan menjadi hal yang berharga bagi kami para Notaris maupun rakyat biasa.”
“Baiklah! Kalau begitu kalau memang itu sangat berarti bagi seorang Notaris seperti dirimu.” Haru tidak bisa menolak permintaan dari Olivia, karena dia juga merasa kasihan dengannya sudah repot-repot mencari dirinya demi untuk mencatat pengalaman yang dia alami.
Kemudian Haru mulai menceritakan pengalamannya selama menjadi Dokter Alam. Olivia menyiapkan pena dan buku untuk menyimak dan mencatat setiap perkataan Haru. Haru menceritakan pengalamannya yang menangani berbagai masalah dari yang biasa, hingga masalah yang sulit di jelaskan oleh akal sehat.