Bergaya ala ala, pencuri sedang mengintai korbannya. Bayu masuk lorong dimana ruang inap Noumi di rawat. Celana jens navy, jaket kulit hitam, topi hitam dan juga masker berwarna hitam tidak lupa kaca mata senada dengan jensnya.
Depan kamar inap Noumi kosong tidak ada siapa siapa, matanya mengintai sekitarnya takut takut masih ada Rama atau orang lain yang mengenalinya.
Sampai depan kamar Noumi, terlihat sedang tidur sendiri entah kemana Mak Asih. Bayu membuka pintu berlahan berjalan dengan hati hati agar tidak membangunkan si penginap kamar itu.
Topi dan masker ia buka, resleting jaket ia buka setengah badan. Duduk di kursi samping Bankar.
Noumi mendengar gerakan di sebelahnya, ia membuka mata. Sempat teriak tapi mulutnya segera Bayu bekap dengan tangannya.
" lagi sakit masih aja berisik." ucap Bayu
" ngapain loe kesini hah, loe mau bunuh gue hah,." Noumi melihat gaya pakaian Bayu yang sangat berbeda dari biasanya.
Tampan, itulah yang seharusnya Noumi katakan.
" untung gue apa coba bunuh loe, gue cuma pengen tau kabar sama keadaan loe aja. Gimana masih sakit." Noumi menggeleng. Wajah Bayu terlihat khawatir juga melihat wajah Noumi yang masih pucat dan selang infus di tangan kanannya.
" dari mana loe tau gue sakit hah, pasti loe nguntit gur lagi ya.."
" ya... puas loe."
Sejenak mereka saling tatap dalam diam, sampai suara pintu terbuka. Bayu yang takut itu Rama langsung berdiri mencari tempat sembunyi tapi ternyata salah, yang datang Mak Asih. Bayu jadi malu sendiri.
Bayu memberi salam pada Mak Asih, " siapa ini neng Mimi." tanya Mak Asih yang memang belum pernah tau pria yang ada di depannya ini, dan satu hal lagi Mak Asih juga tidak pernah tau kalau anak asuhnya itu punya teman pria.
" perkenalkan nama saya Bayu Ahmad Rosyid Mak." dengan sopan Bayu memperkenalkan dirinya
" oh jadi ini yang namanya nak Bayu, tampan ya Neng... sopan juga sama kayak Bu Indah." puji Mak Asih pada Bayu.
Yang di puji makin gede itu kepalanya. Bayu tersenyum, Noumi memutar bola matanya malas.
" terima kasih Mak,"
" ini Neng buah anggurnya, Mak tinggal keluar dulu ya biar kalian bisa ngobrol berdua." Mak Asih memberikan akses untuk kedua mahkluk ciptaan Tuhan yang berbeda jenis itu untuk saling bicara, ia ingat bagaimana cerita dan pemintaan tolong dari Bu Indah waktu itu.
" Mak disini saja, bentar lagi juga di mau pergi." cegah Noumi.
Seolah menulikan pendengarnya Mak Asih keluar dari ruangan begitu saja.
Bayu membuka kantong plastik yang berisi buah anggur merah yang baru saja di beli Mak Asih.
" Mau gue suapin." tawar Bayu
" ogah, gue masih punya tangan yang aktif. Bukan kena stroke yang lumpuh seluruh badan gue." tolak Noumi yang masih ketus.
Bukan Bayu namanya yang menyerah begitu saja, ia mengarahkan anggur yang sudah ia kupas kulitnya hingga bersih ke depan mulut Noumi.
" ayo hak..." Bayu memberi isyarat pada Noumi agar membuka mulutnya, malu malu mau akhirnya Noumi makan juga.
" siapa yang kemarin antar loe ke rumah sakit Mi." tanya Bayu dengan nada yang biasa tapi bermakna ingin tau sebenarnya.
" emang kenapa, kepo ?."
" lebih tepatnya cemburu sih."
Obrolan masih terlihat santai, sambil menyuapi Noumi yang tadinya anggur sekarang ganti jeruk manis semanis senyuman Bayu.
" siapa gue loe cemburu, kita cuma partner kerja kan jadi ngapain loe cemburu "
" kan loe tau, gue suka sama loe dan berniat mau nikahin loe."
Noumi sejenak berpikir bagaimana mana memberikan jawaban talak pada Bayu agar tidak mengganggu hidupnya juga.
" dan harus loe tau, karena loe belum tau siapa gue sebenarnya jika loe tau siapa gue sebenarnya loe bakalan mundur dengan penyesalan karena gue tidak sesuai dengan yang loe harapkan dan Bu Indah idamkan sebagai menantunya." bagaimana pun juga bangkai akan tercium juga pada akhirnya.
" gue tau, loe masih bersuami kan. Rama mantan loe waktu SMA dulu. Dan loe menghilang tepat sebulan dari pernikahan loe." pas sekali ucapan Bayu.
Noumi terdohok dengan ucapan Bayu yang tau tentang dirinya. Ia terdiam seolah tidak ada kata lagi untuk membantah dari ucapan Bayu.
" gue tau semuanya Mi, dan gue bisa saja merahasiakan itu semua asal loe mau nikah sama gue." lagi lagi itu sebuah ancaman bagi Noumi
" apa loe mau, karir loe hancur gara gara orang tau masa lalu loe. Gak mau kan. Jadi tolong pertimbangan lagi tawaran gue."
" tidak hanya itu, jika loe bersedia jadi istri gue. Gue bakalan perkembangan perusahaan loe dan loe akan dapat tunjangan dari gue selama loe jadi istri gue."
Kata Selama, itu artinya tidak sampai akhir kan, jadi itu bersifat sementara saja. Noumi tidak mengerti apa mau pria di depannya itu. Sebentar ia menggilai dirinya sebentar hanya untuk memanfaatkan dirinya.
" apa yang loe mau dari gue sebenernya hah, heran gue. Wanita yang memuja loe kan banyak tuh. Asal usul bibit bebet bobot nya juga sudah jelas. Napa loe gak minta kawin aja dari salah satu mereka. Napa mesti gue." itu yang sedari kemarin ingin Noumi tanyakan tapi belum sempat.
" karena Ibu maunya dan mintanya gue kawin sama loe. Kalau sampai dalam waktu yang di têntukan Ibu gue belum bisa nikah sama loe, perusahaan akan jadi milik Mario 70 % dan harta keluarga gue akan di sumbangkan ke panti asuhan, lah gue dapet apa coba." kali ini Bayu juga berkata jujur pada Noumi
" jadi gue loe suruh jadi bini bohongan buat loe gitu maksudnya."
" ya... kalau setuju gue bisa buat surat perjanjian dulu buat pernikahan kita. apa yang loe minta bakalan gue kasih." wajah Bayu seperti memohon sekarang ini.
" loe kira pernikahan bisa loe jadiin bahan lelucon apa hah, loe pikir sakit di hati gue udah sembuh akibat pernikahan gue dulu. Bahkan loe tau kan gue masih punya suami apa loe gak takut nanti bisa di tuntut suami gue kalau saja suami gue tau kalau gue masih hidup." Noumi bersungut sungut menolak Bayu
" apa loe lupa identitas loe udah loe ubah hah.. gue gak sebodoh itu Mi ngebiarin orang lain tau siapa loe sebenarnya kalau loe mau jadi bini gue."
Bayu terus meyakinkan ke untungan Noumi jika menikah dengannya, lama Noumi berfikir. Mempertimbangkan tawaran dari Bayu.
" 3 hari lagi gue kabarin, mending loe pulang sekarang. Enek gue lama lama lihat muka loe." usir Noumi hanya di senyumin aja sama Bayu.
=======
Sesuai dengan janjinya Noumi mengajak Bayu ketemuan di salah satu restoran Jepang. Noumi yang tau kalau si Bayu ini orangnya lelet, molor jam ia datang terlambat dari janjinya.
Tapi sayang kali ini Noumi salah, ternyata Bayu sudah di sana terlebih dulu.
Mata Bayu seketika terpesona melihat Noumi yang menggunakan setelah jas dan rok selutut dengan lekukan tubuh dan b****g sintalnya seakan akan minta ingin segera di jamah. Tunggu sebentar lagi Noumi saat sudah sah akan ku makan habis kau, isi otak m***m Bayu.
" Tidak perlu terlalu cantik saat bertemu denganku sayang, nanti kalau udah jadi bini gue juga gak kayak gini penampilan loe." goda Bayu
Noumi memutar bola matanya dengan malas, ia mendudukan b****g dengan pas di kursi depan Bayu. Salah satu pelayan datang membawa makanan dan minuman untuk mereka yang sudah Bayu pesan tadi.
" terima kasih." ucap Noumi pada pelayan itu.
" ya kalau gue terima loe kalau gak. " Noumi jawab dengan cuek.
" gue yakin bakalan loe terima Mi."
" yakin amat. ok gue terima mana surat perjanjiannya." Noumi bicara pada intinya saja dari pada lama lama seruangan dengan pria m***m seperti Bayu toh yang pada akhirnya nanti bakalan jadi suami bohongannya.
Bayu menyerahkan map yang dari tadi singgah di kursi sebelahnya.
Setelah membaca Noumi mangajukan nego.
" gue gak setuju pada poin 3. Gue gak mau ada ada acara publikasi di pernikahan kita karena pada akhirnya gue juga cerai dari loe setahun kedepan." Noumi menyodorkan kembali kertas itu ke depan Bayu
" loe baca Mi yang jelas, kalau dalam kurung waktu satu tahun kita tidak ada saling cinta atau perasaan kita pisah. apa loe yakin dalam kurung waktu itu loe gak jatuh cinta sama gue hah." dengan totalitas keyakinan Bayu berniat menggoda Noumi.
" 100 % gue yakin gak bakalan gue jatuh cinta sama loe, paling juga loe yang jatuh cinta sama gue." Bantah Noumi benar adanya
" gak usah nunggu satu tahun ke depan Mi, sekarang aja gue jatuh cinta sama loe." Tukas Bayu
" dan ini, apa apaan loe minta jatah enak enakan sama gue. ogah gue." kertas kedua yang Noumi sodorkan lagi pada Bayu
" hai, kita nikah secara sah ya... jadi sepantasnya dan sudah jadi kewajiban loe buat ngasih yang seharusnya jadi hak gue." Di poin ini Noumi yang tidak setuju, dan Bayu yang masih kuekeh mempertahankan poin ini.
Hampir setengah jam mereka berdebat masalah jatah enak enakan akhirnya Bayu yang mengalah dari pada tidak jadi nikah sama Noumi. Bisa panjang lagi urusannya sama ibunya.
Setelah deal, sama sama setuju akhirnya Noumi dan Bayu menanda tangani kontrak pernikahan mereka.
" ini sebagai tanda kamu setuju Mi. " Bayu mengeluarkan kotak cincin berwarna merah pada Noumi, dan memakaikannya di jari manis Noumi.
Usai makan, Bayu mengajak Noumi ke rumahnya berniat memberikan kabar gembira ini pada ibunya walau hanya manipulasi saja bagi mereka.