10. Penjelasan Rama

1524 Kata
Pengen minum malu sama kelakuan tempo hari, Noumi bingung mau kemana. Besok weekend, jelas kerja santai setengah hari. Manda juga sudah izin cuti, eh ternyata ia mau jalan jalan sama Mario. Ada mobil te parkir di depan rumahnya, sepertinya Noumi pernah tau mobil itu. Tapi mobil siapa ia lupa. Pintu gerbang masih terbuka, ia menata mobilnya dalam garasi. Terdengar Mak Asih berbicara dengan seorang pria, suara yang tak asing untuk telinga Noumi. Ia semakin dalam masuk ruangnya. Tidak di sangka tamunya kali ini, " ngapain loe kesini." suara Noumi membuyarkan obrolan pria itu dengan Mak Asih yang entah apa mereka bicarakan. " Rum.." Rama berdiri menyambut pulangnya Noumi " gue tanya ngapain loe di sini." bentak Noumi " hanya sekedar ingin bertemu denganmu." " sebaiknya kalian bicarakan baik baik, Mak ke kamar dulu nak Rama, Mimi ingat pesan Mak." Mak Asih menatap Noumi seolah memperingatkan anak asuhnya. Noumi berjalan ke sofa di mana Rama sedang berdiri, ia membanting tasnya dengan kasar. " Rum." panggil Rama lembut " Arumi sudah lama mati, jadi jangan sekali kali loe panggil gue dengan nama itu. Sekarang yang ada Noumi bukan Arumi lagi." tegas Noumi melipat kedua tangannya di dada " ya di mata orang kamu memang Noumi Manohara tapi bagiku kamu masih Arumi ku." Rama mendudukan bokongnya di sebelah Noumi Noumi tersenyum kecut, " Dimana saat aku susah butuh pertolongan mu dulu hah.. aku sudah menutup masa laluku dan sekarang ini lah hidupku. tolong pergilah dari hidupku selamanya." " Tidak, dan maafkan aku saat itu aku masih sakit hati dan ayah melarang ku untuk menemuimu dan harus kamu tau aku juga tidak pernah tau bahwa ayah berencana untuk memindahkan ku ke Jepang. Tidak kah kamu tau saat itu aku lah orang yang paling tersakiti Rum." Rama berusaha menjelaskannya tapi Noumi berusaha menutup telinganya rasanya ia tak sanggup harus kembali teringat masa lalunya. " Aku baru tau semuanya setahun setelah itu, karena kabar kamu kecelakaan tunggal dan mobilmu masuk dalam jurang. Aku pulang saat itu..." " Diam..." Noumi beteriak sekuat kuatnya, matanya memerah seperti menahan tangis, amarahnya sudah di ujung kepala. " Tapi kau tidak percaya dengan kecelakaan itu, aku percaya kamu masih hidup Rum. aku percaya karena hatiku yang bicara." Rama yang tidak pernah tau kondisi mental Noumi masih terus saja menjelaskan. " Aku bilang diam ya diam, kaluar loe dari rumah gue." Suara Noumi melemah, kepalanya pusing dan semakin pusing mendengar penjelasan Rama. Sedetik kemudian tubuh Naomi melemah dan tergeletak di lantai. Rama panik, memanggil manggil nama Arumi berkali kali. Mak Asih keluar kamar, Rama sudah berlari keluar rumah berniat membawa Noumi ke rumah sakit. " kenapa ini nak Rama, Neng Mimi kenapa. " Mak Asih pun terlihat panik " Mak kunci pintunya, Arumi pingsan Mak. Kita harus segera bawa ke rumah sakit." Rama yang panik bicara tanpa menoleh ke Mal Asih. Melihat Noumi di gendong pria, masuk dalam mobil di susul wanita paruh baya dengan keadaan yang tergesa-gesa membuat pemilik mata yang baru saja ingin masuk gang rumah Noumi langsung putar balik mengikuti mobil yang membawa Noumi. Sampai di rumah sakit suster langsung membawa Noumi ke ruang UGD di susul oleh dokter dari belakang. Pemilik mata tadi hanya mantau dari jauh dulu, melihat apa yang sebenarnya terjadi. Lama menunggu, Rama yang cemas mondar mandir depan lorong UGD, Mak Asih sepertinya menahan emosi pada Rama seperti tidak bisa di tahan lagi. " apa yang nak Rama katakan pada neng Mimi sampai neng Mimi pingsan begitu hah.. nak Rama tau, sudah berapa lama neng Mimi tidak kumat seperti ini. Sudah lama neng Mimi memperjuangkan ini semua untuk bangkit dari masa lalu itu tidak mudah nak. Kalau sampai terjadi apa apa sama neng Mimi jangan harap Mak akan memaafkan nak Rama." tegas Mak Asih. Sebenarnya Noumi sakit apa kok lama tidak kambuh, oh jadi itu yang namanya Rama Bramantyo. Batin Bayu. Ya mobil yang mengikuti tadi adalah mobil Bayu, yang sebenarnya ingin berkunjung ke rumah Noumi sekalian minta maaf atas kejadian tadi siang di kantornya. Jadi pria yang mencium Noumi di pantai waktu itu adalah Rama. Dan si Rama ini tidak menikah karena masih menunggu Noumi. batin Bayu lagi. Baru satu langkah Bayu ingin mendekat, tapi dokter sudah keluar dari ruang UGD. Dari pada ia bertindak gegabah lebih baik, ia mendengar kan dulu tentang kondisi Noumi. Tapi sayang sang dokter mengajak wanita paruh baya yang mengaku sebagai ibunya Noumi, berarti itu adalah Mak Asih yang di ceritakan ibunya tempo hari untuk ke ruangannya. Terlanjur kepo, Bayu berlagak berjalan ke lorong agar lebih dekat dengan UGD Noumi. Duduk di kursi panjang sebelah Rama, dan sok sokan berwajah sedih biar di kira keluarganya juga sedang di rawat di sana. " keluarganya sakit apa bang ?." sok kenal sok Deket, Bayu bertanya pada Rama. " Calon tunangan saya, tiba tiba pingsan bang." Calon tunangan, yang benar saja. Mimpi Loe Rama. Noumi aja udah nolak loe berkali kali. Ehh tunggu emang gue tau Noumi nolak apa gak yang gue tau kan Rama nunggu mantannya yang sudah menikah yang tiba tiba saja menghilang. Busettt jadi kekasih Rama yang udah nikah Noumi dong. Tidak tidak bisa jadi sekarang Noumi lah yang membuka hati Rama untuk melupakan masa lalunya. Gila gue kehilangan start donk buat dapetin Noumi. batin Bayu menggeleng " tidak, no... tidak mungkin." Bayu bermonolog sendiri, pikiran dalam otaknya mempengaruhi sekarang. " Ada apa bang ?" tanya Rama yang melihat keanehan pria depannya. Bayu tersadar, " oh tidak apa bang, oh ya calon tunangannya sakit apa bang kok tiba tiba pingsan." " gak tau bang mungkin dia kelelahan kan dia wanita karir." jelas Rama " oh... saya kira pingsan karena hamil muda." mulut Bayu benar benar tidak bisa di kontrol ke licinannya. " oh tidak bang, kita baru bertemu sebulan ini sudah 6 tahun kita terpisah. dan sekarang kita kembali lagi berencana mau menikah." Rama tak tau siapa pria di depannya itu dengan gamblangnya berkata tanpa ada kenyataan hanya khayalan belakang. Bayu mendengar ucapan Rama seakan ingin sekali memberikan hadiah tinju padanya. Jelas sudah sekarang Noumi adalah wanita masa lalu Rama yang telah menikah yang kemudian hilang entah kemana. " kenapa saya tidak asing dengan wajah anda ya bang, kayak pernah ketemu dimana ya." Rama mengingat ingat wajah Bayu. Bayu yang tidak ingin ketahuan ia bergegas pamit pada Rama, dari pada ketahuan malah panjang urusannya. Bayu tidak langsung pergi ia masih memantau dari jauh, sepertinya Mak Asih tidak suka dengan Rama di lihat bagaimana mimik wajahnya dan sepertinya Mak Asih mengusir Rama dari sana dan si Rama itu masih kuwekeh menunggu Noumi. Beberapa suster membawa bangkar Noumi ke ruang inap. Di ikuti Mak asih dan juga Rama. Sementara ini Bayu tidak aman untuk menemui Noumi, karena Rama bisa saja mengenalinya jika di ingat ingat terus. Ia menyuruh salah satu anak buahnya untuk berjaga di sana memantau perkembangan Noumi dan beruntungnya salah satu anak buahnya juga sedang berjaga malam ini di rumah sakit tempat di mana Noumi di rawat, double poin kan. Ia memilih untuk pulang, berganti pakaian dan istirahat itu pun kalau bisa, mengingat wanita incarannya sedang di rawat di rumah sakit. Baru saja Bayu ingin merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ponselnya berbunyi. Ada nama Flora di sana siapa lagi kalau bukan wanita yang saat ini menggilai dirinya, padahal niatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Setelah deringan ponsel mati ia memberikan mode pesawat pada ponselnya agar tidak di ganggu. Bukan berarti ia langsung tidur, ia membuka ponsel pribadinya yang khusus untuk orang orang terdekat dan kerabatnya. Nama Mario di deal di layar, dua kali telpon tidak di angkat ketiga kalinya malah suara perempuan yang menjawab siapa lagi kalau bukan Manda. " Mario dimana ?." tanya Bayu " sedang mandi kita baru saja datang di penginapan pak Bayu." " Baiklah nanti suruh Mario menelpon balik saya." " baik pak." Panggilan di matikan, untuk saat ini Bayu belum bisa cerita pada ibunya. Takut salah nanti indah syok tau bahwa menantu idamannya adalah seorang janda. Bayu menelpon salah satu anak buahnya untuk mencari tau lebih jelas tentang Rama dan wanita di masa lalunya yang tidak lain adalah Noumi. Sampai larut malam, Bayu bekerja dengan benda lipatnya. Rasa ngantuk mulai menjalar, di lahat memang sudah pukul 2 dini hari. Ponselnya di nyalahkan lagi berniat mencari tau informasi perkembangan Noumi di rumah sakit, belum sempat menelpon anak buahnya. Ia sudah risih dengan telpon dari Flora, pesan sudah di abaikan tapi telpon yang masuk mengganggunya. Ia kembali memberi mode pesawat di ponselnya, berniat besok pagi langsung ke rumah sakit saja. Sementara itu di rumah sakit Noumi belum sadarkan diri. Mak Asih menemani Noumi di dalam sedangkan Rama di luar ruangan. Mak Asih benar benar tidak mengizinkan Rama bertemu dengan Noumi sementara ini karena radang otak akibat gagar otak kecelakaan Noumi tempo dulu mempengaruhi kejiwaan Noumi saat ini. Mak Asih menangis mengingat betapa tangguhnya perjuangan Noumi saat itu, dan dokter tadi berpesan agar tidak membuat Noumi mengingat masa lalunya sementara ini karena itu akan berpengaruh pada sarafnya akibat gagar otaknya dulu belum lagi hormon Noumi saat operasi plastik bisa pecah dan menyumbat saraf saraf pada tubuhnya. Tidak hanya menunggu saja, Mak Asih mengambil air wudhu tidak lupa ia berdoa pada sang pencipta untuk kesembuhan wanita yang di anggap seperti anaknya sendiri itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN