Tadi siang, setelah Mak Asih beberes rumah. Baru saja Mak Asih mengistirahatkan tubuhnya di sofa depan TV tapi bel rumah bunyi.
" Assalamualaikum, selamat siang." sapa wanita paruh baya yang masih sangat cantik dan modis setelah Mak Asih membuka pintu
" wa'alaikum salam. Cari siapa ya Nyonya."
" ini benar rumah Noumi."
" ya benar tapi neng-nya masih ngantor."
Sesuai pesan Noumi, Mak Asih di larang memasukan tamu yang tidak di kenal. Mak Asih yang mengurangi rasa sopannya mengajak wanita itu yang tidak lain adalah Indah ibu dari Bayu duduk di kursi teras rumah.
Setelah menyuguhkan ala kadarnya, Mak asih menanyakan maksud tujuan Indah bertamu di siang hari sedangkan yang di cari sudah tau jam kantor.
" Saya ibu dari Bayu Ahmad Bu, maksud saya kemari hanya ingin minta bantuan Bu Asih untuk membujuk emm tidak lebih tepatnya merayu agar Noumi menerima lamaran anak saya." Pinta Indah secara langsung
Mak Asih sempat berfikir untuk apa, kalau Naomi tidak mau dia bisa apa. Sedangkan belum pernah Noumi bercerita soal pria kepadanya apa lagi ini yang namanya Bayu. Belum pernah sama sekali Mak asih mendengar nama itu.
" Begini Bu Asih, ceritanya kan anak saya menyukai Noumi tapi Noumi masih belum menerima anak saya dan yang saya tau, Noumi tidak memiliki keluarga selain Bu Asih sebagai pengasuhnya."
" loh bagaimana anda bisa tau kalau neng tidak punya keluarga selain saya." Mak asih bingung tapi tau arah tujuan pembicaraan wanita di sampingnya itu.
" Saya akan memperkenalkan keluarga saya secara resmi. Saya Indah Ahamd Rosyid, ibu dari Bayu Ahmad Rosyid, istri dari mendiang Farhad Rosyid. Ibu tau kan salah satu dari sepuluh besar pengusaha se- Asia." Indah mulai menyombong kekayaannya.
Mak Asih kaget, berarti ibu inilah pemilik kucing yang sempat Noumi temukan beberapa Minggu yang lalu.
" awalnya saya mengadakan saimbara untuk wanita yang menemukan kucing saya, ibu jelas ingat kan. Dan saat kucing saya di temukan Noumi saya berniat menjodohkan anak saya dengan Noumi. Di awal kencan butanya dengan Noumi anak saya sudah mulai jatuh cinta tapi Noumi masih saja belum bisa menerima anak saya. padahal usia mereka kan sama sama sudah matang untuk membina rumah tangga kan Bu Asih." Indah mulai mengarang cerita.
Disini Mak Asih berfikir untuk bagaimana bisa Noumi membukakan hatinya untuk pria lain, ia juga merasa kasihan melihat wanita yang sudah di anggap seperti anaknya sendiri itu harus di hantui dari masa lalunya yang membuat ia trauma akan laki-laki.
" apa anak Nyonya serius dengan Neng Noumi."
Indah mengangguk yakin.
" saya hanya bisa menolong dengan cara memberikan nasehat Nyonya selebihnya saya pasrahkan pada Neng Mimi karena neng Mimi lah yang menjalaninya."
Setelah memberikan ucapan terima kasih Indah berpamitan pulang.
Akhirnya Mak Asih ceritakan sebagian kejadian tadi siang pada Noumi.
" Dasar bujang karatan, apa dia sudah tidak laku sampai Mak-nya turun tangan sendiri ke rumah." Noumi berkomentar setelah mendengar cerita dari Mak Asih yang hanya sebagian, kalau sampai di ceritakan semuanya sudah jelas dan pasti Noumi akan marah pada pria yang bermana Bayu itu.
" ini hanya sekedar saran saja ya neng, kalau neng gak mau Mak juga gak maksa, semua keputusan ada di tangan Neng." Mak Asih membelai rambut Noumi yang kembali tidur di pahanya.
" bagaimana kalau neng jalani saja dulu, trauma neng di masa lalu akan menjadi penghalang neng nanti di masa depan. Lupakan semuanya neng, benar benarlah merubah diri neng. Percuma saja kan kalau neng sudah merubah di neng sampai seperti ini kalau hati dan pikiran neng masih di masa lalu. Semua akan sia sia, mereka akan merasa menang jika tau kalau neng masih hidup bahagia seperti ini."
Noumi diam, menyerap semua wejangan Mak-nya dalam logika.
" entahlah Mak, Mimi akan berfikir dulu."
Secara fisik Bayu memang tampan, kekayaan yang di miliki keluarga Ahmad Rosyid tidak habis dalam tujuh turunan bahkan tanjakan dan belokan. Tidak rugi juga kalau ia menerima Bayu, tapi yang jadi masalah Noumi tau bagaimana kelakuan Bayu di luaran sana bersama wanita wanita kesenangannya. Dalam garis besar Noumi takut luka di masa lalunya akan terkorek lagi, dan traumanya semakin mendalam.
Seandainya pula kalau dia menerima Bayu, kemungkinan besar Rama akan berhenti mengerjainya. Akhirnya Noumi mempertimbangkan saran dari Mak Asih.
=======
Bayu membaca email dari salah satu anak buah Mario, Seminggu sudah mendapatkan hasil siapa pria yang mencium Noumi di pantai waktu itu.
" Dia anak Ady Bramantyo yang punya property Grup, yang tiga bulan yang lalu bekerjasama dengan perusahaan kita Bay. Tapi Rama anaknya tidak mau masuk dalam dunia bisnis ia dia memilih menjadi fotografer, dan dia juga memiliki studio di jalan AYX."
Bayu tidak mengerti kenapa anak rekan bisnisnya itu bisa memiliki hubungan dengan Noumi sedangkan yang dia tau Noumi sangat sudah untuk di dapatkan. Bahkan seorang Alexander Smits saja di tolak mentah mentah.
Apa penolak Alexander itu hanya sebagai doping akan ketenarannya, karena saat berita penolakan itu ada, perusahaan Noumi menjadi lebih maju dan banyak sekali kolega dari perusahaan lain menginginkan kerjasama sama dengan Manohara.
" cari tau lebih detail tentang hubungan Noumi dan Rama." Bayu meletakan daeget-nya di atas meja.
" ada yang ganjal sih, tapi entah itu kebetulan atau kenyataan saja." ucap Mario menggantung.
Dengan rasa penasaran Bayu mengangkat kepalanya, pandangan lurus pada mata pria di depannya.
" Rama masih betah melajang saat ini, karena dia masih menunggu wanitanya yang sudah menikah. Dan wanita itu menghilangkan bak di telan bumi setelah menikah. Wanita itu teman sekolahnya dulu. Lah yang jadi bikin gue tambah penasaran kan kita cuma dapat informasi data Noumi dari 5 tahun yang lalu. Bahkan semua anak buah gue gak ngedapetin informasi Noumi dari masa lalunya."
Semua penjelasan Mario, Bayu cerna dengan khusuk. Siapa Noumi sebenarnya, dan apa hubungan mereka. Apa Noumi adalah masa lalu Rama yang menghilang setelah menikah.
" cari tau siapa wanita Rama yang menghilang itu. Dan satu lagi tambah anak buahmu untuk mencari tau lebih jelas tentang Noumi. Karena gue gak mau banyak saingan." Bayu menyandarkan tubuhnya di kursi kebanggaan.
" ok, gue besok cuti. Gue mau jalan sama Manda, dia juga gue suruh cuti." Lebih tepatnya bukan minta izin tapi pamitan.
" terserah, besok juga weekend kan. Gue juga mau jalan juga sama Floe, risih gue di tagih jalan terus sama dia." Bayu memijat pelipis matanya jika mengingat wanita yang baru ia kencani dalam sebulan ini sangat ribet dan cerewet sekali.
Mario melonjak kaget saat membuka pintu ruangan Bayu, berdiri sosok wanita cantik yang seksi bohai bin bahenol yang sedari tadi mereka jadikan bahan bicaraan.
" awas minggir gue mau masuk." bentak Noumi mengubaskan tangannya agar Mario memberikan jalan ia masuk ruangan Bayu.
Semoga aja Noumi belum Dateng saat membahas tentangnya. batin Mario.
Noumi melenggangkan tubuhnya dengan anggun berjalan ke kursi depan meja kerja Bayu. Bayu yang sedang menutup matanya tidak sadar akan kehadiran Noumi di sana.
" Apa lagi, kerjakan pekerjaanmu, sebelum cuti." ucap Bayu yang masih setia menutup matanya
" Selamat siang Pak Bayu Ahmad Rosyid." sapa Noumi berhasil membuat mata Bayu terbuka 180% tanpa rasa lelah yang baru ia keluhkan.
Mata mereka saling mengunci pandangan.
" Berhentilah menatapku seperti itu, nanti anda akan jatuh cinta sungguhan pada saya." elak Noumi untuk menghilangkan salah tingkahnya, padahal saat ini ia juga mengagumi sosok pria sempurna di depannya.
" memang aku sudah jatuh cinta padamu." jawab Bayu santai. Noumi memutar bola matanya dengan malas.
" perasaan saat ini kita tidak ada janji, dan anda datang menemui saya di jam kantor. Apa ada sesuatu yang lebih penting dari lamaran saya tempo hari."
Jujur saja saat ini Bayu merasa senang bin bahagia, melihat sosok wanita yang mengisi otak dan hatinya beberapa akhir ini datang menemuinya padahal mereka tidak ada janji sama sekali bahkan hanya sekedar memberi pesan kabar saja tidak.
Insting Bayu seperti akan ada pertanda baik kedatangan Noumi saat ini.
" sebelum saya mengatakan tujuan utama saya kesini saya ingin bertanya pada anda satu hal." Noumi berusaha tegas di tengah salah tingkahnya.
" kalau bukan urusan pekerjaan bisakah saya minta anda untuk bicara santai tanpa harus formal. Anggap saja saya teman anda, bahkan sebagai calon suami anda juga boleh." Bayu merasa bicara formal akan mengurangi kedekatan mereka.
" baiklah sesuai permintaan anda." Noumi menarik dan membuang nafasnya untuk mengurangi rasa grogi.
" apa maksud loe cari informasi di masa lalu gue hah, apa itu penting jika loe beneran mau nikahin gue." kesopanan Noumi sebagai CEO perusahaan Manohara pun hilang sudah.
Sedari tadi ia tahan saat mendengar obrolannya dengan Mario.
Mata Bayu terbuka lebar sampai kedua alisnya terangkat sempurna. Berarti Noumi mendengar semua obrolannya dengan Mario tadi saat membahasnya.
Bibir Bayu keluh harus menjawab apa, seketika jantung berdetak kencang karena merasa gugup.
" Dengar ya Bayu, jika loe tau masa lalu gue apa loe masih mau nikahin gue hah, yang jelas loe akan mundur. dan di saat itu gue baru tau kalau lamaran loe waktu itu kagak tulus sama sekali."
" buat apa di teruskan, gue lebih baik berjuang buat bangkitin perusahaan gue jika kerjasama perusahaan kita loe batalin dari pada gue harus berjuang menutupi luka yang kembali terluka." Noumi mengutarkan isi hatinya yang menggebuh gebuh.
Bayu tidak bisa membalas semua omongan Noumi, bibirnya tiba tiba bisu secara mendadak. Perasaan apa ini, Bayu tidak bisa membaca situasi apa yang ia lakoni saat ini. Bahkan Noumi yang sudah pamitan saja tidak bisa ia jawab, namun matanya tidak lepas dari sosok Noumi sampai tubuh itu menghilangkan di balik dinding kantornya.