3 bulan sudah berlalu, tanpa kabar tentang Alex. Amora juga lupa bertukar no.telepon dengan Tante oline. Amora masih merasa cemburu dengan Alisha. Mungkinkah 3bulan kebersamaan Alex dan Alisha di Singapura membuat Alex lupa untuk mengabari Amora???
"CUT!!! good job Amora,Matthew... terus pertahankan sisi romantis kalian." Seru Luke saat break syuting.
"Thanks Luke, everything for you." Sahut Amora.
"Berikutnya adalah scene ciuman kalian berdua, persiapkanlah diri kalian supaya tak perlu mengulang shoot untuk adegan ini." Saran Luke pada Amora dan Matthew, dan kedua artisnya itu mengangguk tersenyum.
Amora sudah memulai shooting untuk film terbarunya. Sebuah film romance yang menceritakan seorang CEO sukses yang jatuh cinta pada seorang wanita penghibur. Sehingga ada beberapa adegan ciuman romantis dan bahkan adegan ranjang yang harus diperankan oleh Amora dan Matthew.
"Ehemm...hai Luke...bagaimana proses shooting nya?" Sapaan seorang pria yang mendadak datang mengejutkan seluruh orang di lokasi ini termasuk Luke, dan tentunya Amora.
Alex sang produser yang membiayai seluruh dana produksi film ini mendadak hadir di lokasi shooting.
"Hai Alex....!!! Apa kabarmu sobat? Kapan kau kembali ke Indonesia? Sepertinya kau bertambah makmur ya..." Sahut Luke dengan gurauan karena Alex memang terlihat agak gempal tubuhnya.
"Hahahaha...Luke kau bisa saja. Bagaimana? Sudah sejauh mana proses shooting nya? Lancar? Jangan kau hambur-hamburkan uangku sembarangan ya..." Ucap alex lalu duduk di sebelah Luke.
Amora tak sanggup berkata apapun, dia hanya menunduk di pinggir lokasi. Amora bingung bagaimana harus bersikap dan berbicara pada Alex. Alex sudah mengetahui hidup Amora dan keluarganya sekarang, mungkinkah Alex masih berharap kesempatan pada Amora???
"Kalian dengar kan apa yang boss kita katakan barusan?! Jangan hamburkan investasinya sembarangan. Ayo kerja..kerja..kerja..! Amora, Matthew kalian sudah siap???" Teriak Luke pada seluruh kru dan artis di lokasi ini.
"Oke! 3.2.1. ACTION!!!" teriak Luke memberi perintah.
"Aku mencintaimu tuan.." peran Amora.
"Aku juga mencintaimu, percayalah padaku.." peran Matthew lalu memeluk pinggang Amora.
Cup...Matthew mengecup bibir Amora, tak sampai disitu mereka berciuman saling melumat bibir satu dan lainnya, ciuman yang dalam dan lama seolah penuh cinta, tangan Matthew mulai bergerak dari tengkuk Amora semakin turun di punggung Amora.
"CUT!!! " teriak Luke dan menghentikan acting mereka berdua.
Amora langsung melihat ke arah Alex. Dan menemukan tatapan tajam dari Alex langsung menusuk ke mata Amora. Tangan Alex mengepal di depan dadanya, rahangnya mengeras.
"OH NO!!! apa yang harus kulakukan?" Batin Amora.
"Amora, berikutnya adalah adegan ranjang antara kau dan Matthew. kita akan melakukannya di dalam ruangan itu, dan hanya akan ada beberapa orang saja, jadi kalian tak perlu malu. Oke, persiapkan diri kalian dengan baik kalau tak ingin mengulang adegan ini!" Teriak Luke.
"Sorry Alex yang ini kau tak bisa ikut masuk, harus private." Ucap luke.
"Tak bisa! Aku harus ikut melihat setiap proses pembuatan film ini, sesuai perjanjian atau kau ingin aku tarik semua danaku?" Protes Alex, sepertinya emosi Alex mulai muncul setelah melihat Amora berciuman tadi. Dan Amora bisa merasakannya.
"Amora, bagaimana menurutmu? Apakah kau keberatan kalau pak Alex ikut menyaksikan shooting ini?" Tanya Luke pada Amora.
"Tak apa Luke, biarkan dia masuk, dia produsernya jadi dia juga berhak" Sahut Amora tenang.
"hmmm...okelah kalau Amora tak keberatan, aku juga tak masalah. Kan yang telanjang nantinya Amora bukan aku." Sahut Luke dengan santai.
"WHAT??!!! AMORA HARUS TELANJANG?!!!" Ucap Alex seketika dengan sedikit berteriak.
"Kenapa Alex? Bukankah itu yang kau inginkan sehingga memaksa ikut masuk ke dalam? Kau ingin lihat tubuh cantik Amora kan?" Goda Luke yang membuat Alex semakin menggeram.
"Luke, bukankah adegan ranjang tidak selalu harus telanjang?! Kau tentu tahu triknya kan?!" Protes Alex.
"Ach Alex itu kurang seru! kurang mendapat kedalaman romantisnya, justru adegan inilah yang merupakan puncak dari keromantisan penyatuan dua insan yang jatuh cinta. Saat mereka saling menyerahkan utuh jiwa raga mereka." Jelas Luke semakin membuat Alex melotot geram.
"Luke, kau pikir aku menginvestasikan uangku untuk membuat film m***m seperti yang ada di otakmu itu?! NO LUKE!!! " Alex masih terus protes.
"Lalu kau ingin yang seperti apa Alex??? Bukankah kau sudah membaca detail naskahnya saat aku mengajukan proposal padamu? Atau kau tidak membacanya utuh?" Tanya Luke bingung dengan protes Alex.
"Kau ubah proses shooting nya atau aku tak akan pernah mendanai film mu lagi di masa depan!!!" Ancam Alex dan akhirnya Luke menyerah.
"Baiklah Alex, aku akan memikirkan konsepnya supaya Amora tak perlu telanjang." Sahut Luke agak meredakan amarah Alex.
Amora tetap melakukan adegan ranjang itu namun tidak telanjang, masih mengenakan bra dan celana dalam. Tapi tetap saja Alex geram melihatnya. Apalagi Matthew tetap memainkan perannya bercinta dengan Amora.
Posisi Amora berada dibawah tubuh Matthew meliuk seolah terangsang dengan setiap kecupan dan belaian Matthew ditubuhnya. Matthew mengecup leher, gundukan atas p******a Amora, perut, paha dan seluruhnya seperti benar-benar menikmati tubuh Amora. Mereka bergulat berganti posisi dan kini Amora lah yang berada diatas tubuh Matthew. Amora dalam posisi duduk diatas pinggang Matthew dengan selimut yang menutupi bagian pinggang hingga kaki Amora dan Matthew, lalu mulai bergerak naik turun mendesah seolah benar-benar terangsang dan akan klimaks bercinta dengan Matthew.
Dalam gerakannya diatas tubuh Matthew, mata Amora menatap ke arah alex yang sedari tadi menatap tajam ke arah Amora. Mata bertemu mata, Alex semakin menunjukkan emosi amarahnya melihat tingkah gerak Amora di atas tubuh Matthew. Alex tetap diam menahan amarahnya karena dia sudah berjanji tak akan mengganggu proses shooting. Tangannya mengepal dengan sangat keras bahkan mungkin kini kukunya sudah menyakiti tangannya sendiri.
"CUT!!!" teriak Luke menghentikan semua adegan panas Amora dan Matthew.
"PERFECTO AMORA DAN MATTHEW!!!" Puji Luke dengan tepuk tangan kepada artis-artisnya yang telah profesional dalam setiap adegan yang mereka perankan.
"Luke, bisakah hari ini cukup sampai disini? Aku lelah..." Pinta amora memohon pada Luke.
"Yup..baiklah Amora, hari ini kita cukup sampai disini. Istirahatlah beberapa hari Amora. Kau sudah sangat bekerja keras." Luke mengabulkan permohonan Amora.
Sebenarnya Amora lelah dengan pikirannya terhadap Alex. Dia sudah hampir kehilangan fokus bekerjanya sejak Alex tiba-tiba muncul.
Amora segera berganti pakaian dan berkemas bersiap untuk pulang.
Namun saat keluar dari ruang ganti, Amora sudah tak melihat Alex di lokasi. Alex pergi...bahkan mereka belum bertegur sapa sejak tadi.
Apa yang Amora harapkan sekarang??? Berharap pulang bersama Alex??? Berharap Alex benar-benar datang untuk menjemputnya??? Tak mungkin Amora!!! Dasar wanita bodoh!! Amora terus merutuk dirinya sendiri.
Alex langsung melajukan mobilnya dalam kecepatan tinggi, setinggi emosinya yang saat ini ada di puncak. Bagaimana mungkin Amora sanggup menatap matanya saat dia sedang bercinta dengan pria lain??? Mengapa Amora tak pernah bisa menjaga dirinya sendiri saat aku tak bersamanya??? Alex terus mempertanyakan hal-hal yang tak masuk akal tentang Amora. Amarah Alex benar-benar tak lagi mampu dikuasai. Alex bimbang, bingung, haruskah Alisha yang menjadi pendamping hidupnya??? Ataukah Amora yang selama ini menjadi tujuan arah hidupnya???