Aku mengusap wajah frustrasi. Dengan wajah tak berdosa Sabda melempar senyum ramah untuk kedua orang tuaku. Aku bergegas menghampiri mereka. “Ma, Pa....” “Ih, Sasa! Punya pacar nggak bilang-bilang Mama!” Mama sudah mencerocos. “Mana ganteng bingits begini. Kalah si Saheer di sinetron Mahabarata.” “Mama ini gimana, sih. Ada cowok mendadak muncul dari kamar anak kita kok malah seneng.” Papa memelotot. Aku dan Sabda berniat membuka mulut, tapi gagal lantaran Mama menyerobot. “Biarin kenapa, Pa! Kayak nggak pernah muda aja. Dulu Papa aja nyelinap masuk ke kamar Mama cuma pengen bilang I love you.” “Loh loh, kenapa Papa malah disudutkan balik. Ini kalau mereka ngapa-ngapain gimana.” “Ya nggak apa. Udah gede juga.” “Ya ampun, Mama sama Papa bisa dengerin penjelasanku dulu, nggak?” tanyak

