Tikus Terjepit

1584 Kata

Aku tersenyum melihat Iota ketika memandikan kucing-kucing sesuai perintah dokter Ivanka. Karena sudah rapi, aku tak ikut basah-basahan dan memilih menonton di dekatnya. “Jadi, lo ngabisin waktu di sini daripada kuliah?” Aku mengangguk-angguk. “Lo nggak tahu ya tempat ini punya temen Sabda?” Ia spontan berhenti mengosok tubuh kucing kecil itu dengan kanebo. Seringai sinis terkembang di bibirnya. “Gue nggak peduli ini tempat siapa. Yang penting gue suka. Lagian, gue nggak sering ke sini. Kalau lagi nggak mood aja. Tempat ini moodbooster buat gue.” Kemudian memasukkan kucing tersebut ke kandang. “Bantuin dong.” “Males amat. Lo yang dikasih tugas. Lagian gue nggak mau basah-basahan.” Ia mencebik. Tiba-tiba, ia mencipratiku dengan air sabun, membuatku memekik. “Udah basah tuh.” “Ih, kok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN