Galau

1646 Kata

Akhirnya orang tuaku pulang. Rasanya, aku bisa membuang napas lega setelah melihat Mama melambai sebelum lenyap ke dalam ruang tunggu gate pesawat. “Pokoknya Mama dukung Sasa sama Nak Sabda. Lop yu pul!” Mama melayangkan ciuman jauh, lantas ditarik Papa agar bergegas. Aku tersenyum hambar. Ya setidaknya Mama tidak pakai baju bertuliskan namaku dan nama Sabda seperti kaus fanclub. Sedari tadi Sabda tertawa cekikikan. Ia mendekapku. “Mau makan siang dulu?” Aku mengacungkan ibu jari. Kami beranjak pergi, memilih makan di luar bandara. Cuaca agak bersahabat siang ini. Kadang kalau cerah begini, malam nanti hujan akan turun sampai subuh. Jalanan Jakarta yang selalu padat merayap membuatku mengembuskan napas panjang. Suara klakson ditekan berkali-kali, memekakkan telinga. Menyiasati suara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN