Kejutan Pahit

2444 Kata

Astaga! Buru-buru, aku mendorong Iota menjauh dengan mata mendelik. “You’re drunk!” “And you’re not drunk enough to kiss me back.” Ia menyeringai. Aku tak dapat berkata-kata. Pikiranku sudah tidak waras. Kusambar tas, kemudian melenggang gusar, setengah berlari meninggalkan rumahnya. Aku berhenti di trotoar sekadar mengatur napas dan mencari taksi untuk pulang. Kebetulan sekali, ada satu taksi lewat. Tanpa basa-basi, kuayunkan tangan memintanya berhenti. Begitu masuk ke dalam, aku mengembuskan napas pendek. Jemariku meraba bibir yang masih terasa panas. Apa yang baru aja gue lakuin?!   *   “Adikku sayang! Masmu yang paling ganteng datang lagi!” Suara Dierja menggelegar di luar rumah. Suara klakson mobil dipencet berulang kali. “Woi, Nu!” teriaknya makin lantang. Aku masih berbar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN